Dalil Mengenai Keabsahan Puasa Hari Tasu’ah

98

Hari Tasu’ah adalah hari kesembilan di Bulan Muharram. Tasu’ah berasal dari kata tis’ah yang berarti Sembilan. Yakni satu hari sebelum Hari Asyuro yang legendaris dan terkenal itu. Dan memang, sebagaimana yang biasa dilakukan sampai saat ini, selain di Hari Asyuro, kita juga dianjurkan untuk berpuasa di Hari Tasu’ah.

Dalil puasa Hari Tasu’ah bisa kita temukan dalam hadis berikut ini:

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda, “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah SAW wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

Dari hadis ini kita bisa menyimpulkan dua hal:

Pertama, penetapan anjuran dan kesunnahan puasa Hari Tasu’ah adalah sunnah yang bersifat taqriri. Artinya, amalan sunnah ini sudah direncanakan akan dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW namun Nabi sendiri tidak sampai mengerjakannya karena wafat. Setiap amalan yang diperintah oleh Nabi namun Nabi sendiri belum sempat mengerjakannya disebut taqriri. Puasa Hari Tasu’ah adalah contohnya.

Kedua, penetapan puasa Hari Tasu’ah didasarkan pada alasan agar amaliyah yang dilakukan oleh umat Muslim di hari Asyuro berbeda dengan amalan-amalan yang juga dikerjakan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana yang kita tahu, puasa Asyuro bukan hanya dilakukan oleh umat Islam saja, tapi juga umat agama lainnya seperti Yahudi dan Nasrani. Agar berbeda dengan mereka, maka Nabi memerintah untuk menambah satu hari sebelum Asyuro, yaitu puasa Tasu’ah.

Itulah sekilas tentang Hari Tasu’ah dan landasan penetapan anjuran berpuasa di dalamnya. Semoga bermanfaat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here