Beberapa Dalil Mengenai Keabsahan Puasa di Hari Asyuro

104
Anjuran Puasa Dahr, Setahun
Empty white plate, fork and knife on a red and white linen striped napkin, top view. Image with copy space. Kitchen table with a towel and a plate - top view with copy space.

Puasa Hari Asyuro merupakan salah satu amalan sunnah yang dikerjakan dan ditradisikan oleh Umat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga kini. Tentu saja banyak sekali hadis Nabi Muhammad SAW yang beredar seputar puasa Hari Asyuro. Berikut kami tampilkan beberapa dalil dari hadis shahih seputar puasa Hari Asyuro:

 

Pertama, Berpuasa di Bulan Muharram lebih utama setelah berpuasa di Bulan Ramadhan:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram.” (HR. Nasa’i, No: 1614)

 

Kedua, Puasa Hari Asyuro sudah dilakukan dan ditradisikan oleh umat Yahudi dan umat agama samawi lainnya.

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu.” (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

 

Ketiga, Puasa Hari Asyuro dianjurkan karena di dalamnya terjadi banyak peristiwa penting di masa lalu.

هُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka.” Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga.” (HR. Bukhari; No: 1865  & Muslim, No: 1910)

 

Keempat, Puasa Hari Asyuro mampu menghapus dosa yang telah lalu.

سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No: 1977)

 

Kelima, Puasa Hari Asyuro hukumnya sunnah. Nabi Muhammad SAW memberikan pilihan kepada para sahabat untuk mengerjakannya atau tidak.

مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya.” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Inilah beberapa dalil terkait aturan puasa di Hari Asyuro. Semoga bermanfaat dan semakin menambah keyakinan kita untuk meneruskan tradisi baik dan sunnah dari Nabi ini. Yuk berpuasa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here