Beranda Keislaman Muamalah Ada Orang Islam Masuk Gereja, Bagaimana Hukum Masuk ke Rumah Ibadah Agama...

Ada Orang Islam Masuk Gereja, Bagaimana Hukum Masuk ke Rumah Ibadah Agama Lain?

Harakah.idMasuk ke rumah ibadah agama lain sudah diatur hukumnya dalam Islam. Para ulama, meskipun berbeda pendapat, juga sudah menetapkan hukum seorang muslim yang masuk ke rumah ibadah agama lain. Ini penjelasannya…

Disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, setidaknya ada tiga pendapat ulama terkait hukum seseorang yang masuk ke rumah ibadah agama lain;

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, masuk ke tempat beribadah agama lain hukumnya makruh karena tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya setan, bukan karena orang Muslim tidak berhak memasukinya.

يرى الحنفية أنه يكره للمسلم دخول البيعة والكنيسة , لأنه مجمع الشياطين , لا من حيث إنه ليس له حق الدخول

“Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa makruh bagi orang Muslim memasuki sinagog dan gereja karena itu tempat berkumpulnya setan, bukan karena orang Muslim tidak berhak memasukinya.”

Kedua, menurut ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian ulama Syafiiyah, boleh memasuki tempat ibadah agama lain.

ويرى المالكية والحنابلة وبعض الشافعية ان للمسلم دخول بيعة وكنيسة ونحوهما

“Ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian ulama Syafiiyah berpendapat bahwa boleh bagi orang Muslim memasuki sinagog, gereja dan lainnya.”

Ketiga, menurut sebagian ulama Syafiiyah, tidak boleh memasuki tempat ibadah agama lain kecuali mendapat izin dari pemeluknya. Jika mendapat izin, maka boleh memasukinya.

وذهب بعض الشافعية في رأي إلى أنه لا يجوز للمسلم دخولها إلا بإذنهم

“Sebagian ulama Syafiiyah berpendapat bahwa tidak boleh bagi orang Muslim memasuki tempat ibadah non muslim kecuali ada izin dari mereka.

Melalui penjelasan ini, dapat kita ketahui bahwa soal masuk ke tempat ibadah agama lain, nyatanya tidak ada ulama yang mengharamkan. Jadi, orang Muslim boleh saja masuk ke tempat ibadah agama lain, dengan catatan, kalau hal itu dia lakukan karena tidak ada keperluan dan tanpa izin, maka hukumnya menjadi makruh.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...