5 Shalat Sunnah yang Dianjurkan Berjamaah, Shalat ‘Id Salah Satunya

0
3321
5 Shalat Sunnah yang Dianjurkan Berjamaah, Shalat ‘Id Salah Satunya

Harakah.id – Shalat sunnah ada banyak kategori. Dalam mengerjakannya, ada yang disunnahkan berjamaah dan ada juga tidak tidak dianjurkan berjamaah.

Shalat ada dua macam, shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib yakni shalat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap Muslim yang telah mencukupi syarat. Sementara shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan bagi setiap Muslim untuk mengerjakannya, namun tidak berdosa bila meninggalkannya.

Shalat sunnah ada banyak kategori. Dalam mengerjakannya, ada yang disunnahkan berjamaah dan ada juga tidak tidak dianjurkan berjamaah. Berikut ini, di antara shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan dengan berjamaah.

Pertama, shalat hari raya atau shalat ‘id, baik hari raya Idul Fitri ataupun Idul Adha. Dalam mengerjakan kedua shalat ini dianjurkan berjamaah sebagai bentuk atau simbol dari syiar Islam.

Baca Juga: Hukum Shalat Idul Fitri Sendiri di Rumah Saat Pandemi, Apakah Boleh dan Sah?

Kedua, shalat gerhana, baik shalat gerhana matahari (kusuf) ataupun gerhana bulan (khusuf).  Hukum mengerjakan shalat ini adalah sunnah muakkad.

Ketiga, shalat istisqa’, yaitu shalat minta hujan. Di saat kemarau melanda dan hujan tidak turun-turun dianjurkan untuk mengerjakan shalat istiqa’ dengan tujuan untuk meminta doa kepada Allah agar hujan diturunkan.

Baca Juga: Ketika Ramadhan Dilarang Jamaah Di Masjid Karena Covid-19, Begini Cara Mudah Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Keempat, shalat tarawih, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan selama bulan Ramadhan. Shalat tarawih sangat dianjurkan mengerjakannya dan merupakan bagian dari mendirikan malam Ramadhan.

Kelima, shalat tasbih, yaitu shalat yang dikerjakan sebanyak empat rakaat dan satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat dengan dua salam.

Baca Juga: Waktu Pelaksanaan Shalat ‘Id Yang Perlu Kamu Perhatikan
Baca Juga: Meski Tidak Dianjurkan Karena Berpotensi Mengubah, Begini Cara Para Ulama Meringkas Periwayatan Sebuah Hadis