Beranda Keislaman Doa 5 Macam Bacaan Doa Setelah Tasyahud Akhir untuk Keselamatan Dunia Akhirat

5 Macam Bacaan Doa Setelah Tasyahud Akhir untuk Keselamatan Dunia Akhirat

Harakah.idSetelah melaksanakan tasyahud akhir, kita disunahkan untuk membaca do’a-doa. Imam Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi dalam karyanya, al-Adzkar menulis bab khusus tentang bacaan do’a-doa setelah tasyahud akhir.

Dalam melaksanakan sholat, kita tentunya melaksanakan tasyahud akhir. Tasyahud akhir ini merupakan salah satu rukun sholat. Jadi bila kita meninggalkan tasyahud akhir ini, sholat kita tentunya batal, bahkan tidak dianggap sholat.

Setelah melaksanakan tasyahud akhir, kita disunahkan untuk membaca do’a-doa. Imam Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi dalam karyanya, al-Adzkar menulis bab khusus tentang bacaan do’a-doa setelah tasyahud akhir.

Terdapat sebuah keterangan hadits sebagaimana berikut :

إِذَا فَرَغَ أَحُدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْاَخِيْرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ اَرْبَعٍ : مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شّرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Artinya : apabila salah seorang dari kalian selesai dari tasyahud akhir, maka  mintalah perlindungan dari Allah dari empat hal: dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, fitnah hidup dan mati, serta kejelekan masih al-Dajjal. (HR. Muslim)

Dalam hal ini, artikel ini akan melampirkan doa-doa ma’tsur yang datangnya dari hadits-hadits nabi Muhammad saw.

Pertama, diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah RA bahwasanya nabi SAW. berdoa di dalam sholat :

اَلَلهُمَّ إِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فتْنَةِ الْمَحْيَا وَ الْمَمَاتِ  اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadamu dari fitnah masih al-dajjal. Aku berlindung kepadamu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari perbuatan dosa dan kerugian. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Diriwayatkan dari kitab Shahih Muslim dari Sayyidina Ali KW. Berkata : Rasulullah SAW. bila bangun untuk sholat, maka diantara tasyyahud dan salam ia membaca doa :

اَلَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَسْرَفْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مَنِّيْ اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا اِلهَ اِلَّا اَنْتَ

Artinya : Ya Allah, ampunilahaku, baik dosa-dosa yang telah lalu, akan tejadi. Baik dosa yang tersembunyi dan terang-terangan. Baik dosa yang melampaui bata dan dosa yang engkau lebih tahu daripada aku. Engkau dzat yang Maha Mendahulukan dan Mengakhirkan. Tidak ada tuhan selain engkau. (HR. Muslim)

Ketiga, Diriwayatkan dari kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash dari Abu Bakr ash-Shiddiq RA. bahwasanya ia berkata pada Rasulullah, ‘ajarilah aku do’a yang aku berdo’a di dalam sholatku. Nabi Saw. bersabda :

اَلَّلهُمَّ ظَلَمْتُ اِنِّيْ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ فَاغْفِرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya diriku telah banyak berbuat dzalim. Tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan yang ada di sisimu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, Diriwayatkan dengan sanad yang shahih di dalam Sunan Abi Dawud dari Abi Sholih Dzakwan dari sebagaian sahabat-sahabat nabi SAW. berkata : Nabi SAW. bersabda kepada seseorang, ‘Apa yang kau baca di dalam shalat ?’ Kemudia orang tersebut berkata, ‘Aku bertasyahud dan berdoa :

اَلَلهُمَّ اِنِّى اَسْأَلَكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari (siksa) neraka. (HR. Abu Dawud)

Sesungguhnya aku tidak bisa memperbagus perkataanmu dan Mu’adz yang tidak tahu maknanya. Kemudian nabi SAW. bersabda, ‘disekitarnya adalah surga dan neraka’.

Kelima,  termasuk dari kesunahan membaca doa di setiap tempat adalah doa sebagaimana berikut :

اَلَّلهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ الْهَدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu maaf dan afiat. Ya Alah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan petunjuk, ketakwaan, kesalehan dan kelimpahan. (HR. Tirmidzi)

Demikian artikel singkat tentang aneka doa yang disunahkan dibaca setelah tasyahud akhir dan sebelum salam. Mari kita sama-sama belajar mengamalkan untuk semata-mata mendapatkan rahmat-Nya. Semoga bermanfaat. Sekian. Terima kasih.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...