Beranda Keislaman Akhlak 3 Tanda Orang Alim, Pertama, Tidak Menghina Orang yang Lebih Bodoh

3 Tanda Orang Alim, Pertama, Tidak Menghina Orang yang Lebih Bodoh

Harakah.id – Di dalam kitab al-Adab al-Syar’iyyah, Ibn Muflih menukil sebuah perkataan dari Abu Hazim bahwa ada 3 tanda orang alim. Pertama, tidak menghina orang yang lebih bodoh.

Seorang pencari ilmu dan orang yang berilmu memiliki kedudukan yang istimewa di dalam Islam dan diperlakukan begitu istimewa oleh Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjamin rejeki dan derajat orang-orang yang mencari ilmu. Di dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa para malaikat membentangkan sayapnya bagi para pencari ilmu sembari mendoakan mereka.

Namun hari ini, agak rumit bagi kita untuk membedakan orang-orang yang benar-benar berilmu dengan mereka yang pura-pura alim padahal bodoh. Di tengah jaman hoax hari ini, banyak orang berebut untuk dikatakan alim dan mendapatkan tempat dalam tatanan sosial. Tak jarang kita temukan, dari mulut orang-orang yang dianggap alim dan dirujuk ilmunya ini kita mendapati banyaknya cacian, hinaan kepada orang lain, ujaran kebencian dan hal-hal tercela lainnya.

Baca Juga: Kita Adalah Lingkungan Kita, Berhati-hatilah Memilih Teman!

Bagaimana mengetahui sosok orang yang benar-benar alim? Apa tanda-tanda orang alim yang bisa kita gampang identifikasi? Di dalam kitab al-Adab al-Syar’iyyah, Ibn Muflih menukil sebuah perkataan dari Abu Hazim:

لا يكون العالم عالما حتى يكون فيه ثلاث خصال: لا يحقر من دونه في العلم ولا يحسد من فوقه ولا يأخذ دنيا

Menurut Abu Hazim, ada tiga tanda orang yang disebut alim;

Pertama, Orang alim tidak menghina orang yang lebih bodoh. Ilmu yang dimiliki seseorang yang betul-betul memilikinya selamanya akan melahirkan ketundukan dan kerendahan hati. Layaknya padi, semakin ia berisi, semakin ia merunduk dan merendah. Ilmu yang melahirkan kesombongan, apalagi digunakan untuk menghina orang yang dia anggap bodoh, adalah ilmu yang palsu dan bisa dipastikan pelakunya bukanlah orang alim.

Kedua, orang yang alim tidak akan memiliki rasa dengki orang yang lebih pintar. Perlu dibedakan makna antara hasad dan ghibtah. Iri atau cemburu ada yang baik dan ada yang buruk. Iri yang baik wajib dimiliki orang seorang pelajar. Karena ia akan memompa motivasi dan semangatnya dalam belajar. Nah dengki adalah sifat iri yang negatif, yang seyogyanya tidak dimiliki oleh seorang yang berilmu.

Baca Juga: Gagal Berzina Gara-Gara Sebuah Buku, Kisah Penuh Hikmah

Ketiga, orang yang alim tidak memiliki tempat bagi dunia di hatinya. Dunia tidak mengisi niat dan bukan menjadi tujuannya. Tujuannya adalah ilmu sendiri dan ridho Allah SWT. Mereka yang belajar, mengklaim dirinya alim tapi memanfaatkan ilmunya demi mendapatkan harta dan tahta, sejatinya bukanlah orang alim yang sebenarnya. Itulah tiga tanda utama orang alim menurut Abu Hazim, sebagaimana yang dikutip oleh Ibn Muflih dalam kitabnya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...