fbpx
Beranda Keislaman Ibadah 4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

Harakah.id Puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan diwajibkannya puasa.

- Advertisement -

Puasa telah menjadi cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Berbagai agama di dunia telah mengenal tradisi ini sejak ribuan tahun lalu. Islam juga mengajarkan puasa sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.

Berbeda dengan agama lain, puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan diwajibkannya puasa, yaitu:

  • Meningkatkan Ketakwaan

Allah Swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS al-Baqarah: 183).

Dalam puasa terdapat usaha keluar dari keinginan nafsu menuju perintah Allah Swt, membebaskan dorongan nafsu menuju ketentuan syariat, mendahulukan cinta Allah daripada selain-Nya. Semua itu, mendorong jiwa untuk melaksanakan taat dan menjauhi penyimpangan, menerpa hati untuk selalu ikhlas karena Allah Swt.

Ketika nafsu merasa kenyang, maka akan mendorong berbuat maksiat dan penyimpangan. Sebaliknya, jika lapar, dia terdorong berbuat taat dan mengingat tuhannya.

  • Mengendalikan Nafsu

Rasa lapar dan dahaga dapat melemahkan keinginan nafsu untuk berbuat maksiat. Karena maksiat yang paling merusak dan membahayakan bagi individu maupun masyarakat adalah yang berhubungan dengan syahwat perut dan kelamin, maka Allah menundukkannya dengan cara puasa.

Rasulullah Saw bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

“Wahai para pemuda, barang siapa dari kalian yang mampu biaya nikah, maka hendaklah ia menikah, karena itu lebih bisa memejamkan mata dan menjaga farji” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Melipatkan Pahala Ibadah

Ibadah puasa Ramadan menjadikan ibadah lainnya dilipatkan pahalanya. Di antara ibadah lain itu adalah:

  1. Sedekah
  2. Shalat malam
  3. Menghidupkan Lailatulkadar dengan ibadah
  4. Membaca al-Quran
  • Mensyukuri Kemudahan Syariat Allah

Orang yang mempelajari fikih puasa akan menemukan berbagai kemudahan dalam ketentuan-ketentuan puasa. Misalnya, puasa hanya wajib bagi orang-orang yang memenuhi syarat. Orang yang tidak mampu karena usia, dapat mengganti puasanya dengan sedekah makanan kepada orang miskin. Orang yang sakit, musafir, ibu hamil dan ibu menyusui juga boleh tidak berpuasa dengan ketentuan tertentu. Allah SWT berfirman,

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Maka kita bersyukur atas segala hikmah yang terkandung dalam perintah puasa Ramadan. Juga bersyukur atas keringanan dan kemudahan yang Allah berikan dalam menjalankannya.

REKOMENDASI

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.id - Mbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen...

Bukan Untuk Diperdebatkan Haram-Halalnya, Maulid Nabi Adalah Momentum Meniru Keteladanan Muhammad

Harakah.id - Maulid Nabi sebenarnya adalah momentum berharga untuk meniru dan belajar dari keteladanan Nabi Muhammad. Maulid Nabi bukan justru waktu...

Kiai Abbas Di Pertempuran Surabaya 1945, Dari Membentuk Telik Sandi Sampai Menghancurkan Pesawat Dengan...

Harakah.id - Kiai Abbas di pertempuran Surabaya 1945 tidak hanya berperan sebagai pasukan, tapi juga komandan dan perumus strategi perlawanan. Selain...

Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Harakah.id - Felix Siauw kembali membuat negeri ini heboh. Heboh sebab pembatalan surat edaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Disdik Babel) yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...