Beranda Keislaman Akidah 10 Syarah Kitab Aqidatul Awwam, Salah Satunya Karya Ulama Indonesia

10 Syarah Kitab Aqidatul Awwam, Salah Satunya Karya Ulama Indonesia

Harakah.id Terkait dengan syarah kitab Aqidatul Awwam, tercatat ada sebanyak 10 buah kitab. Berikut ini adalah 10 syarah kitab Aqidatul Awwam.

Kitab Aqidatul Awwam merupakan salah satu kitab yang populer dalam khazanah pesantren. Kitab ini disusun oleh Syaikh Sayyid Ahmad al-Marzuqi al-Asy’ari al-Maliki al-Mishri al-Makki (1205-1281 H./1790-1864 M.). Beliau adalah seorang ulama besar asal Mesir yang bermukim di Mekah al-Mukarramah pada abad kesembilan belas belas.  

Syaikh Zaini Dahlan (1232-1304 H./1816-1887 M.), Mufti Mazhab Syafi’i di Mekah dan guru ulama-ulama Nusantara, adalah salah satu murid Sayyid al-Marzuqi. Salah satu ulama Nusantara yang menjadi murid Syekh Zaini Dahlan adalah Syekh Nawawi Al-Bantani al-Jawi (1230-1316 H./1815-1899 M.).

Popularitas kitab Aqidatul Awwam mungkin terjadi karena beberapa hal. Pertama, jaringan murid Sayyid Ahmad al-Marzuqi yang pernah belajar kepada beliau di Mekah. Selama abad kesembilan belas, tradisi haji, moda transportasi yang lebih mudah, dan perkembangan modern lain telah menarik perhatian para pemuda dari berbagai belahan dunia untuk berkunjung ke Mekah. Selain untuk menunaikan ibadah haji, juga untuk memperdalam ilmu-ilmu keislaman.

Kedua, keindahan syair yang digubah Syekh Ahmad al-Marzuqi. Kitab Aqidatul Awwam berbentuk syair-syair indah yang berjumlah puluhan hingga ratusan bait. Ini membuat kitab ini mudah untuk dihafal dan diajarkan kepada para pelajar tingkat dasar, selain nyaman didendangkan. Di sini ada unsur intertainmen atau hiburan yang diselipkan.

Ketiga, banyaknya ulama yang memberi perhatian terhadap kitab Aqidatul Awwam. Baik dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, maupun dengan menulis komentar, syarah dan penjelasan. Terkait dengan syarah kitab Aqidatul Awwam, tercatat ada sebanyak 10 buah kitab. Berikut ini adalah 10 syarah kitab Aqidatul Awwam.

  1. Tahshilu Nailil Maram Li Bayani Manzhumah Aqidatil Awwam karya Syekh Ahmad al-Marzuqi
  2. Hasyiyah Faidh al-Malik al-‘Allam karya Syekh Abdullah Ahmad Mirdad al-Hanafi
  3. Hasyiyah Syaikh Yusuf bin Abdurrahman Al-Sunbulawini Al-Asyarqawi
  4. Nuruz Zhalam Syarah Manzhumah Aqidatil Awwam karya Syekh Nawawi al-Bantani
  5. Tashilul Maram Li Daris Aqidatil Awwam karya Syekh Ahmad al-Qhat’ani al-‘Isawi
  6. Nailul Maram Syarah Aqidatil Awwam karya Al-Qadhi Asad Hamzah al-Hanafi al-Maturidi
  7. Jala’ul Afham Syarah Aqidatil Awwam karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki
  8. Mujazul Kalam Syarah Aqidatil Awwam karya Syekh Muhammad bin Ali Ba’athiyyah
  9. Sa’adatul Anam Bi Syarhi Aqidatil Awwam karya Syekh Murad Abdullah Janabi
  10. Faidhus Salam ‘Ala Aqidatil Awwam karya Syaikh Syihabuddin Ahmad bin Ahmad al-Zawiyy.

Dari daftar di atas, dapat diketahui bahwa para ulama dari berbagai belahan dunia dan dari berbagai mazhab yang berbeda telah terlibat dalam pensyarahan kitab Aqidatul Awwam. Sekalipun kitab ini pada dasarnya disusun oleh ulama bermazhab Maliki-Asyari, ulama bermazhab Syafi’i, Hanafi, dan Maturidi tertarik memberikan ulasan dan syarah atas kitab ini. Ini menunjukkan tingkat penerimaan yang cukup tingga terhadap kitab tersebut.

Ulama asal Nusantara juga ada yang mendedikasikan karyanya untuk memperkaya kitab Aqidatul Awwam ini. Yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani dengan karyanya Nuruz Zhalam Syarah Aqidatil Awwam. Syaikh Nawawi al-Bantani adalah murid Syaikh Zaini Dahlan yang merupakan murid Syakh Ahmad al-Marzuqi, penulis Aqidatul Awwam. Ketiganya merupakan ulama yang tinggal di Mekah dari tiga generasi yang berbeda pada abad kesembilan belas.

Demikian sedikit ulasan tentang 10 syarah kitab Aqidatul Awwam. Semoga bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...