Beranda Keislaman Ibadah 3 Tingkatan Puasa Menurut Imam Ghazali, Masuk Tingkatan Mana Puasa Kita?

3 Tingkatan Puasa Menurut Imam Ghazali, Masuk Tingkatan Mana Puasa Kita?

Harakah.id – Imam Al-Ghazali membagi puasa menjadi tingkatan, puasa umum, puasa khusus, puasa paling khusus

Puasa adalah menahan haus dan lapar dari sejak terbit matahari sampai terbenam matahari. Dalam pandangan ulama fikih, puasa dikatakan batal bila melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Misalnya, makan, minum, berhubungan suami-istri, dan lain-lain. Sementara melakukan maksiat seperti mencuri dan mencaci-maki tidak disebut sebagai perkara yang membatalkan puasa.

Hal ini tentu berbeda dengan ulama tasawuf. Bagi mereka, puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menahan hati dan anggota tubuh untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah Swt. Sebab itu, Imam al-Ghazali membagi puasa menjadi tingkatan. Tiga tingkatan puasa tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, puasa umum, yaitu menahan perut dan kemaluan dari segala hal yang membatalkan puasa. Dalam pandangan awam, puasa menahan diri dari makan dan minum, serta berhubungann suami istri. 

Kedua, puasa khusus, yaitu menahan anggota tubuh, semisal kaki, tangan, lisan, dan anggota tubuh lainnya dari segala hal yang dapat merusak kesempurnaan ibadah puasa. Orang yang sudah sampai pada tingkatan ini, dia tidak hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menahan mulutnya untuk tidak membicarakan orang lain; menahan tangannya untuk tidak mencuri; menahan kakinya untuk tidak melangkah kepada tempat yang diharamkan Allah.

Ketiga, puasa paling khusus, yaitu menahan hati dari segala perbuatan yang bisa membawa kehinaan, terlalu fokus pada dunia, dan memikirkan selain Allah. Orang yang sudah sampai pada level ini, berkeyakinan bahwa setiap sesuatu yang bisa mengalihkan hati dan pikirkan kepada selain Allah berati itu termasuk membatalkan puasa.

Demikianlah tiga tingkatan puasa dalam pandangan Imam al-Ghazali. Semoga puasa yang kita lakukan bisa naik level agar puasa yang dikerjakan tidak sekedar menahan haus dan lapar saja.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...