Beranda Keislaman Doa 10 Sebab Ditolaknya Doa Seorang Hamba Menurut Ibrahim Bin Adham

10 Sebab Ditolaknya Doa Seorang Hamba Menurut Ibrahim Bin Adham

Harakah.idSebab ditolaknya doa seorang hamba menurut Ibrahim bin Adham ada 10 hal. Kesepuluh sebab ini penting diamati agar doa-doa kita bisa diterima oleh Allah SWT.

Berdoa merupakan salah satu inti dari ibadah, Allah Swt memerintahkan kita agar selalu berdoa kepada-Nya

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”  (Q.S. Al Baqarah : 186 ) .

Kita sangat dilarang untuk meminta dan berdoa kepada selain-Nya, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Saw.

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“ Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ’Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, Aku bersamanya bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut Nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutkan dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR Bukhari Muslim)

nucare-qurban

Tetapi, di saat sudah sering berdoa, namun merasa doa-doa yang dipanjatkan seperti tidak di kabulkan, sebaiknya jangan berburuk sangka terlebih dahulu kepada Allah, dan kita kenali dahulu apa yang membuat doa kita ditolak oleh-Nya.

Suatu hari, ulama terkenal di Bashrah yang bernama Ibrahim bin Adham berjalan-jalan di pasar Bashrah, orang orang mengerumuninya dan bertanya, “wahai Abu Ishaq – panggilan beliau, kami sudah lama memanjatkan doa keada Allah, tetapi mengapa doa kami tidak dikabulkan?, padahal Dia telah berfirman dalam kitab-Nya; Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan doa kalian/ al-Ghofir ayat 60,” Beliau menjawab, hal itu dikarenakan hati kalian telah mati dikarenakan sepuluh perkara.

Jadi menurut Ibrahim bin Adham, ada 10 sebab ditolaknya doa:

  1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan haknya.
  2. Kalian megaku mencintai Rasulnya-Nya tetapi kalian meninggalkan Sunnahnya.
  3. Kalian membaca al-Quran, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
  4. Kalian banyak diberi nikmat, tapi tidak mensyukurinya
  5. Kalian mengaku bahwa setan adalah musuh, tetapi kalian justru mengikuti langkahnya
  6. kalian mengaku bahwa surga benar adanya, namun kalian tidak melakukan amal-amal yang mengantarkan kepadanya
  7. Kalian mengaku bahwa neraka adalah benar adanya, tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya
  8. Kalian mengaku bahwa kematian adalah benar adanya, namun kalian tidak mempersiapkan diri ke sana
  9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, tetapi kalian lupa akan kekurangan diri kalian sendiri
  10. Kalian mengubur jenazah, akan tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa kematian

Namun ada juga sebab-sebab lain yang tidak kalah penting juga diperlukan agar doa kita bisa di kabulkan Allah yaitu:

  1. Hanya berdoa tanpa ikhtiar

Tidak mungkin Allah mengabulkan doa tetapi yang berdoa tidak mau berusaha, karena hukum sebab akibat juga merupakan sunatullah, contohnya, tidak mungkin doa seorang perempuan ingin mempunyai anak akan dikabulkan sedangkan dia belum menikah. Bagaimana mungkin doa seorang untuk diberi rezki yang berlimpah, namun dia malas bekerja dan berusaha.

Annas bin Malik berkisah, ada seorang laki-laki datang kepada Rasullullah Saw. dengan mengendarai onta, orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, aku ikat ontaku dulu baru bertawakal, atau aku biarkan saja dia lepas dan aku bertawakal,” Nabi bersabda ikat dulu ontamu, baru engkau bertawakal.

REKOMENDASI

Mengenal Gagasan Ibn Haitsam: Ilmuwan dan Filosof Muslim yang Terlupakan

Harakah.id - Ibn Haitsam mungkin adalah salah seorang ilmuan dan filosof Muslim yang jarang sekali dibicarakan. Popularitasnya kalah dengan ilmuan dan...

Kisah Perempuan dalam Jaringan Pendukung ISIS di Indonesia

Harakah.id - Perempuan memiliki peran jauh lebih penting dalam proses pembentukan klaster kelompok radikal. Kisah para perempuan berikut akan menunjukkan hal...

Dalam Pertempuran Melawan Virus, Dunia dan Kemanusiaan Tak Lagi [Hanya] Membutuhkan Kepemimpinan

Harakah.id - Virus, yang kemudian dikenal dengan nama Corona, sudah menyebar setahun dan menjangkiti jutaan manusia. Sebuah artikel dari Yuval Noah...

Peran Habib Rizieq dalam Lahirnya Sentimen Anti-Arab di Indonesia

Harakah.id - Habib Rizieq berikut Front Pembela Islam harus dilihat bukan hanya sebagai organisasi yang soliter, tapi juga percikan dari...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...