Lafal Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

66

Di Bulan Muharram, kita sangat dianjurkan berpuasa di dua momentum; Hari Tasu’a, yakni hari kesembilan di Bulan Muharram dan Hari Asyuro, yakni hari kesepuluh di Bulan Muharram. Berpuasa dan melakukan banyak amal ibadah di hari-hari tersebut sangatlah dianjurkan mengingat banyak sekali fadilah dan pahala yang telah Allah SWT siapkan di momentum-momentum tersebut.

Berpuasa tentu butuh niat. Berbeda dengan puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa sunnah seperti Puasa Tasu’a dan Puasa Asyuro dapat diniati, baik di malam harinya ataupun di siang harinya. Ketika kita berkehendak untuk berpuasa sejak malam hari, maka niat puasa Tasu’ah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَاسُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillâhi ta‘ala.

“Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

 

Baca Juga: Dalil Mengenai Keabsahan Puasa Tasu’a

 

Nah apabila kita lupa membaca niat di malam harinya, atau kita memang tidak berniat puasa sejak malam, tapi kemudian tergerak untuk melakukan puasa ketika hari mulai siang, kita tetap bisa melakukan puasa Tasu’ah dengan syarat kita belum mengkonsumsi apapun. Begini niatnya:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala

“Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here