Beranda Khazanah Al-Quran Menyebut Gunung Sebagai Pasak Bumi, Bagaimana Penjelasannya dalam Sains?

Al-Quran Menyebut Gunung Sebagai Pasak Bumi, Bagaimana Penjelasannya dalam Sains?

Harakah.id Dalam al-Quran ada sebuah ayat yang menyebut gunung sebagai pasak bumi. Bagaimana penjelasannya dalam Sains bahwa gunung sebagai pasak bumi?

Indonesia sebagai negara kepulauan diberikan banyak kekayaan alam flora dan fauna yang tersebar dari sabang sampai merauke. Karena letaknya di katulistiwa, sehingga Indonesia dilintasi oleh dua jalur pegunungan muda, yakni Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania, inilah yang menyebabkan negara kita memiliki banyak pegunungan berapi. Tidaklah Allah SWT menciptakan segala sesuatu melainkan ada manfaatnya, baik yang kita rasakan secara langsung maupun secara tidak langsung. Gunung-gunung yang menjulang tinggi dan berdiri kokoh di seluruh  belahan dunia memiliki fungsi tersendiri, tidak hanya sekedar fenomena alam semata. Sudah selayaknya bagi kita untuk mennafakuri penciptaan langit dan bumi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Ali-Imron 190 :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ 

Artinya : “Mereka adalah orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi,”

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Kasyifatus Saja menjelaskan terkait lima jenis tafakur menurut para Jumhur ‘Ulama, yang salah satunya adalah mentafakuri atau merenungi ayat-ayat Allah SWT. Ayat-ayat di dalam Al-Quran salah satunya memuat tentang fenomena-fenomena alam sekitar, seperti halnya yang berkaitan dengan gunung. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. An-Naba ayat 6 dan 7 :

أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَٰدًا 

وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا 

Artinya : “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?. Dan gunung-gunung sebagai pasak?”.

Baca Juga: Lockdown Matahari Sebagai Tanda-Tanda Kiamat, Benarkah?

Imam Jalalain dalam tafsirnya menjelaskan Q.S.An-Naba ayat 7, bahwa gunung-gunung sebagai pasak ini yang menstabilkan bumi, sebagaimana halnya kemah yang berdiri dengan mantapnya berkat patok-patok yang menyangganya. Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna taqrir atau menetapkan. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan ayat tersebut bahwa gunung-gunung sebagai pasak untuk menguatkan bumi. Lalu dijelaskan juga bahwa, lapisan padat kerak bumi dapat mencapai ketebalan sekitar 60 kilometer. Lapisan itu dapat meninggi, sehingga membentuk gunung-gunung, atau menurun menjadi dasar lautan dan samudera. Keadaan seperti ini menimbulkan keseimbangan akibat tekanan yang dihasilkan oleh gunung-gunung tersebut. Keseimbangan ini tidak mengalami kerusakan kecuali jika gunung-gunung tersebut musnah. Lapisan kerak bumi yang basah akan dikuatkan oleh gunung-gunung, persis seperti pasak menguatkan kemah.

Dalam Q.S An-Nahl ayat 15 Allah SWT berfirman : 

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ 

Artinya : “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,”

Ayat ini saling menguatkan dengan ayat sebelumnya terkait karakteristik gunung yang dapat menjadi pasak bumi, agar bumi tidak bergoncang. Imam Jalalain dalam tafsirnya menjelaskan ayat tersebut bahwa gunung-gunung yang tegak kokoh supaya bumi tidak bergerak. Masih banyak lagi ayat-ayat lain yang memberikan indikasi terhadap karakteristik dan fungsi dari gunung itu sendiri.

Dalam perspektif sains, pada dasarnya gunung memiliki peranan sebagai pengukuh gerakan horizontal gerakan bumi, inilah yang disebutkan di dalam Al-Quran bahwa gunung sebagai pasak bumi. Gunung yang memiliki fungsi seolah-olah memaku lempengan kerak bumi, dan juga meluaskan di atas dan di bawah permukaan bumi pada titik temu lempengan secara serentak. Hal ini dapat mengakibatkan gunung memakukan kerak bumi dan juga dapat mencegahnya bergerak di atas lapisan magma.

Di dalam literatur ilmiah sering disebut sebagai isostasi. Isostasi adalah kondisi keseimbangan gravitasi antara lapisan kerak bumi dan mantel yang mengakibatkan kerak seolah “mengapung” di atas mantel. Gunung-gunung yang menjulang tinggi dapat membuat struktur bumi menjadi lebih stabil, terutama pada titik-titik terlemah dari kerak bumi. Fakta di lapangan menyatakan bahwa rata-rata gempa yang terjadi di daerah sekitar pegunungan tidak begitu terasa dibandingkan daerah-daerah yang jauh dari pegunungan.

Namun adakalanya ketika gunung berapi sudah tidak dapat menahan kembali tekanan litosfer yang terlalu besar, maka gunung berapi pun akan memuntahkan larva ke permukaan bumi. Pada dasarnya muntahan larva ini dikeluarkan agar terjadi keseimbangan kembali, sehingga gunung dapat mengokohkan permukaan bumi, dan tidak menciptakan gempa-gempa baru yang di akibatkan oleh gunung berapi tersebut jika tidak meletus.

Banyak sekali keberkahan yang dapat dirasakan dari muntahan gunung tersebut, karena larva yang berasal dari dalam perut gunung mengangkut aneka ragam mineral yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan juga dapat menyebabkan tanah di sekitar muntahan larva tersebut menjadi lebih subur. Dan di sisi lain pun, manusia dapat mempelajari periode dan karakteristik terkait suatu gunung berapi, sehingga dalam menghindari dan melindungi diri dari letusan gunung berapi tersebut.

Lebih sederhana lagi, kita bisa mengibaratkan gunung sebagai paku, yang dapat menahan lapisan-lapisan di bawahnya. Atau gunung sebagai jangkar dari suatu perahu. Yang mana, ketika jangkar tersebut diturunkan dapat menahan pergerakan perahu di atas permukaan laut dari terpaan gelombang, meskipun bisa saja bergerak, namun tidak akan terlalu signifikan akibat ditahan oleh jangkar tersebut.

Al-Quran sebagai wahyu Allah yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya, memberikan banyak sekali petunjuk tentang fenomena-fenomena alam semesta, yang salah satunya adalah berkaitan dengan gunung. Sains modern membuktikan bahwa gunung sendiri memiliki peranan sangat penting di atas permukaan bumi ini. Allah memberikan petunjuk di dalam Al-Quran, bahwa gunung sebagai pasak bumi, yang sudah semestinya kita sebagai seorang hamba untuk memeliharanya. Karena sebagian besar dari kehancuran itu pada dasarnya diakibatkan oleh tingkah laku kita sebagai manusia.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...