Beranda Khazanah Al-Fida'i, Lagu Kebangsaan Palestina Sarat Kerinduan dan Kecintaan Pada Tanah Air

Al-Fida’i, Lagu Kebangsaan Palestina Sarat Kerinduan dan Kecintaan Pada Tanah Air

Harakah.idLagu kebangsaan Palestina berjudul al-Fida’i adalah lagu kebangsaan yang sarat makna perjuangan, nasionalisme, cinta serta rindu pada tanah air.

Sebut saja dirinya dengan Said Al-Muzayin. Lelaki ini merupakan pemuda yang menuliskan lagu kebangsaan Palestina dengan berjudul al-Fida’i. Dalam Wikipedia beliau lahir di Ashdod, 1935 dan meninggal di Riyadh, Arab saudi pada umur 56 tahun. Al-Fida’i sendiri memiliki makna yang sangat universal bagi masyarakat Palestina. Al-Fida’i sendiri bermakna revolusioner yang meresikokan kehidupannya secara sukarelawan, dan mengorbankan dirinya untuk membela tanah airnya. 

Ketika mendengar lagu ini, nadi-nadi bergerak kencang dan dada juga berdegup kencang. Penuh semangat yang membara dan begitu bergejolak di dalam dada dalam membela negara, itulah kesan pertama ketika kita mendengarkan lagu kebangsaan Palestina ini. Lagu ini telah lama ditetapkan oleh Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1996. Pada saat ini, lagu al-Fida’i dikenal sebagai “Mars Perjuangan Revolusi Palestina”.

Berikut lirik lagu kebangsaan Palestina al-Fida’i, di ambil dari youtube channelnya National Anthem of Palestine :

فدائي فدائي

فدائي يا شعبي يا شعب الخلود

بعزمي وناري وبركان ثاري

وأشواق دمي لأرضي وداري

صعدت الجبال وخضت النضال

قهرت المحال حطمت القيود

بعزم الرياح ونار السلاح

وإصرار شعبي لخوض الكفاح

فلسطين داري ودرب انتصاري

فلسطين ثاري وأرض الصمود

بحق القسم تحت ظل العلم

بأرضي وشعبي ونار الألم

سأحيا فدائي وأمضي فدائي

وأقضي فدائي إلى أن تعود

فدائي

Pejuang, Pejuang, Pejuang. Wahai tanahku, tanah nenek moyangku. Atas nama negeriku, rumah dan api pahlawan. Wahai tanahku, tanah nenek moyangku. Pejuang, Pejuang, Pejuang. Wahai rakyatku, rakyat yang selamanya abadi. Pejuang, Pejuang, Pejuang. Dengan keinginan yang kuat. Dengan semangat dan rasa dendam yang membara. Dengan rasa rindu yang besar, tuk negeri dan rumahku. Ku lewati setiap tantangan, ku menangkan setiap pertempuran. Atas nama negeriku, rumah dan Api Pahlawan. Aku taklukan yang tidak mungkin, dan lewati setiap batasan yang ada. Palestina amarahku, tanah perlawanan. Pejuang, Pejuang, Pejuang. Sebuah sumpah dibawah bayangan Bendera. Aku hidup sebagai pejuang dan akan terus menjadi pejuang. Mati sebagai pejuang sampai negeriku kembali . Pejuang, Pejuang, Pejuang. Wahai rakyatku, rakyat yang selamanya abadi

Pejuang…Pejuang… Dendamku Membara..!! “kapan mau damai kalau lagu kebangsaan aja begini”. Celotehan netizen yang satu ini tanpa adanya bukti dan argumen yang jelas. Dirinya belum menelaah makna yang tersirat. Tidak mungkin seseorang tidak mengeluarkan amarah dan rasa dendam jika keluarganya, masyarakatnya di bombardir hingga meninggal di depan mata mereka sendiri, dan mereka ingin merebut Al-Aqsa yang mana itu adalah milik orang Islam.

Seharunya setiap lirik demi lirik kita lihat dengan seksama. Setelah lirik di atas disambung lirik, “dengan semangat dan rasa dendam yang membara, dengan rasa rindu yang besar, tuk negeri dan rumahku”. Ketika keharmonisan dalam sebuah rumah dan keluarga unit terkecil direnggut oleh orang lain, darah siapa yang tidak mendidih. Israel banyak telah merenggut nyawa keluarga-keluarga mereka dengan kejam. Bahkan, setelah nyawa keluarga mereka yang diambil, Israel juga ingin mengambil negeri tercinta mereka. Darah siapa yang tidak naik jika seperti ini?

Kalimat lirik Mati sebagai pejuang sampai negeriku kembali sangatlah kuat tekad masyarakat Palsestina, bahwa mati dalam keadaan syahid tujuan mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang takut berjuang melawan Israel dengan banyaknya senjata, dan bom yang mereka punya. Jika negeri mereka masih belum kembali, mereka akan tetap berjuang sampai darah penghabisan. 

Pasti kita semua telah mengetahui bagaimana zionis Israel menyerang mereka secara membabi buta, pertumpahan darah dimana-mana. Makna lagu kebangsaan Palestina al-Fida’i begitu mendalam dan sangat menjelaskan bagaimana kepribadian masyarakat Palestina di sana.  Lagu ini sangat mewakili kondisi warga alestina dan sangat mewakilkan suara masyarakat Palestina bahwa yang mereka idam-idamkan hanyalah kedamaian dan negeri mereka dapat kembali sediakala.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...