Beranda Keislaman Tafsir Al-Quran Mengulang Kata "Dunia" Sebanyak 115 Kali, Apa Artinya?

Al-Quran Mengulang Kata “Dunia” Sebanyak 115 Kali, Apa Artinya?

Harakah.idDalam Al – Qur’an, makna kata Ad – Dunyā ini sangat variatif. Kata Ad – dunyā disebutkan sebanyak 115 kali di dalam 111 ayat dan 40 surat. Atau sekitar 1,7 persen dari total ayat-ayat Al-Qur’an. Dari 111 ayat tersebut, 62 ayat termasuk ayat Makkiyah dan 49 ayat Madaniyyah.

Kata dunia dalam bahasa Indonesia terambil dari kata dunyā dalam bahasa Arab. Secara etimologis, kata dunyā  (jamak: dunāt) terbentuk dari akar kata danā atau danawa.

Dalam Al-Qur’an, kata Ad – dunyā disebutkan sebagai antonim al-akhirat. Dunia adalah sesuatu yang kecil (‘ashghar), jelek atau hina (‘ardzal), awal (al-awwal) dan dekat (al-aqrab). Dan sebaliknya, akhirat adalah sesuatu yang besar (akbar), indah (al-khair), akhir (al-akhir) dan jauh (al-aqsha)

Dalam Al – Qur’an, makna kata Ad – Dunyā ini sangat variatif. Kata Ad – dunyā disebutkan sebanyak 115 kali di dalam 111 ayat dan 40 surat. Atau sekitar 1,7 persen dari total ayat-ayat Al-Qur’an. Dari 111 ayat tersebut, 62 ayat termasuk ayat Makkiyah dan 49 ayat Madaniyyah. Salah satunya yaitu pada Q.S Al – Baqarah ayat 212 :

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya : Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.

Lebih dari ayat diatas, makna kata Ad – dunyā disebutkan dengan berbagai pengertian dalam Al – Qur’an, yaitu :

Pertama, Ad – dunyā berarti alam semesta (bumi) dan segala isinya. Sebagaimana juga langit dunya atau langit yang paling dekat dengan bumi.

Kedua, Ad – dunyā berarti kehidupan dunia saat ini atau al – hayāt al – ardhiyah (kehidupan di bumi). Yakni dari awal manusia di lahirkan dari rahim ibu, sampai manusia itu mati. Kehidupan dunia ini sangat terbatas oleh waktu. Setelah manusia itu wafat, maka selesai kehidupannya di dunia. Dan akan memasuki kehidupan yang kekal yaitu di akhirat.

Ketiga, Ad – dunyā berarti harta benda, kekayaan, pangkat, jabatan, hal -hal yang bersifat material di kehidupan dunia. Dalam konteks ini, Al – Quran menyebut material kehidupan tersebut sebagai zīnat al – hayāt ad – dunyā atau perhiasan dunia.

Keempat, Ad – dunyā dimaknai sebagai nilai atau perilaku kehidupan dunia yang rendah, tidak bermoral, murahan, dan berorientasi jangka pendek. Sebagaimana kita tahu berbagai cerita seperti Fir’aun yang kaya raya tetapi berbuat wenang – wenang dan sombong, juga berbagai kisah lainnya yang menunjukkan sikap tidak bermoral.

Al – Qur’an dalam membahas tentang dunia, sering dikaitkan dengan lima kata yaitu : mata’, la’ib, lahw, zīnah, dan gharar. Lima kata tersebut menjelaskan makna lebih luas yang berhubungan dengan dunia.

  1. Matā’, berasal dari kata mata’a yang artinya sesuatu yang dengannya dapat diperoleh suatu manfaat atau kesenangan dan manfaat tersebut akan cepat hilang sebab tempo kelezatan sesuatu tadi yang relatif singkat.
  2. La’ib, secara etimologi berasal dari kata la’iba yang artinya bermain-main, suatu pekerjaan untuk menikmati kelezatan dan kesenangan, atau suatu perkara yang tidak bermanfaat. Lawan kata dari jadda yang artinya bersungguh-sungguh.
  3. Lahw, Quraish Shihab berkata, lahw adalah kegiatan yang menyenangkan hati tetapi tidak penting, sehingga melengahkan pelakunya dari hal-hal yang lebih penting.
  4. Zīnah, dalam Al – Qur’an kata zīnah ini bermakna perhiasan kehidupan dunia yang bersifat material.
  5. Gharar, kata ini berasal dari kata garra/garara artinya menipu, memperdaya, membujuk, membahayakan, dan mencari kelengahan.

Dari penjelasan di atas, kita semua tahu bahwa dunia adalah sesuatu yang rendah, semu, tipuan, terbatas waktu, dan hanya fatamorgana. Maka tidak pantaslah dunia menjadi sesuatu yang penting bagi manusia. Sehingga seharusnya, akhirat sebagai antonim dari ad dunyā, yaitu yang bersifat kekal. Maka sesungguhnya, orientasi kehidupan manusia di dunia adalah akhirat. Bukan kehidupan dunia itu sendiri. Wallahua’lam.

Artikel berjudul “Al-Quran Mengulang Kata “Dunia” Sebanyak 115 Kali, Apa Artinya?” ini adalah kiriman dari Audi Prameswari, Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Baca juga artikel lain Audi Prameswari di link berikut:

Nama Bintang yang Disebutkan dalam Al–Qur’an, Tanda Kebesaran Tuhan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...