Agar Aman di Internet, Pahami Konsep Perlindungan Data Pribadi Menurut Islam

0
26

Harakah.id Islam menjaga keselamatan manusia melalui perlindungan data pribadi.

Internet telah digunakan hampir 80 persen penduduk Indonesia. Massifnya penggunaan internet seringkali tidak dibarengi dengan kesadaran pentingnya menjaga data pribadi.

Padahal, keamanan data pribadi sangat penting. Bocornya data pribadi ke pihak ketiga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan jahat terhadap pemilik data pribadi. Berbagai macam bentuk cyber crime (kejahatan digital) berakar pada penggunaan data pribadi secara melanggar hukum.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang dengan mudahnya membagikan nomor telpon, tanggal lahir, tempat tinggal sebenarnya, hubungan kekerabatan dan lainnya ke media sosial. Kondisi semacam ini rentan membuat seseorang menjadi korban kejahatan di masa depan.

Kasus Hacker Bjorka yang menebar ancaman di internet menyebarkan data pribadi sejumlah tokoh publik Indonesia merupakan contoh nyata bahwa ketika data pribadi kita bocor, data itu dapat digunakan menyerang pribadi yang bersangkutan.

Islam sangat memperhatikan keselamatan umat manusia. Dalam Islam ada persoalan-persoalan prinsipil yang harus senantiasa dijaga agar manusia tidak terjatuh dalam marabahaya. Setidaknya, ada lima persoalan fundamental yang meliputi perlindungan terhadap: jiwa (nafs), akal fikiran (aql), agama (din), keturunan (nasab) dan harta (al-mal). Ada yang menambahkan kehormatan diri (‘irdh) dalam konsep yang disebut mabadi’ al-khamsah (lima prinsip perlindungan) ini.

Kebocoran data pribadi dapat mengancam banyak hal pada seorang individu. Keselamatan nyawa, agama, akal sehat, keturunan, kekayaan dan kehormatan seseorang dapat terancam dengan tersebarnya data pribadinya. Di sini, disadari bahwa sejatinya Islam sangat menjaga hak atas privasi.

Sampai di sini, dapat disadari bahwa Islam adalah agama yang banyak berbicara tentang keamanan, terutama dengan menjaga banyak dimensi fundamental dalam kehidupan. Cara Islam melindungi keamanan manusia adalah dengan menegakkan aturan yang menjaga privasinya.

QS An-Nur ayat 27 mengatakan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sehingga kamu minta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

Ayat 28 mengatakan “Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “kembalilah!” maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini berbicara tentang larangan memasuki rumah orang lain tanpa izin dan apa yang harus dilakukan jika tidak ditemukan si pemilik rumah. Sejatinya, aturan ini adalah bentuk proteksi atas privasi individu.  

Dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Apabila seseorang menengok atau melihat ke dalam rumahmu tanpa izin darimu, lalu kamu melemparnya dengan batu kerikil hingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa bagi kamu” (HR Al Bukhari dan Muslim). 

Akhirnya, kita menjadi sadar bahwa agama Islam telah secara jelas dan nyata mengatur tentang perlindungan data pribadi. Data pribadi harus dilindungi sebab jika terjadi kebocoran atau disalahgunakan dapat merusak harkat, martabat dan keselamatan seseorang. Secara konseptual, menjaga informasi yang bersifat pribadi merupakan kebutuhan mendesak karena tergolong dalam mabadi’ al-khamsah (perlindungan terhadap lima hal mendasar dalam kehidupan manusia).

Demikian ulasan singkat tentang Perlindungan Data Pribadi Menurut Islam. Semoga Perlindungan Data Pribadi Menurut Islam ini dapat menambah kesadaran kita akan pentingnya Perlindungan Data Pribadi Menurut Islam.