Beranda Keislaman Tafsir 7 Cara Memahami Al-Quran dengan Baik bagi Orang Awam, Beda dengan Golongan...

7 Cara Memahami Al-Quran dengan Baik bagi Orang Awam, Beda dengan Golongan Ulama

Harakah.idMengingat al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, penting mengetahui cara memahami al-Quran.

Al-Quran merupakan kitab suci yang dipercaya umat Islam. Ia adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Petunjuk tersebut merupakan bentuk rahmat atau kasih sayang Tuhan. Dengan menjalani hidup sesuai dengan petunjuk Tuhan, manusia diharapkan dapat membawa ketenteraman dan keharmonisan dalam kehidupan.

Namun, demikian, tidak sedikit umat Islam yang awam dengan al-Quran. Padahal, memahami al-Quran merupakan sesuatu yang sangat penting. Mengingat al-Quran adalah petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, penting mengetahui metode memahami al-Quran.

Memahami al-Quran ada dua jenis. Pertama, memahami al-Quran bagi orang awam, yang sekadar ingin mengetahui makna-makna al-Quran secara praktis serta tidak terlalu mendalam. Tujuan mengetahui makna dalam konteks ini adalah untuk tujuan diamalkan kandungannya.

Kedua, memahami al-Quran untuk mendapatkan ketentuan hukum agama dalam al-Quran. Pemahaman semacam khususnya dikembangkan oleh para ulama yang bertujuan menemukan hukum-hukum agama. Berikut ini adalah cara memahami al-Quran yang baik bagi orang awam.

Pertama, sebelum memahami al-Quran, penting untuk memiliki niat yang tulus dan meminta kepada Allah untuk membantu kita memahami dan menerapkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Kedua, membiasakan diri membaca al-Quran dengan teratur dan dengan tata cara yang benar. Ini termasuk membaca dengan suara yang lembut dan memahami makna dari apa yang kita baca.

Ketiga, mencari tahu tentang tafsir (penjelasan) dan makna dari ayat-ayat al-Quran yang kita baca. Ada banyak tafsir yang tersedia yang ditulis oleh ulama yang berbeda, dan membaca beberapa di antaranya dapat membantu kita memahami makna yang lebih dalam dari ayat-ayat tersebut.

Keempat, belajar tentang konteks historis dan sosial dari ayat-ayat al-Quran yang kita baca. Memahami bagaimana ayat-ayat tersebut diturunkan dan bagaimana mereka dipahami oleh umat Muslim di masa lalu dapat membantu kita memahami makna yang sebenarnya.

Kelima, belajar tentang tata bahasa Arab yang digunakan dalam al-Quran. Memahami tata bahasa Arab dasar dapat membantu kita memahami makna ayat-ayat al-Quran dengan lebih baik.

Keenam, meminta bimbingan kepada ulama atau guru agama yang terpercaya untuk memahami al-Quran dengan lebih baik. Mereka dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam dan memberikan contoh-contoh bagaimana ayat-ayat al-Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketujuh, berlatih mengaplikasikan ajaran-ajaran yang terkandung dalam al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk berlatih beribadah dengan tulus, memperlakukan orang lain dengan baik, dan menjadi pribadi yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan terus berlatih dan menerapkan ajaran-ajaran al-Quran, kita akan semakin memahami dan menghayati ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan kita.

Menyimpulkan Hukum dari Al-Quran

Bagi para ulama, selain memahami kandungan al-Quran seperti yang dilakukan orang awam untuk mendapatkan panduan menjalani kehidupan, ada pula tujuan memahami al-Quran untuk mendapatkan keterangan hukum suatu permasalahan. Berikut adalahc ara menyimpulkan hukum dari Al-Quran, hal ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

Mencari ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan masalah hukum yang bersangkutan. Ini termasuk mencari ayat-ayat yang secara langsung atau tidak langsung memberikan petunjuk tentang hukum tersebut.

Mencari tafsir (penjelasan) dari ayat-ayat al-Quran yang telah ditemukan. Tafsir dapat membantu kita memahami makna ayat-ayat tersebut dengan lebih baik dan memberikan petunjuk tentang bagaimana ayat-ayat tersebut harus diterapkan.

Memahami konteks historis dan sosial dari ayat-ayat al-Quran yang ditemukan. Memahami bagaimana ayat-ayat tersebut diturunkan dan bagaimana mereka dipahami oleh umat Muslim di masa lalu dapat membantu kita memahami makna yang sebenarnya.

Menganalisis ayat-ayat al-Quran yang telah ditemukan dan mencari tahu apakah ada hubungan antara ayat-ayat tersebut. Hal ini dapat membantu kita mengetahui apakah ayat-ayat tersebut saling mendukung atau bertentangan satu sama lain.

Memutuskan hukum yang sesuai dengan ayat-ayat al-Quran yang telah ditemukan. Ini termasuk menentukan apakah hukum tersebut wajib, haram, makruh, atau mubah.

Mencari tahu apakah ada pendapat ulama lain tentang masalah hukum yang bersangkutan. Mempertimbangkan pendapat ulama lain dapat membantu kita memahami masalah hukum dengan lebih baik dan memutuskan hukum yang sesuai dengan kebenaran.

Menerapkan hukum yang telah diputuskan dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk mengaplikasikan hukum tersebut dalam keputusan-keputusan yang kita ambil dalam kehidupan sehari-hari dan mempraktikkan ajaran-ajaran al-Quran dalam kehidupan kita.

Demikian 7 cara memahami al-Quran dengan baik bagi orang awam. Semoga dapat menambah wawasan anda semua.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...