Beranda Keislaman Akhlak Ada Umat Islam yang Takut Memuji Nabi Muhammad, Bagaimana Hukum Memuji Nabi?

Ada Umat Islam yang Takut Memuji Nabi Muhammad, Bagaimana Hukum Memuji Nabi?

Harakah.idAda sebagian umat Islam yang merasa tidak suka ketika ada orang Islam lain yang gemar memuji-muji Nabi Muhammad SAW. Bagaimana hukum memuji Nabi?

Hukum memuji Nabi. Ada sebagian umat Islam yang merasa tidak suka ketika ada orang Islam lain yang gemar memuji-muji Nabi Muhammad SAW. Bahkan, mereka merasa takut jika harus memuji Nabi Muhammad SAW. Ketakutan pertama disebabkan takut digolongkan sebagai Syiah. Mereka menganggap bahwa orang yang senang memuji-muji Nabi Muhammad SAW adalah Syiah. Sebuah kelompok minoritas dalam Islam yang dinilai menyimpang.

Kedua, takut dianggap ghuluw (berlebih-lebihan dalam beragama) seperti kaum Nasrani. Ada anggapan bahwa kaum Nasrani berlebihan dalam memuji Nabi Isa sehingga sampai melabelinya dengan sifat ketuhanan. Mereka mempertuhankannya. Jadi, agar tidak terjatuh dalam sikap ghuluw, mereka beranggapan perlu menghindari memuji Nabi Muhammad SAW.

Kedua anggapan tersebut tidak benar. Memuji dan menyanjungkan pujian kepada Nabi SAW adalah perbuatan yang diperbolehkan dalam agama. Ada hadis yang seakan melarang umat Islam memuji Nabi Muhammad SAw. Tetapi, larangan dalam hadis tersebut tidak seperti yang dipahami sebagian umat Islam yang enggan memuji Nabi sama sekali.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitab Al-Bayan wa al-Ta’rif fi Dzikra al-Maulid al-Nabawi, hal. 23. Sayyid Muhammad berkata,

وقد أخطأَ بعضُ الناسِ خطأً قبيحًا حين فهِمَ من قولِه صلی الله عليه وسلم: لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ. فظنَّ أن هذا فيه النَهيُ عن مَدْحِه والثناءِ عليه، وفَاتَهُ بل جَهِلَ أن هذا النهيَ منه صلی الله عليه وسلم إنما يتناوَلُ ما كان من المدحِ والثناءِ باطلاً، لأن الإطراءَ في المدحِ أن يُحْلِيَ المادحُ بعُقُوْدِ الثناءِ جِيْدًا عَاطِلاً. فأما ذِكْرُ ما اتَّصَفَ به الممدوحُ من جميلِ الخَلالِ أو ارْتَدَی به من مَلابِسِ الجَلالِ فليس من الإطراءِ المنهيِّ عنه في هذا الخبَرِ. وقد عُلم أن النصارَی غَلَوْا في عيسی عليه السلام حتی رفَعُوْه عن رُتبةِ البشَرِ.

Sebagian orang telah melakukan kekeliruan yang fatal dalam memahami sabda Nabi Saw: “Janganlah kalian memujiku sebagaimana pujian yang diberikan kaum nashrani kepada ‘Isa ibn Maryam.” Mereka menduga bahwa dalam hadits ini terkandung larangan menyanjung dan memuji Nabi Saw. Mereka luput, bahkan tidak paham bahwa larangan memuji terhadap Nabi Saw itu manakala sanjungan dan pujiannya berupa sanjungan dan pujian yang batil. Karena berlebih-lebihan dalam memuji ialah apabila si pemuji menghiasi leher yang kosong dengan berbagai kalung pujian (pujian kosong belaka). Adapun menyebutkan sifat/ perilaku baik yang melekat atau disandang oleh orang yang dipuji, maka tidak tergolong berlebih-lebihan dalam memuji yang terlarang dalam khabar/ hadits itu. Sebagaimana diketahui bahwa orang-orang nasrani berlebih-lebihan terhadap nabi Isa As, sampai-sampai mereka mengangkatnya dari level manusia (menganggapnya sebagai Tuhan).

Demikian penjelasan mengenai hukum memuji Nabi Muhammad SAW dan memberikan sanjungan kepada beliau. Sejatinya, memuji Nabi Muhammad SAW adalah perbuatan yang diperbolehkan. Hadis yang menjelaskan larangan memuji Nabi Muhammad SAW maksudnya adalah pujian kosong. Memuji seseorang dengan sifat yang tidak ada dalam diri yang dipuji. Semoga ulasan singkat ini dapat menambah wawasan kita bersama.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...