Sikapi Karhutla, PBNU Tegaskan Tujuh Poin untuk Pemerintah dan Masyarakat

58
Sikapi Karhutla, PBNU Tegaskan Tujuh Poin / harakah.id
Sikapi Karhutla, PBNU Tegaskan Tujuh Poin / harakah.id

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi bencana yang hampir tiap tahun terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Data dari Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, sepanjang Januari hingga 15 September 2019, luas area kebakaran hutan di seluruh wilayah Indonesia mencapai 328.000 Ha. Jika dipersentasekan, angka tersebut merupakan 64% dari Karhutla sepanjang tahun lalu. Wilayah yang mengalami Karhutla di antaranya Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.

Di samping menimbulkan kerusakan alam dan lingkungan, Karhutla juga berdampak buruk bagi kesehatan. Bencana asap yang timbul akibat Karhutla tak hanya mengancam dan mengganggu warga setempat, tapi hingga ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Sejumlah aktivitas terhenti dan harus diliburkan, ratusan warga mengungsi, bahkan dilaporkan kabut asap telah menelan korban jiwa.

Mencermati kondisi tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jakarta 16 September 2019, menegaskan tujuh poin pernyataan sikap.

  1. Kepada pemerintah harus law enforcement atau penegakan hukum serta mengusut tuntas akar penyebab serta aktor di balik kebakaran hutan yang terjadi.
  2. Harus ada langkah-langkah pemadaman dan penanggulanan yang efektif dan sistematis, termasuk penanggulangan dampak kebakaran yang menyasar kepada warga dan juga dampak lingkungan dan ekosistem fauna yang ada.
  3. Pemerintah harus segara membangun ruang-ruang aman atau yang biasa disebut dengan save house dan juga memperbanyak layanan kesehatan di daerah terdampak asap. Bahkan, jika diperlukan, pemerintah juga harus siap melakukan tindakan evakuasi terhadap warga yang terdampak karhutla jika situasi mengharuskan tindakan tersebut.
  4. Kepada pihak-pihak terkait, terutama perusahaan swasta yang memiliki lahan di lokasi Karhutla harus bertanggungjawab untuk menanggulangi persoalan ini.
  5. Kepada masyarakat, mari bersama-sama membangun solidaritas sosial untuk menghadapi bencana ini. Kita harus berkomitmen untuk menyatukan pemahaman bahwa kebakaran yang terjadi adalah bagian dari perusakan lingkungan dan tidak boleh terjadi lagi di Indonesia.
  6. Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, terutama menjaga udara yang bersih dan sehat, PBNU mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakan penanaman tanaman dan pohon dimulai dari sekitar rumah, lingkungan sekitar, dan menghindari kegiatan yang menyebabkan polusi udara.
  7. Nahdlatul Ulama telah menurunkan tim relawan NU Peduli untuk secara sistematis membantu menanggungi kebakaran hutan, terutama dalam kerja-kerja kemanusiaan, termasuk dalam melakukan upaya pemadaman dan pembagian masker. Selanjutnya NU Peduli juga akan mendirikan pelayanan kesehatan termasuk save house di beberapa titik di daerah terdampak Karhutla.Nahdlatul Ulama juga mengintruksikan kepada Pengurus dan warga NU untuk melakukan shalat istisqa’ memohon pertolongan dari Allah SWT untuk segera diturunkan hujan agar kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan segera berhakhir.

Baca Juga : Perkuat Islam Moderat, Kerajaan Saudi Arabia Ingin Gandeng Nahdlatul Ulama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here