Beranda Khazanah 5 Cara Tepat Mengajarkan Anak Balita Belajar Mengaji yang Mujarrab

5 Cara Tepat Mengajarkan Anak Balita Belajar Mengaji yang Mujarrab

Harakah.idMengajari anak mengaji sejak dini menjadi strategi utama dalam mewujudkan keinginan ini. Tetapi, mendorong anak untuk mengaji sejak dini bukan perkara mudah. Anak-anak pada umumnya masih dikendalikan oleh emosi mereka yang labil.

Para orang tua senantiasa mengharapkan yang terbaik untuk buah hatinya. Di antaranya adalah mengharapkan anak bisa mengaji Al-Quran. Ini tentu harapan yang tidak mudah diwujudkan. Perlu usaha keras dari orang tua agar anak-anaknya bisa mengaji Al-Quran.

Mengajari anak mengaji sejak dini menjadi strategi utama dalam mewujudkan keinginan ini. Tetapi, mendorong anak untuk mengaji sejak dini bukan perkara mudah. Anak-anak pada umumnya masih dikendalikan oleh emosi mereka yang labil.

Lalu apa tips-tips yang bisa dilakukan agar anak mau mengaji Al-Quran? Berikut adalah rangkumannya:

  1. Biasakan anak mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur’an setiap harinya

Witing treno jalaran soko kulino. Begitulah pepatah Jawa mengatakan. Artinya, senang karena kita sudah terbiasa. Melakukan yang disenangi memiliki  kelebihan tersendiri. Pertama kita bisa lebih bersemangat mengerjakan aktifitas tersebut. Kedua, kita juga akan lebih betah menjalani prosesnya. Untuk menciptakan suasana menyenangkan, kita harus mulai membiasakan. Begitu pula mengajar mengaji anak-anak. Mereka harus dibuat senang terlebih dahulu dengan cara dibiasakan. Bisa di antaranya dengan membiasakan memperdengarkan bacaan Al-Quran.

Saat ini ada begitu banyak murattal Al-Quran di internet yang bisa dimanfaatkan secara gratis. Atau jika anda ingin lebih aman, anda dapat membeli speaker aktif yang berisi program murattal untuk anak. Ini patut dicoba.

  1. Berikan pemahaman mengenai kewajiban untuk belajar mengaji

Anak-anak harus diberi pemahaman yang baik terlebih dahulu akan pentingnya mengaji. Misalnya, dengan memberikan nasihat melalui cerita, dongeng, dan melalui cara-cara lainnya yang bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak tentang kewajiban mengaji.

Dengan menjelaskan kewajiban belajar mengaji, diharapkan anak-anak dapat termotivasi untuk mulai mengaji.

  1. Memperkenalkan huruf-huruf Hijaiyah

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan huruf hijaiyah. Anda dapat mulai membuat potongan-potongan huruf hijaiyah di kertas yang terpisah-pisah. Mulai dari alif, ba’, ta’, tsa’ dan seterusnya. Gunakan ilustrasi yang mudah dipahami anak. Misalnya, huruf yang seperti tiang listrik untuk menjelaskan huruf alif. Huruf yang seperti perut buncit untuk menjelaskan huruf ain. Anda dapat memodifikasi dengan narasi-narasi yang lucu sehingga anak tertantang dan terpancing tertawa. Gunakan gambar lucu dengan mengeprint dari internet.

Tempelkan gambar abjad hijaiyah di dinding agar anak dapat melihatnya setiap saat.

  1. Memberikan anak buku Iqra terlebih dahulu

Tidak ada salahnya kita mulai memperkenal buku belajar mengaji paling dasar seperti Iqra’ atau Qaidah Baghdadiyah. Memperkenalkan buku-buku ini akan menambah interaksi anak-anak dengan buku-buku Al-Quran. Mulailah mengajar dari halaman pertama, kedua, dan seterusnya.  

  1. Mengajak anak belajar mengaji di TPA atau TPQ

Anak-anak terkadang suka tantangan dan pengalaman baru. Karena itu, tidak ada salah jika anda mulai mengajak anak anda pergi ke Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) terdekat. Di masjid, musalla atau rumah warga di komplek atau perkampungan Muslim hari ini jamak dididirikan lembaga pendidikan semacam ini.

Belajar bersama teman akan dapat menumbuhkan semangat tersendiri dalam diri anak. Selain belajar Al-Quran mereka juga akan belajar berinteraksi yang sangat penting bagi kehidupan mereka di masa depan.

Demikian tips singkat mengajari anak belajar mengaji Al-Quran. Semoga anak-anak kita bisa menjadi generasi yang dekat dengan Al-Quran dan membahagiakan orang tuanya di masa depan.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...