Beranda Keislaman Ibadah 6 Amalan yang Dapat Menyelamatkan Seseorang dari Azab Kubur

6 Amalan yang Dapat Menyelamatkan Seseorang dari Azab Kubur

Harakah.id6 amalan yang mampu menyelamatkan seseorang dari azab kubur. 6 amalan ini adalah amalan yang tercantum dalam hadis-hadis Nabi.

Azab kubur merupakan hal yang diyakini kalangan mukmin akan dialami oleh mereka yang berdosa. Lantas, apa saja yang dapat  menyelamatkan seseorang dari  siksa kubur? Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Ahwal al-Qubur wa Ahwal Ahliha ila an-Nusyur menuturkan bahwa ada 6 amalan yang setidaknya mampu menyelamatkan seseorang dari azab kubur.

Wudhu

Pertama, wudhu. Rasulullah Saw. pernah menuturkan bahwa anggota tubuh yang tersentuh air wudhu kelak akan bersinar di hari kiamat. Di lain kesempatan Rasululllah Saw. juga pernah menerangan bahwa wudhu bisa menyelamatkan seseorang dari azab kubur. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

رَأَيْتُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي قَدْ بُسِطَ عَلَيْهِ عَذَابُ الْقَبْرِ فَجَاءَهُ وُضُوْءُهُ فَاسْتَنْقَذَهُ مِنْ ذلِكَ

Aku melihat seseorang dari kalangan umatku akan ditimpa siksa kubur kemudian datanglah wudhunya menyelamatkannya dari azab tersebut.” (Hakim atTurmudzi, Abu Abdillah, Muhammad bin Ali al-Hasan, Nawadir al-Ushul, jus 3 hal 232)

Selain wudhu menjadi syarat agar shalat menjadi sah, ternyata ia juga memiliki keutamaan lain yakni  dengan keberkahan wudhu seseorang bisa terselamatkan dari siksa kubur sebagimana disebutkan dalam hadis. 

Mati Syahid

Kedua, mati syahid. Mati syahid tidak hanya tertentu mati di medang perang untuk mempertahankan negara  dari serangan orang kafir melainkan juga karena hal lain semisal mati karena melahirkan dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis nabi :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ يَغْفِرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دفعةٍ وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَاُر مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوقَارِ الْيَاقُوْتَةِ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ مِنْ أَقَارِبِهِ

Rasulullah Saw. bersabda ‘Bagi orang yang mati syahid memiliki enam bagian di sisi Allah, diampuni (dosanya) seketika, diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya di surga, di selamatkan dari siksa kubur, aman dari hari kiamat, diletakkan di atas kepalanya mahkota al-Waqar (keagungan) yang terbuat dari batu yaqut (rubi) yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberikan izin untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh kerabatnya.” (Muhammad bin Isa at-Turmudzi, Sunan at-Turmudzi, jus 4 hal 187)

Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada orang yang meninggal dalam keadaan syahid adalah ia akan terbebas dari siksa kubur. Dalam hadis di atas Rasulullah Saw. secara gamblang mengatkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan syahid akan selamat dari azab kubur yang mengerikan.

Menjaga (Keamanan) Negara

Ketiga, seseorang yang berjaga di perbatasan guna menjaga negeri. Termasuk dalam golongan ini yakni tentara yang ditugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan seperti di Kalimantan dan Papua, ketika tentara tersebut meninggal maka tugas mulia itu bisa menjadi amal yang dapat menyelamatkannya dari siksa kubur. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw. dalam kitab Shahih Muslim :

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِىَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

Menjaga wilayah perbatasan selama sehari semalam lebih baik dari pada melakukan puasa sunah dan shalat sunah selama satu bulan penuh, tatkala penjaga tersebut meninggal saat melaksanakan tugasnya maka amal perbuatannya akan terus  dinilai pahala dan ia diberikan rizqi-nya di  surga kelak serta tidak ditanya (aman) di alam kubur.” (Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi, Shahih Muslim, jus 6 hal 50)

Hadis di atas secara  gamblang mengatkan bahwa seseorang yang menjaga keutuhan negara kemudian meninggal, maka selain hal tersebut menjadi pahala jariyah yang terus mengalir kepadanya, juga ia akan selamat dari pertanyaan kubur. 

Selalu Menjaga Shalat Fardu Lima Waktu

Keempat, seseorang yang senantiasa menjaga shalat fardunya. Shalat merupakan salah satu dari rukun Islam dan tiang agama. Ia juga merupakan amalan yang pertama kali dihisab kelak di hari  kiamat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan dari ‘Aun bin Abdullah :

إن العبد إذا دخل قبره سئل عن صلاته أول شيء يسئل عنه فإن جازت له نظر فيما سوى ذلك من عمله وإن لم تجز له لم ينظر في شيء من عمله بعد

Sesungguhnya ketika seorang hamba masuk ke liang kubur maka ia akan ditanya perihal shalatnya, hal itu merupakan yang pertama kali ditanyakan kepadanya, jika shalatnya cukup (baik) maka akan diperhitungkan amal yang lainnya, jika tidak cukup maka amalan yang lain tidak akan diperhitungkan.” (Muhammad bin al-Hajjaj al-Marwazi, Ta’dzim Qudrat as-Shalah, jus 1 hal 218)

Seorang muslim yang selalu menjaga shalat fardu-nya sehingga ia senantiasa melaksanakan shalat tersebut tepat waktu, Allah memberikan perlakuan khusus kepadanya dengan reward berupa selamat dari siksa kubur sebagaimana telah disebutkan pada hadis di atas.

Senantiasa Membaca al-Qur’an

Kelima, seseorang yang senantiasa membaca al-Qur’an dalam hidupnya sehari-hari. Orang semacam ini mendapat perlakuan khusus dari Allah yakni dengan menyelamatkannya dari siksa kubur. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ : مَنْ قَرَأَ {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ} كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللَّهُ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَب

“Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata ‘barang siapa yang membaca surah al-Mulk setiap malam maka Allah akan mencegahnya dari siksa kubur.” (Ahmad bin Syu’aib an-Nasa’i, as-Sunan al-Kubra, jus 9 hal 262)

Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada orang yang gemar membaca al-Qur’an adalah ia akan terbebas dari siksa kubur. Atsar dari sahabat Abdullah bin Mas’ud di atas secara gamblang mengatakan bahwa orang yang membaca surah al-Mulk setiap malam maka Allah menganugerahkannya selamat dari siksa kubur.

Menjaga Kebersihan Kencing

Keenam, salah satu amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah menjaga kebersihan kencingnya. Hal ini dikarenakan mayoritas azab kubur disebabkan disebabkan karena lalai (sembrono) perihal kencingnya. Rasulullah Saw. pernah bersabda yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah sebagai berikut : 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْه

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa sesungguhya Rasulullah pernah bersabda ‘jagalah  kebersihan kecing kalian, karena mayoritas siksa kubur disebabkan darinya.” (Ali bin Umar ad-Daruquthni, Sunan ad-Daruquthni, jus 1 hal 128)

Melalui hadis di atas Rasulullah secara gamblang menyebutkan bahwa mayoritas siksa kubur adalah disebabkan karena kencing. Oleh karena itu, mari kita jaga kebersihan kencing kita supaya selamat dari siksa kubur.

Itulah 6 amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur. Semoga kita semua dapat mengamalkannya, amin. Wallahu a’lam

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...