Beranda Tokoh Abdullah Ibn Abdullah Ibn Ubay, Sahabat Nabi Putra Tokoh Munafik

Abdullah Ibn Abdullah Ibn Ubay, Sahabat Nabi Putra Tokoh Munafik

Harakah.idTidak jarang ada di antara sahabat yang terpaksa memutus hubungan bahkan berseteru atau berkonfrontasi dengan keluarga dan kerabat mereka sendiri yang memusuhi agama Islam.

Para sahabat Rasulullah SAW dikenal memilki kecintaan luar biasa terhadap agama Islam. Mereka bersedia melakukan banyak pengorbanan demi tegaknya agama Allah.

Tidak jarang ada di antara sahabat yang terpaksa memutus hubungan bahkan berseteru atau berkonfrontasi dengan keluarga dan kerabat mereka sendiri yang memusuhi agama Islam.

Di antara kisah ini adalah seorang sahabat bernama Abdullah yang merupakan anak dari Abdullah Ibn Ubay, seorang tokoh munafik yang sering melakukan hasutan di tubuh umat Islam.

Al-Bazzar di dalam Kasyful Astar (2708) menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah, pernah Rasulullah SAW berlalu di hadapan Abdullah Ibn Ubay, Abdullah Ibn Ubay kemudian memberikan panggilan keji dan menghina kepada Rasulullah SAW.

Ternyata kejadian itu disaksikan oleh anak Abdullah Ibn Ubay sendiri. Anaknya itu marah dan meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk memenggal kepala Abdullah Ibn Ubay. Menghadapi permintaan Abdullah tersebut, Rasulullah SAW justru menjawab, “Jangan engkau membunuhnya, berbuat baiklah kepada ayah mu!”.

Ibn Hajar Al-Haitami dalam Majmu’ Zawaid (9/318) mengatakan bahwa riwayat yang disampaikan oleh Al-Bazzar ini sanadnya diisi oleh para perawi yang tsiqah.

Riwayat tentang Abdullah Ibn Abdullah Ibn Ubay yang meminta izin untuk membunuh ayahnya juga disebutkan oleh Ibn Katsir dalam kitab Al-Bidayah (4/158). Dalam riwayat tersebut Abdullah datang kepada Rasulullah dan meminta izin jika seandainya Rasulullah ingin agar Abdullah Ibn Ubay terbunuh, maka ia siap membunuh orang yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

Bagi Abdullah, ia lebih senang jika ayahnya yang merupakan orang munafik itu mati terbunuh di tangannya sendiri daripada terbunuh di tangan orang Islam yang lain. Abdullah takut kalau ia akan menyimpan dendam kepada pembunuh ayahnya. Jika hal itu terjadi, maka ia telah menyimpan dendam kepada sesama Muslim. Namun lagi-lagi Rasulullah SAW menolak permintaan Abdullah dan justru memerintahkannya untuk bergaul dengan baik bersama Abdullah Ibn Ubay.

Dalam sebuah riwayat lainnya yang disebutkan oleh Al-Thabrani, sekembalinya dari peperangan Bani Musthaliq, Abdullah Ibn Abdullah Ibn Ubay bahkan mengacungkan pedangnya ke leher ayahnya dan mengancam agar mau mengakui nabi Muhammad SAW adalah orang mulia sedang ia sendiri adalah orang yang hina. Takut pada ancaman anak kandungnya, Abdullah Ibn Ubay pun keok dan mengucapkan kalimat seperti yang diingankan anaknya itu.

Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Al-Ishabah (4/134) menjelaskan bahwa Abdullah Ibn Abdullah Ibn Ubay wafat dalam peristiwa perang Yamamah melawan orang-orang murtad pada tahun 12 Hijriyah.

Cerita anak dari Abdullah Ibn Ubay ini dapat menjadi gambaran kecintaan para sahabat kepada Rasulullah SAW dan agama Islam. Kecintaan mereka sampai pada tahap yang sulit untuk dipahami.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...