Ada Saja Kelompok yang Menganggapnya Bidah, Begini Hukum Berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW

0
897
Ada Saja Kelompok yang Menganggapnya Bidah, Begini Hukum Berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW

Harakah.idBerziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW adalah salah satu impian banyak orang Muslim. Tapi sayangnya, masih banyak kelompok yang menganggapnya sebagai praktik bidah.

Di antara tujuan orang berangkat haji atau umrah adalah agar bisa berziarah ke makam Nabi Muhammad Saw. Apalagi bagi mereka yang bukan penduduk asli Jazirah Arab keinginan untuk berdoa, mengaji dan berdzikir di makam Nabi begitu besar. Karena keyakinan kemustajaban tempat tersebut telah tertanam di dalam diri mereka.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda demikian:

عَنِ بُرَيْدَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا (رواه مسلم

Diriwayatkan dari Buraidah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: aku pernah melarang kalian berziarah ke makam, maka sekarang berziarahlah ke sana.” (HR. Muslim).

Perintah ziarah di dalam Hadis tersebut bersifat umum. Hal itu dapat terlihat pada kata ‘kubur’ yang oleh Nabi tidak dijelaskan kuburan siapa yang dimaksud. Oleh karena itu, hukum asal ziarah adalah sunnah berdasarkan Hadis di atas. Sebab sabda Nabi di atas berbentuk perintah yang bersifat umum dan tidak disertai embel-embel lain seperti balasan atau ancaman.

Akan tetapi, kesunnahan tersebut bisa naik menjadi sunnah muakkadah, yaitu kesunnahan yang begitu ditekankan untuk dikerjakan, tatkala kuburan yang hendak dituju adalah manusia pilihan Allah yang ditugaskan untuk menyampaikan risalah-Nya, yakni seorang Nabi. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Syekh Muhammad Syatha al-Dimyathi di dalam kitabnya I’anah al-Thalibin bahwa hukum ziarah ke makam nabi adalah sunnah muakkadah.

Bahkan, masih menurut beliau di dalam kitab yang sama, ada sebagian ulama yang mewajibkan ziarah ke makam Nabi, terutama bagi umat Islam yang sedang melaksanakan haji dan/atau umrah. Mengingat Nabi selaku Rasul umat Islam, terlebih bagi mereka yang tidak pernah berjumpa dengan beliau, pasti ada kerinduan dan harapan agar didoakan langsung oleh beliau di pusaranya. Karena sejatinya, orang yang meninggal itu hanya sekedar berpindah alam saja, sedangkan ruhnya masih hidup, sehingga masih bisa mendengar perkataan orang yang masih hidup di alam dunia.

Akan tetapi, pendapat mayoritas ulama mengenai hukum berziarah ke makam Nabi Muhammad adalah sunnah muakkadah, tidak sampai pada tingkat wajib. Ditambah Nabi sendiri beberapa kali pernah melakukan ziarah, baik ke makam orang tua beliau maupun ke umatnya sendiri. Maka dari itu, berziarah ke makam Nabi sangat dianjurkan. Sedangkan bagi umat Islam yang belum diberi kesempatan untuk berziarah ke sana, maka solusi alternatifnya adalah dengan memperbanyak shalawat kepada kanjeng Nabi.