Kriteria Pasangan yang Dianjurkan Nabi untuk Para Jomblo

195
sketsa wajah kartun - Gambar Kartun Muslimah Bersama Pasangannya

Beberapa waktu yang lalu ada kabar yang viral di media tentang seorang laki-laki remaja yang menikahi nenek-nenek yang sudah lanjut usia. Kejadian ini ternyata tidak hanya satu, tapi terjadi secara berulang. Ada juga seorang kakek-kakek tua yang menikahi seorang perempuan remaja. Fenomena pernikahan dengan rentang usia yang cukup jauh kian marak terjadi di Indonesia. sungguh fenomena yang sangat menarik bukan?

Cinta memang buta. Itulah adagium yang kita yakini sampai hari ini. Namun perkawinan dan pernikahan bukanlah hal yang dilakukan hanya berdasar kebutaan semata. Menikah adalah ibadah yang krusial, fase kehidupan penting dan membutuhkan perencanaan serta pertimbangan yang matang. Termasuk soal memilih pasangan. Salah dalam memilih pasangan, adalah awal dari sebuah bencana dalam rumah tangga. Tak jarang ia akan menjurus pada persoalan perceraian.

Menikah sejatinya tidak usah terburu-buru. Problem perceraian yang membeludak di Indonesia hari ini mayoritas disebabkan oleh pernikahan yang terlalu dini dan tanpa persiapan. Mentalitas, emosi dan cara berpikir adalah tiga komponen yang harus dipersiapkan dan dipermatang oleh seseorang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ketiga hal tersebut yang akan membantu seseorang, baik laki-laki ataupun perempuan, dalam menempuh dan menjalani manis-pahitnya rumah tangga.

Dalam Islam, mempersiapkan pernikahan sangatlah dianjurkan. Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW seringkali mewanti-wanti para sahabat untuk selektif dalam memilih pasangan hidup. Sekali lagi, menentukan pilihan pasangan adalah awal bagi seluruh cerita besar kehidupan rumah tangga yang akan dibangun. Apa saja kriteria pasangan yang diajurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dipilih sebagai pasangan hidup? Berikut beberapa poinnya.

 

  1. Memiliki Spiritualitas yang Baik

Agama tentu unsur yang paling penting dan fondasional. Agama dan keimanan yang menentukan apakah kehidupan rumah tangga seseorang akan sesuai dengan ajaran Allah SWT dan RasulNya atau tidak. Agama juga menjadi faktor penting yang akan menentukan keharmonisan dan kesejukan rumah tangga kita. Apa yang paling penting dari agama tentu saja nilai-nilai spiritualitasnya. Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi ukuran bagi seseorang untuk hidup ala kadarnya, menghadapi manis-pahitnya kehidupan dengan apa adanya.

Sumber data hadis dalam: Sahih al-Bukhari hadis no. 5090 dan Sahih Muslim no. 1466.

  1. Perawan

Rasulullah menganjurkan untuk mencari pasangan yang masih perawan. Beberapa Sahabat, ketika berkonsultasi kepada Nabi Muhammad SAW soal memilih pasangan, Nabi menganjurkan untuk mencari pasangan yang perawan. Jadi ada baiknya kita ikuti nasehat Nabi ini!

Sumber data hadis dalam: Musnad Abu Hanifah hadis no. 276 dan Musannaf Abdur Razaq hadis no. 10341.

  1. Subur

Selain perawan, Nabi juga menganjurkan untuk mencari perempuan yang subur. Pernikahan, tak pelak adalah salah satu media untuk memiliki keturunan. Kesuburan, baik di pihak laki-laki maupun perempuan, tentu saja merupakan syarat mutlak agar sunnatullah tersebut berjalan lancar. Dengan memiliki keturunan kita bisa mewarisi kebaikan-kebaikan yang sudah kita tanam dan membangun sebuah generasi yang baik.

Sumber data hadis dalam: Sunan Abu Dawud hadis no. 2052 dan Sunan Ibn Majah hadis no. 1846.

  1. Usia Matang; Tidak Terlalu Muda atau Terlalu Tua

Selain subur dan perawan, usia juga harus menjadi pertimbangan. Rasulullah menganjurkan untuk mencari pasangan yang tidak terlalu tua. Usia kematangan tentu bisa bervariasi, dan dalam beberapa kasus sama sekali tidak berkaitan dengan angka. Tapi dalam sebuah hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidak memilih pasangan yang lanjut usia. Usia yang terlanjur tua akan berpengaruh pada cara berpikir dan bersikap. Oleh karena itu, aka nada pekerjaan rumah yang sangat berat untuk dua orang pasang yang menikah dengan rentang waktu yang cukup jauh. Mereka harus menyamakan persepsi dan lain sebagainya.

Sumber data hadis dalam: Mu’jam Kabir Thabrani hadis no. 14416.

 

Itulah empat kriteria yang harus dijadikan pertimbangan bagi kalian yang hendak mencari pasangan hidup. Baik faktor agama, usia, status dan subur tidaknya berkaitan akan berfungsi membantu mengharmoniskan kehidupan rumah tangga. Pernikahan bukanlah ibadah yang hanya ditempuh dalam hitungan jam, hari ataupun minggu. Pernikahan adalah kehidupan itu sendiri. Maka mempersiapkan pernikahan tentu saja menjadi syarat utama tercapainya kebahagiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here