Beranda Muslimah 3 Tugas Seorang Ibu dalam Mendidik Anak-Anaknya

3 Tugas Seorang Ibu dalam Mendidik Anak-Anaknya

Harakah.idInilah 3 tugas seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya agar terwujud keluarga islami dan harmonis.

Untuk membangun sebuah keluarga yang islami dan harmonis, orang tua memiliki peran penting. Selain ayah, ibu juga punya peran yang tidak kalah penting dibanding ayah. 

Dalam mendidik anak-anak, seorang ibu memiliki tiga unsur penting. Penyair arab menyebutkan bahwasanya seorang ibu ialah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Adapun peranan ibu dalam mendidik anak-anaknya yaitu :

  1. Ibu sebagai sumber pemenuhan kebutuhan anak

Seorang ibu dari masa kehamilan, sudah memberikan pemenuhan kebutuhan pada janin dalam kandungannya. Ketika anak lahir, seorang ibu juga memenuhi kebutuhan dengan anak dengan memberikan asupan ASI yang cukup, dan pemenuhan kebutuhan lainnya. Pada dasarnya kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Kebutuhan fisik ini meliputi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal.

Kebutuhan psikis yaitu seorang ibu memberikan rasa aman, kasih sayang dihargai, juga diterima untuk si anak. Dalam sosial, seorang ibu hendaklah memberikan kesempatan bagi si anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya dan masyarakat. Kemudian kebutuhan spiritual, memberikan pendidikan bagi anak agar mengerti kewajibannya kepada Allah swt, Rasul-Nya, orang tua dan saudaranya.

Seorang ibu haruslah mampu menciptakan ikatan emosional dengan anaknya. Layaknya sebagai panutan, dan sahabat bagi anak-anaknya. Jadi, anak pun tidak akan memendam masalah dan terbuka layaknya seorang sahabat sejati. Dengarkanlah pendapat anak, menerima pendapatnya dan mampu berkomunikasi pada anak. Pastilah anak akan timbul rasa dihargai, dan diterima keberadaannya. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, tau cara menghargai orang lain, tenggang rasa dan sikap toleransi yang tinggi.

  1. Ibu sebagai teladan bagi anak-anaknya

Selain menjadi sahabat, seorang ibu juga berperan layaknya guru yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Dalam memberikan teladan pada anak tidak hanya berucapkan dengan lisan, melainkan perbuatan yang kita contohkan didepan anak akan ditiru oleh anak kita nantinya. Perkembangan anak, proses identifikasi muncul sejak usia 3-5 tahun. Pada saat ini, anak cenderung menjadikan ibunya orang yang memenuhi segala kebutuhannya. 

Disini jelaslah bahwasanya perkembangan kepribadian anak bermula dari keluarganya, dengan cara anak mengambil nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya baik secara sadar maupun tidak sadar. Dalam hal ini, ayah dan ibu haruslah memberikan contoh yang baik didepan anak-anak. Sering terjadi orang tua menasehati anak-anaknya, tetapi mereka tidak melakukannya. Tindakan ini akan berpangaruh pada mindset anak dan menyebabkan anak tidak mengambil nilai,norma yang ditanamkan orang tuanya.

  1. Ibu sebagai pemberi stimulus bagi perkembangan anak

Pada waktu kelahiran anak, pertumbuhan berbagai organ dalam dirinya belum sepenuhnya lengkap. Perkembangan organ ini sangat dipengaruhi oleh rangsangan yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan seorang ibu dapat memperkaya pengalaman dan perkembangan pada kognitif anak. Stimulasi verbal dari ibu akan memperkaya kemampuan bahasa pada anak. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan ditentukan oleh beberapa rangsangan dari ibunya. Inilah alasan mengapa seorang anak bayi sangat cepat dalam memanggil ibunya dengan sebutan “mama, ma, mi, atau mak, dll”. Sikap kasih sayang ibu dapat memberikan anak pengalaman, menerima, menghargai dan besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadiannya kelak.

Demikian ulasan singkat tugas seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya. Semoga ulasan singkat tentang tugas seorang ibu ini dapat memberi tambahan wawasan.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...