Beranda Keislaman Muamalah 6 Faktor Penyebab Perusakan Lingkungan Hidup, Salah Satunya Kurang Ilmu Agama

6 Faktor Penyebab Perusakan Lingkungan Hidup, Salah Satunya Kurang Ilmu Agama

Harakah.idSelain karena dorongan atau dampak aktivitas ekonomi manusia, kerusakan lingkungan juga disebabkan manusia yang tak mampu mengatasi dorongan-dorongan dalam dirinya. Berikut adalah enam faktor yang menciptakan kondisi manusia melakukan perusakan lingkungan.

Kerusakan lingkungan terjadi karena dua jenis. Kerusakan karena fenomena alam yang berada di luar kontrol manusia dan kerusakan yang diakibatkan perilaku manusia yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

Jenis kerusakan lingkungan yang pertama, mungkin kita tidak dapat mengontrolnya. Tetapi, jenis kerusakan kedua yang disebabkan karena perilaku manusia; baik individu maupun kolektif, dapat dicegah ataupun diantisipasi dengan perencanaan yang baik.

Manusia merupakan makhluk yang membutuhkan alam untuk bertahan hidup atau untuk mengembangkan kehidupannya. Kebutuhan terhadap alam terkadang disertai dengan eksplorasi yang berdampak kerusakan, baik permanen maupun kerusakan yang mungkin direstorasi. Kerusakan besar biasanya terjadi akibat proses industrialisasi yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Selain karena dorongan atau dampak aktivitas ekonomi manusia, kerusakan lingkungan juga disebabkan manusia yang tak mampu mengatasi dorongan-dorongan dalam dirinya. Berikut adalah enam faktor yang menciptakan kondisi manusia melakukan perusakan lingkungan, meliputi:

  1. Ekonomi lemah
  2. Tak Pernah Memikirkan Dampak
  3. Kurang pendidikan agama
  4. Nilai ekonomi tinggi
  5. Ada permintaan pasar
  6. Provokasi pihak luar

Ekonomi lemah

Secara tidak langsung, lemahnya ekonomi seseorang dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. Orang dengan ekonomi lemah, tidak dapat mengakses ilmu pengetahuan, baik pengetahuan budaya, agama maupun sains, yang dapat membuatnya lebih sadar akan dampak kerusakan lingkungan. Kondisi dapat membuat orang tidak punya landasan moral yang mencegahnya melakukan tindakan yang dapat berdampak pada kerusakan lingkungan.

Orang dengan ekonomi lemah, akan mudah terdorong mengeksplorasi lingkungan dengan cara salah, yang penting dapat untung. Yang penting kebutuhannya terpenuhi. Sekalipun sadar perbuatannya dapat merusak lingkungan, tapi dia tidak peduli karena desakan ekonomi. Baginya, memenuhi kebutuhan ekonomi lebih penting daripada mempertahankan kelestarian lingkungan.

Tak Pernah Memikirkan Dampak

Tak pernah memikirkan dampak kerusakan lingkungan, dapat mendorong orang melakukan perbuatan yang merusak lingkungan hidup. Ia tak merasa bersalah bahwa perbuatannya dapat merusak. Kondisinya akan berbeda jika seandainya ia pernah memikirkan dampak perusakan lingkungan, niscaya sedikit banyak hal itu akan menghentikan tindakannya.

Kurang Pendidikan Agama

Agama mengajarkan agar manusia memikirkan dampak perbuatannya. Orang yang tidak memiliki pemahaman agama yang baik akan mudah terjatuh dalam perbuatan zalim dan merusak. Termasuk merusak lingkungan.

Kurangnya pendidikan agama juga berakibat orang menjadi rakus. Ingin menjadi lebih kaya, terpenuhi segala keinginannya dan terpandang secara sosial.  Sekalipun kekayaan itu diperoleh dengan cara merusak lingkungan.

Nilai ekonomi tinggi

Produk yang dihasilkan dari proses perusakan lingkungan sering kali punya nilai ekonomi  tinggi. Banyak pihak yang akan tergiur. Miskin atau pun kaya. Apalagi jika ia berasal dari kelompok yang punya kebutuhan ekonomi. Tingginya nilai ekonomi seringkali mengabaikan dampak rusaknya lingkungan.

Ada permintaan pasar

Selain bernilai tinggi, produk hasil perusakan lingkungan juga punya pasar. Ada banyak orang yang membutuhkannya.  Orang seringkali tergiur dengan potensi pasar untuk mendapatkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak perbuatannya yang merusak.

Provokasi pihak luar

Perusakan lingkungan terkadang tak terbersit di kalangan masyarakat setempat. Tetapi, ada pihak luar yang mengerti pasar dan nilai jual yang tinggi, mendorong masyarakat lokal untuk mengeksplorasi lingkungannya.  Sekalipun berdampak pada rusaknya lingkungan hidup, hasrat mendapatkan untung tak terbendung karena provokasi pihak luar.

Solusinya, mari tingkatkan pendidikan agama; agama dapat menjadi kendali bagi nafsu dan keinginan manusia. Agama menyadarkan bahwa manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Manusia harus menyadari tentang dampak buruk perbuatannya.

Mari tingkatkan level ekonomi masyarakat agar tidak terjebak dalam aktivitas ekonomi yang merusak lingkungan. 

Mari edukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengeksplorasi lingkungan dengan cara-cara yang merusak. Atau menerima ajakan untuk ikut dalam aktivitas ekonomi yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

Kita diingatkan oleh firman Tuhan, Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs. Ar-Rum: 41)

Demikian 6 Faktor Penyebab Perusakan Lingkungan Hidup, Salah Satunya Kurang Ilmu Agama. Agama dapat berperan mengedukasi umat manusia agar lebih dapat mengontrol diri dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Semoga kita dapat meningkatkan pendidikan dan pembelajaran agama untuk mengurangi Faktor Penyebab Perusakan Lingkungan Hidup.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...