Beranda Kabar 8 Orang Kader IPNU-IPPNU Rumpin Mengikuti Pelatihan Menulis Harakah.ID dan LDNU Bogor

8 Orang Kader IPNU-IPPNU Rumpin Mengikuti Pelatihan Menulis Harakah.ID dan LDNU Bogor

Harakah.idPada kegiatan yang diadakan LDNU Bogor bekerja sama dengan Harakah.ID itu, IPNU-IPPNU Rumpin mengirimkan 8 orang kader mudanya.

Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Rumpin sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan menulis dengan tema “Dakwah bil Qolam” yang digelar oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bogor dan Harakah.ID, di Pondok Pesantren Darussalam, Pamegarsari, Parung, Bogor, pada Ahad, (16/10/22).

Pada kegiatan yang diadakan LDNU Bogor bekerja sama dengan Harakah.ID itu, IPNU-IPPNU Rumpin mengirimkan 8 orang kader mudanya. Ramdhan, Rifki, Jaya, Marwati, Siti Nuraeni, Adinda Salmaa Dewi, Sukaesih dan Della Juwianita. Kedatangan kami kader IPNU-IPPNU Rumpin disambut baik oleh panitia dari LDNU Kab. Bogor, pengurus dan santri/santriwati Ponpes Darussalam.

Pelatihan ini juga dihadiri oleh utusan dari MWCNU Parung, MWCNU Kemang, Banser Kemang, pelajar/santri Leuwiliang, dan santri/santriwati Ponpes Darussalam Pemagarsari Parung Bogor. Kegiatan Pelatihan ini menghadirkan narasumber di antaranya Abdul Mun’im Hasan S. Pd. I, Kontributor NU Jabar Online dan  redaktur website Harakah.id MS Wibowo.

Salah satu kader IPPNU Rumpin mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan yang penting hingga sangat disayangkan jika tidak diikuti khususnya oleh generasi muda. Dari pelatihan menulis ini, kader jadi lebih faham bahwa menulis itu sangat diharuskan, khususnya menulis mengenai kegiatan-kegiatan organisasi di media digital. Dengan demikian informasi ini akan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu dengan adanya tulisan-tulisan tersebut, nantinya akan memudahkan generasi selanjutnya untuk mencari referensi atau informasi tentang generasi sebelumnya.

Ustadz Khoirul Huda, selaku Wakil Ketua LDNU Kab. Bogor mengatakan, “Jika kita semua menuliskan apa yang kita amalkan maka amaliyah NU ini akan lebih mudah diakses oleh generasi millenial, maka mari kita bersama-sama manfaatkan kesempatan ini untuk Khidmat di NU.”

Yang lebih menarik dari pelatihan ini tidak hanya narasumber dan materi yang luar biasa, tapi juga motivasi dan pengalaman yang disampaikan narasumber menambah Ghirah menulis generasi muda,  khususnya yang senang menulis. Tutur Adinda Salmaa Dewi, ketua Divisi Kaderisasi PAC IPPNU Rumpin.

Seperi kata motivasi yang disampaikan oleh narasumber, Abdul Mun’im Hasan kontributor NU Online Jabar, “Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Tidak hanya beliau narasumber dari Penulis Harakah.id pun, MS Wibowo menambahkan motivasi yang di kutif dari Imam Al-Ghazali yaitu, “Jika kamu bukan anak seorang pengusaha, atau anak seorang ulama besar, maka menulislah.” (Pewarta : Marwati)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...