Beranda Keislaman Ibadah 5 Ulama Syafi’iyyah yang Mensunnahkan Melafalkan Niat Ushalli dalam Shalat

5 Ulama Syafi’iyyah yang Mensunnahkan Melafalkan Niat Ushalli dalam Shalat

Harakah.idBerikut adalah 5 ulama Syafi’iyyah yang mensunnahkan melafalkan niat ushalli dalam shalat.

Pada umumnya, umat Islam di Indonesia melafalkan bacaan “Ushalli..” yang berarti “Saya niat shalat..”. Cara shalat dengan diawali membaca ushalli telah diajarkan sejak lama. Para guru ngaji, ustadz-ustadzah, ajengan, kiai, tuan guru, pengasuh pesantren, dan para alim ulama telah mengajarkan cara demikian. Ajaran yang disampaikan para tokoh agama tersebut bersumber dari ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i. Pada umumnya, masyarakat Indonesia memang mengikuti mazhab Syafi’i.

Berikut adalah 5 ulama Syafi’iyyah yang mensunnahkan melafalkan niat ushalli dalam shalat.

  1. Imam An-Nawawi (676 H.)

Imam An-Nawawi bernama lengkap Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Seorang ulama ahli hukum Islam bermazhab Syafi’i dari Damaskus, Suriah. Dalam mazhab Syafi’i, beliau memiliki kedudukan yang tinggi, yaitu sebagai mujtahid tarjih yang berhak mentarjih pendapat-pendapat yang ada di kalangan ulama mazhab Syafi’i. Dalam karyanya yang berjudul Minhaj Al-Thalibin Wa ‘Umdatul Muftin, beliau berkata;

والنية بالقلب ويندب النطق قبل التكبير.

Niat itu dengan hati. Dan disunnahkan melafalkan niat sebelum bertakbir. (Minhaj Al-Thalibin Wa ‘Umdatul Muftin, jilid 1, hlm. 25).

  1. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H.)

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami bernama lengkap Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Hajar Al-Haitami. Beliau adalah ulama ahli hukum Islam bermazhab Syafi’i dari Mesir. Statusnya di kalangan ulama mazhab Syafi’i sangat tinggi pada zamannya. Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj Fi Syarhil Minhaj, beliau berkata

(وَيَنْدُبُ النُّطْقُ) بِالْمَنْوِيِّ (قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ) لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ وَخُرُوجًا مِنْ خِلَافِ مَنْ أَوْجَبَهُ وَإِنْ شَذَّ وَقِيَاسًا عَلَى مَا يَأْتِي فِي الْحَجِّ

 “Dan disunnahkan mengucapkan perkara yang diniati sebelum membaca takbir, agar lisan dapat membantu hati dan karena keluar dari perbedaan pendapat dengan ulama yang mewajibkan melafalkan niat sekalipun pendapatnya aneh dan sebagai bentuk analogi terhadap keterangan dalam bab haji ” (Tuhfatul Muhtaj Fi Syarhil Minhaj, jilid 2, hlm. 12)

  1. Imam Zakariya Al-Anshari (w. 926 H.)

Imam Zakaria Al-Anshari bernama lengkap Zakaria bin Muhammad bin Ahmad bin Zakaria Al-Anshari, Zainuddin Abu Yahya Al-Sunbuki. Seorang ulama ahli ilmu fikih dari mazhab Syafi’i. Beliau hidup di Kairo, Mesir. Pernah menjabat sebagai hakim negara (al-Qadhi). Dalam kitab Fathul Wahhab Bi Syarhil Manhajit Thullab, beliau berkata,

أركانها نية بقلب لفعلها مع تعين ذات وقت أو سبب ومع نية فرض فيه وسن نية نفل فيه وإضافة لله ونطق قبيل التكبير

Rukunnya shalat adalah niat dengan hati untuk melaksanakan shalat disertai penentuan jenis shalat, waktu, atau sebab pelaksanaan shalat. Dan bersama dengan menyebut kefardhuan. Dan disunnahkan menyebut jenis shalat sunnah dan menyandarkan kepada Allah, dan disunnahkan melafalkan niat sebelum membaca takbir (Fathul Wahhab Bi Syarhi Manhajit Thullab, jilid 1, hlm. 45)

  1. Imam Khathib Al-Syirbini (w. 977 H.)

Beliau bernama lengkap Muhammad bin Ahmad Al-Syirbini. Ahli fikih dan tafsir yang bermazhab Syafi’i. Lahir dan wafat di Kairo, Mesir. Salah satu karyanya adalah kitab Al-Iqna’ Fi Halli Alfazh Abi Syuja’. Dalam kitab ini, beliau mengatakan,

وَينْدب النُّطْق بالمنوي قبيل التَّكْبِير ليساعد اللِّسَان الْقلب وَلِأَنَّهُ أبعد عَن الوسواس

Disunnahkan melafalkan niat sebelum membaca takbir agar lisan dapat membantu memantapkan hati, dan karena hal itu dapat menjauhkan dari waswas (Al-Iqna’ Fi Halli Alfazh Abi Syuja’, jilid 1, hlm. 129).

Dalam kitabnya yang lain, beliau mengatakan;

(وَيُنْدَبُ النُّطْقُ) بِالْمَنْوِيِّ (قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ) لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنْ الْوَسْوَاسِ: قَالَ الْأَذْرَعِيُّ: وَلَا دَلِيلَ لِلنَّدَبِ اهـ وَهُوَ مَمْنُوعٌ، بَلْ قِيلَ بِوُجُوبِ التَّلَفُّظِ بِالنِّيَّةِ فِي كُلِّ عِبَادَةٍ.

Dan disunnahkan melafalkan niat sebelum takbir agar lisan membantu memantapkan hati. Dan karena hal itu dapat menjauhkan dari waswas. Al-Adzra’i berkata, “Tidak ada dalil untuk menghukumi sunnah.” Pendapat Al-Adzra’i ini terpatahkan. Bahkan, disebutkan bahwa wajib hukumnya melafalkan niat dalam setiap ibadah. (Mughnil Muhtaj Ila Ma’rifati Alfazhil Minhaj, jilid 1, hlm. 343).

  1. Syekh Zainuddin Al-Malibari (w. 987 H.)

Syekh Zainuddin Al-Malibari adalah salah satu ulama ahli hukum Islam asal Malabar, India Selatan. Sebuah daerah Muslim di India Selatan yang masyarakatnya menganut mazhab Syafi’i. Dalam kitab Fathul Mu’in, beliau mengatakan,

وسن إضافة إلى الله وتعرض لأداء أو قضاء ولاستقبال وعدد ركعات ونطق بمنوي.

Disunnahkan menyandarkan kepada Allah, menyebut ada’ atau qadha’, menyebut ‘menghadap kiblat, ‘ jumlah rakaat, dan sunnah melafalkan niat. (Fathul Mu’in Bi Syarhi Qurratil ‘In Bi Muhimmatid Din, hlm. 93)

Selain kelima ulama di atas, masih ada banyak lagi ulama mazhab Syafi’i yang menyebutkan dianjurkan atau disunnahkannya melafalkan niat ushalli sebelum melaksanakan shalat. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran tersebut merupakan ajaran yang benar-benar ada dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i. Penolakan orang yang keberatan dengan keterangan ini tidak dapat menggugurkan hasil ijtihad para ulama Syafi’iyyah di atas.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...