5 Nama Bintang yang Disebutkan dalam Al–Qur’an, Tanda Kebesaran Tuhan

0
418

Harakah.idDalam Al–Qur’an, bintang disebutkan dalam beberapa istilah yang berbeda. Berikut penjelasannya.

Menurut KBBI, bintang adalah benda langit yang terdiri atas gas menyala seperti matahari, terutama tampak pada malam hari, planet atau gugusan planet yang menjadi pegangan dalam astrologi. Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri.

Kemudian dalam kitab Miracles of Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahwa bintang adalah benda langit yang tersebar di langit dunia, mereka berbentuk bulat atau semi bulat, bergas, mudah terbakar, memancarkan cahaya dan saling berhubungan satu sama lain melalui gravitasi meskipun struktur pembentukan mereka adalah gas. Dalam Al–Qur’an, bintang disebutkan dalam beberapa istilah yang berbeda. Artikel “5 Nama Bintang yang Disebutkan dalam Al–Qur’an, Tanda Kebesaran Tuhan” ini akan sedikit mengupasnya. Berikut penjelasannya :

  1. An-Najm Q.S An – Nahl ayat 16

وَعَلٰمٰتٍۗ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ  

Artinya : 16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.

Kata an-najm adalah bentuk isim dari najama-yanjumu, yang bermakna tala’a (terbit) atau zahara (tampak). Kata An – Najm disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 12 kali. Yaitu dalam surat :  At-Thariq ayat 2-3, Ar – Rahman ayat 5-7, an-Nahl ayat 15 – 17, al-Mursalat ayat 8-10, at-Takwir ayat 2-3, as-Saffat ayat 87-90, al-Tur ayat 49, an-Najm ayat 1-2, an-Nahl ayat 12, al-Hajj ayat 18, al-Waqi’ah ayat 75-76, al-An’am ayat 97.

Penyebutan bintang dalam al-Qur’an secara umum ialah an-Najm. Sedangkan Di dalam tafsir al-Maraghi yang disebut an-Najm adalah bintang-bintang yang beredar pada tempat-tempat peredarannya, dan tidak melampaui falak-falaknya, yakni bintang-bintang yang dengan itu kamu mendapat petunjuk di padang pasir dan padang belantara, baik di tempat tinggalmu maupun ketika kamu dalam perjalanan, juga di lautan.

  1. Al – Buruj Q.S Al – Furqan ayat 61

وَعَلٰمٰتٍۗ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ  

Artinya : 16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.

Kata Buruj ialah bentuk jamak Burj berasal dari Baroja, Barjan yang bermakna zahara, zuhuran, dan irtafa’a, irtifa’an di dalam bahasa Indonesia yang berarti tampak atau muncul. Inilah Burj yang jamaknya Buruj diartikan sebagai Qoshr (istana) dan Hishn (benteng). Kata al-Buruj adalah bentuk jamak dari kata al-Burj yang bermakna bangunan tinggi dan nampak secara lahir yang dibangun pada keempat sudut benteng.

Kata Al-Burj disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak empat kali. Yakni tercantum dalam surat an-Nisa’ ayat 77, Al-Hijr ayat 16, al – Furqana ayat 61, dan surah al-Buruj.

Apabila dikaitkan dengan fenomena langit, al-Burj  lebih tepat ditafsirkan sebagai gugusan bintang. Yakni letak bintang yang tampak dilangit dalam bentuk yang beragam dan terbagi atas dua belas macam yang masing-masing disebut rasi. Bumi dan benda benda langit lain akan melewati gugusan bintang itu setiap kali berputar mengelilingi matahari.

  1. Al – Kawakib Q.S Yusuf ayat 4

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ

Artinya :  4. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Kata al-Kawakib adalah bentuk jamak dari Kawkab, yang berarti bintang atau planet. Dengan demikian al-Kawakib artinya bintang-bintang atau planet-planet. Kata ini disebut dalam al-Qur‟an sebanyak 5 kali, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak yaitu dalam surat an-Nur ayat 35, al-‘An’am ayat 76, Yusuf ayat 4, al-Infitar ayat 2, as-Saffat ayat 6.

Kata al-Kaukab ini lebih merujuk pada arti planet. Walaupun al-Kaukab juga diartikan untuk makna bintang, namun para ulama menjelaskan adanya  perbedaan antara al-Najm dan al-Kaukab. Perbedaannya adalah bahwa an-Najm merupakan bintang yang cahayanya bersumber dari dalam dirinya sendiri, sedangkan al-Kaukab hanya memantulkan cahaya dari benda lain.

Dalam kitab Mu’jamal-Wasit, kata al-Kaukab diartikan sebagai benda langit yang selalu mengitari matahari. Kemudian jika dikihat dengan ilmu pengetahuan/sains, kriteria tersebut lebih menunjuk pada makna planet seperti halnya bumi yang senantiasa berotasi mengelilingi matahari.

  1. At – Thariq Q.S At – Thariq ayat 1

وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِ 

Artinya : 1. Demi langit dan yang datang pada malam hari.

Kata al-Thariq berasal dari kata Taraqa, bermakna mengetuk atau memukul sesuatu sehingga menimbulkan suara akibat ketukan atau pukulan itu. Dalam tafsir al-Maraghi, al-Thoriq diartikan sebagai bintang-bintang yang datang di malam hari, yaitu bintang-bintang tertentu yang sinarnya mampu menembus kepekatan  malam hari dan bisa di pakai sebagai petunjuk baik di darat maupun di laut.

Sedangkan dalam tafsir al-Jawahir sebagaimana diikuti dalam Tafsir Salman bahwa kata al-Thariq secara bahasa adalah orang yang menyusuri jalan baik pada waktu malam atau siang hari. Adapun kata al-Thariq digunakan juga untuk bintang yang muncul pada waktu malam hari.

  1. Al – Khunnas  Q.S At – Takwir ayat 15 – 16

فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ  الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ

Artinya : 15. Aku bersumpah demi bintang – bintang 16. yang beredar dan terbenam,    

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a‚ Fala uqsimu bil khunnasil-jawaril-kunnasi maksudnya adalah bintang-bintang yang bersembunyi di siang hari.” Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan menyapu bersih, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,” yaitu apabila malam telah semakin gelap.

Sebagian ulama berpendapat lain bahwa bintang-bintang yang dimaksud adalah Utarid, Az-Zuhrah, Al-Mirrikh, Al-Musytary dan Zuhal. Sebab bintang-bintang tersebut beredar seiring dengan matahari. Jika matahari terbit maka bintang tersebut hilang dari pandangan mata, dan apabila matahari telah tenggelam, maka bintang tersebut muncul kembali.

Dari penjelasan di atas, bahwa Al – Qur’an menyebut bintang dalam beberapa istilah. Hal inilah yang menunjukkan bahwa Al – Qur’an sebagai sumber atau dasar semua ilmu pengetahuan. Bagaimana tidak, manusia menemukan keilmuan bintang ini bersama ilmu astronomi yang kian berkembang. Sedangkan Al-Qur’an sudah menyebut dan menjelaskannya sejak berabad abad lalu. Dan sejatinya Al-Qur’an ini bukanlah kitab astronomi atau kitab – kitan sains lainnya. Melainkan sebuah kitab agama, tetapi mencakup keseluruhan unsur kehidupan manusia.

Demikian artikel berjudul “5 Nama Bintang yang Disebutkan dalam Al–Qur’an, Tanda Kebesaran Tuhan”, semoga bermanfaat.

Artikel berjudul “5 Nama Bintang yang Disebutkan dalam Al–Qur’an, Tanda Kebesaran Tuhan” ini adalah kiriman dari Audi Prameswari, Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.