fbpx
Beranda Khazanah 5 Cara Tepat Mengajarkan Anak Balita Belajar Mengaji yang Mujarrab

5 Cara Tepat Mengajarkan Anak Balita Belajar Mengaji yang Mujarrab

Harakah.idMengajari anak mengaji sejak dini menjadi strategi utama dalam mewujudkan keinginan ini. Tetapi, mendorong anak untuk mengaji sejak dini bukan perkara mudah. Anak-anak pada umumnya masih dikendalikan oleh emosi mereka yang labil.

Para orang tua senantiasa mengharapkan yang terbaik untuk buah hatinya. Di antaranya adalah mengharapkan anak bisa mengaji Al-Quran. Ini tentu harapan yang tidak mudah diwujudkan. Perlu usaha keras dari orang tua agar anak-anaknya bisa mengaji Al-Quran.

Mengajari anak mengaji sejak dini menjadi strategi utama dalam mewujudkan keinginan ini. Tetapi, mendorong anak untuk mengaji sejak dini bukan perkara mudah. Anak-anak pada umumnya masih dikendalikan oleh emosi mereka yang labil.

Lalu apa tips-tips yang bisa dilakukan agar anak mau mengaji Al-Quran? Berikut adalah rangkumannya:

  1. Biasakan anak mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur’an setiap harinya

Witing treno jalaran soko kulino. Begitulah pepatah Jawa mengatakan. Artinya, senang karena kita sudah terbiasa. Melakukan yang disenangi memiliki  kelebihan tersendiri. Pertama kita bisa lebih bersemangat mengerjakan aktifitas tersebut. Kedua, kita juga akan lebih betah menjalani prosesnya. Untuk menciptakan suasana menyenangkan, kita harus mulai membiasakan. Begitu pula mengajar mengaji anak-anak. Mereka harus dibuat senang terlebih dahulu dengan cara dibiasakan. Bisa di antaranya dengan membiasakan memperdengarkan bacaan Al-Quran.

nucare-qurban

Saat ini ada begitu banyak murattal Al-Quran di internet yang bisa dimanfaatkan secara gratis. Atau jika anda ingin lebih aman, anda dapat membeli speaker aktif yang berisi program murattal untuk anak. Ini patut dicoba.

  1. Berikan pemahaman mengenai kewajiban untuk belajar mengaji

Anak-anak harus diberi pemahaman yang baik terlebih dahulu akan pentingnya mengaji. Misalnya, dengan memberikan nasihat melalui cerita, dongeng, dan melalui cara-cara lainnya yang bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak tentang kewajiban mengaji.

Dengan menjelaskan kewajiban belajar mengaji, diharapkan anak-anak dapat termotivasi untuk mulai mengaji.

  1. Memperkenalkan huruf-huruf Hijaiyah

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan huruf hijaiyah. Anda dapat mulai membuat potongan-potongan huruf hijaiyah di kertas yang terpisah-pisah. Mulai dari alif, ba’, ta’, tsa’ dan seterusnya. Gunakan ilustrasi yang mudah dipahami anak. Misalnya, huruf yang seperti tiang listrik untuk menjelaskan huruf alif. Huruf yang seperti perut buncit untuk menjelaskan huruf ain. Anda dapat memodifikasi dengan narasi-narasi yang lucu sehingga anak tertantang dan terpancing tertawa. Gunakan gambar lucu dengan mengeprint dari internet.

Tempelkan gambar abjad hijaiyah di dinding agar anak dapat melihatnya setiap saat.

  1. Memberikan anak buku Iqra terlebih dahulu

Tidak ada salahnya kita mulai memperkenal buku belajar mengaji paling dasar seperti Iqra’ atau Qaidah Baghdadiyah. Memperkenalkan buku-buku ini akan menambah interaksi anak-anak dengan buku-buku Al-Quran. Mulailah mengajar dari halaman pertama, kedua, dan seterusnya.  

  1. Mengajak anak belajar mengaji di TPA atau TPQ

Anak-anak terkadang suka tantangan dan pengalaman baru. Karena itu, tidak ada salah jika anda mulai mengajak anak anda pergi ke Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) terdekat. Di masjid, musalla atau rumah warga di komplek atau perkampungan Muslim hari ini jamak dididirikan lembaga pendidikan semacam ini.

Belajar bersama teman akan dapat menumbuhkan semangat tersendiri dalam diri anak. Selain belajar Al-Quran mereka juga akan belajar berinteraksi yang sangat penting bagi kehidupan mereka di masa depan.

Demikian tips singkat mengajari anak belajar mengaji Al-Quran. Semoga anak-anak kita bisa menjadi generasi yang dekat dengan Al-Quran dan membahagiakan orang tuanya di masa depan.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Harakah.id – Menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah sunnah. Namun di masa pandemi, ketika berkontak fisik dilarang, apakah kesunnahannya berangsur...

Tradisi Bertawassul Sudah Ada Sejak Zaman Ulama Salaf, Ini Buktinya…

Harakah.id - Pada zaman ini sebagian umat Islam dibingungkan tentang boleh tidaknya tawassul. Padahal tawassul sudah menjadi amalan rutin kebanyakan kaum muslimin. Entah dari...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...