Beranda Keislaman Muamalah Akhlak dan Adab Bergaul dengan Kerabat yang Non-Muslim, “Silaturahimlah dengan Mereka”

Akhlak dan Adab Bergaul dengan Kerabat yang Non-Muslim, “Silaturahimlah dengan Mereka”

Harakah.idTerhadap keluarga yang berbeda keyakinan, Islam mengajarkan agar kita tetap menjaga hubungan baik dengan mereka.

Islam tidak melarang umatnya bergaul dengan kaum yang berbeda agama. Islam tidak melarang umatnya berbuat baik dan berbagi kebaikan dengan mereka yang berbeda keyakinan.

Salah satu ajaran Islam adalah bersilaturahim. Arti silaturahim adalah menyambung hubungan kekeluargaan melalui dengan beragam cara, seperti komunikasi, berkumpul, dan berkunjung. Saling berbicara, bertemu dan berkunjung dapat menjadi cara untuk saling menguatkan rasa memiliki hubungan keluarga.

Terhadap keluarga yang berbeda keyakinan, Islam mengajarkan agar kita tetap menjaga hubungan baik dengan mereka. Bisa jadi di antara kita ada yang memiliki keluarga Non-Muslim. Entah itu orang tua, paman-bibi, sepupu, dan lainnya. Kita tidak dilarang berkomunikasi dengan mereka, tidak dilarang bertemu dengan mereka, dan tidak dilarang pula untuk berkunjung dengan mereka. Kita tidak dilarang untuk menjalin hubungan kekerabatan dengan mereka.

Apa dasar bahwa kita boleh punya hubungan baik dengan keluarga yang berbeda keyakinan? Kita boleh silaturahim dan berbagi dengan kerabat Non-Muslim. Islam mengatur adab bergaul dengan kerabat Non-Muslim. Dalilnya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari sahabat Asma’ binti Abu Bakar.

 عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَتْ: قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قُلْتُ: وَهِيَ رَاغِبَةٌ، أَفَأَصِلُ أُمِّي؟ قَالَ: «نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ»

Dari Asma’ binti Abi Bakr yang berkata, “Ibuku datang kepadaku, sedang dia adalah seorang musyrik pada zaman Rasulullah SAW. Lalu saya meminta fatwa kepada Rasulullah SAW. Saya berkata, “Beliau orang yang mencintai saya. Apakah saya boleh bersilaturahim dengan beliau?” Rasulullah SAW bersabda, “Iya. Silaturahimlah dengannya.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam keterangan lain, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: رَأَى عُمَرُ حُلَّةً عَلَى رَجُلٍ تُبَاعُ، فَقَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ابْتَعْ هَذِهِ الحُلَّةَ تَلْبَسْهَا يَوْمَ الجُمُعَةِ، وَإِذَا جَاءَكَ الوَفْدُ؟ فَقَالَ: «إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذَا مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ فِي الآخِرَةِ»، فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا، بِحُلَلٍ، فَأَرْسَلَ إِلَى عُمَرَ مِنْهَا بِحُلَّةٍ، فَقَالَ عُمَرُ: كَيْفَ أَلْبَسُهَا وَقَدْ قُلْتَ فِيهَا مَا قُلْتَ؟ قَالَ: «إِنِّي لَمْ أَكْسُكَهَا لِتَلْبَسَهَا تَبِيعُهَا، أَوْ تَكْسُوهَا»، فَأَرْسَلَ بِهَا عُمَرُ إِلَى أَخٍ لَهُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ قَبْلَ أَنْ يُسْلِمَ

Dari Ibnu Umar yang berkata, “Umar melihat kain indah pada seorang lelaki yang dijual. Ia berkata kepada Nabi SAW, ‘Apakah engkau berkenan baju ini, kenakanlah pada hari Jumat dan ketika ada para duta besar berkunjung?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Baju ini pantas dikenakan orang yang tak dapat jatah surga di akhirat.’ Lalu, Rasulullah SAW diberi hadiah beberapa pakaian bagus. Nabi SAW lalu mengirimkannya kepada Umar satu buah. Umar berkata, ‘Bagaimana mungkin saya akan memakainya sedangkan engkau sudah mengatakan seperti yang sudah engkau katakan?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tidak bermaksud menyuruhmu memakainya. Jual atau berikan agar dipakai orang lain.’ Umar kemudian mengirimkan baju bagus itu kepada saudaranya yang ada di Mekah, sebelum saudaranya itu masuk Islam. (HR. Al-Bukhari).

Kedua hadis ini menunjukkan bahwa punya hubungan baik dengan keluarga yang berbeda agama adalah perkara yang dibolehkan dalam Islam. Berkomunikasi, bertemu, berkunjung, dan bahkan saling memberi agar ikatan kekerabatan dengan keluarga yang beda keyakinan terus terjalin adalah diperbolehkan. Bahkan, ini adalah perbuatan yang baik dalam pandangan agama.

Demikian penjelasan mengenai salah satu adab bergaul dengan kerabat yang non-Muslim. Semoga dapat menambah wawasan kita semua dan menambah sikap positif kita terhadap lingkungan sekitar. Menciptakan harmoni di antara sesama warga masyarakat dari lingkup keluarga. Wallahu a’lam.  

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...