Tradisi Kirab dan Gunungan Suro di Temanggung

43

Popularitas Hari Asyuro sebagai hari yang istimewa tidak hanya bisa kita lihat dari anjuran-anjuran ibadah yang terdapat di dalamnya. Seperti berpuasa, melakukan shalat sunnah, membaca Surah al Ikhlas 1000x, dan amalan lainnya. Di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia, Hari Asyuro juga memiliki tempat yang spesial. Banyak sekali adat, kebiasaan dan tradisi yang diselenggerakan untuk menyambut dan merayakan kehadiran hari penting tersebut.

Bahkan, dari saking populernya, nama Asyuro dalam banyak kasus merupakan nama yang mewakili Bulan Muharram. Masyarakat lebih mengenal Bulan Suro, Suroan atau Sorah (red: Madura), dibandingkan nama Muharram. Bagi sebagian besar masyarakat Nusantara, Suro artinya ya bulan pertama dalam penanggalan tahun hijriyah. Ia mewakili keseluruhan hari dalam bulan Muharram.

Pada kesempatan kali ini, akan disuguhkan beberapa tradisi, adat dan kebiasaan masyarakat Nusantara dalam menyambut Asyuro atau Suro. Di balik tradisi-tradisi tersebut, kalau kita sadari betul, tersimpan pelajaran-pelajaran penuh hikmah terkait kehidupan, khususnya dalam proses mematangkan diri untuk bersiap menyambut tahun yang baru.

Selanjutnya, mari kita berangkat ke Temanggung:

 

Baca Juga: Tradisi Jamas Pusaka Dan Ganti Luwur di Bulan Suro

 

Di Temanggung acara menyambut Hari Asyuro juga tak kalah meriah, khususnya bagi masyarakat Traji di Parakan. Ada ritual khusus yang mereka lakukan untuk menyambut Suro. Warga Traji biasanya melakukan kirab sambil menggotong gunungan yang berisi hasil-hasil bumi berupa buah-buahan dan sayur-sayuran. Berbagai macam buah-buahan dan sayur-sayuran tersebut disusun sedemikian rupa sehingga tinggi menjulang menyerupai gunung.

Kirab biasanya dilakukan dengan mengelilingi desa. Di tengah-tengah kirab, keguyuban dan kerukunan tampak jelas dengan riuhnya obrolan serta wajah bahagia yang warga Traji perlihatkan. Di akhir acara, setelah membaca doa, gunungan berisi hasil bumi itu nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat sekaligus sebagai tanda berakhirnya kirab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here