Hukum Menjilati Kemaluan Istri Saat Berhubungan Seksual

215

Secara umum, Islam memperbolehkan seluruh gaya dilakukan dalam berhubungan seks kecuali berhubungan melalui jalur belakang (bagian dubur). Seks adalah sesuatu yang alamiah, yang pada titik tertentu juga membantu menjaga keharmonisan dan hubungan antara suami-istri. Tak jarang, pertengkaran dalam rumah tangga juga dipicu, salah satunya oleh masalah dalam seks.

Pertanyaannya, bagaimana Islam menyikapi praktek oral seks? bolehkah seorang suami menjilati kemaluan istrinya dalam berhubungan?

Dalam kitab Mawahib al-Jalil, terdapat sebuah kaul yang dinukil dari Imam Malik:

قَدْ رُوِيَ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ قَال : لاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْفَرْجِ فِي حَال الْجِمَاعِ ، وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : وَيَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ

“Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa beliau berkata: tidak apa-apa bagi seorang suami melihat kemaluan istrinya ketika berhubungan. Dalam sebuah riwayat, ada tambahan penjelasan bahwa Imam Malik juga memperbolehkan seorang suami menjilati kemaluan sang istri ketika berhubungan seksual.”

Memegang, menyentuh dan melakukan penetrasi melalui kemaluan oleh suami istri juga diperbolehkan, termasuk menjilati atau yang dikenal dengan istilah “oral seks”. Seperti misalnya yang disampaikan oleh Imam Abu Hanifah;

سَأَل أَبُو يُوسُفَ أَبَا حَنِيفَةَ عَنِ الرَّجُل يَمَسُّ فَرْجَ امْرَأَتِهِ وَهِيَ تَمَسُّ فَرْجَهُ لِيَتَحَرَّكَ عَلَيْهَا هَل تَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا ؟ قَال: لاَ وَأَرْجُو أَنْ يَعْظُمَ الأَْجْر

“Suatu hari Abu Yusuf bertanya kepada Imam Abu Hanifah: Menurut anda, apakah bermasalah jika seorang laki-laki mempermainkan kemaluan istrinya, atau seorang perempuan yang mempermainkan kemaluan suaminya dengan maksud untuk membangkitkan syahwat? Imam Abu Hanifah menjawab: Tidak masalah, bahkan aku berharap hal itu diganjar pahala yang besar.” (Hasyiyah Ibn Abidin: 6/367)

Dengan kata lain, menyentuh, memegang, mempermainkan termasuk menjilati kemaluan pasangan ketika berhubungan seksual diperbolehkan bahkan bernilai pahala jika diniatkan untuk menghangatkan hubungan suami-istri di antara keduanya.

Kebolehan oral seks juga ditegaskan oleh Sahib Kitab Fathul Mu’in:

يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها أو استمناء بيدها، لا بيده

“Boleh bagi seorang laki-laki bersenang-senang dengan istrinya kecuali lubang duburnya. Termasuk [diperbolehkan juga] menjilati kemaluan istri, onani menggunakan tangan istri, bukan tangannya sendiri.”

Kesimpulannya, melalui beberapa keterangan yang telah disebutkan di atas, hukum oral seks, baik seorang suami kepada istrinya atau seorang istri kepada suaminya, diperbolehkan dalam Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here