Al-Wala’ Wal Bara’, Memahami Doktrin Keagamaan Kaum Wahabi

0
2805

Harakah.idAl-Wala’ Wal Bara’ menjadi doktrin keagamaan yang penting dalam Islam versi kaum Wahabi atau yang terpengaruh olehnya. Al-Wala’ Wal Bara’, memahami doktrin keagamaan kaum Wahabi.

Salah satu doktrin kaum Wahabi yang diajarkan kepada para pengikutnya adalah konsep Al-Wala’ wal Bara’. Apa arti konsep ini? Siapa yang merumuskan konsep ini? Apa implikasi konsep ini? Artikel singkat ini akan memberikan ulasan.

Al-Wala’ wal-Bara’ merupakan istilah dalam bahasa Arab. Ia tersusun dari dua kata Al-Wala’ dan Al-Bara’. Secara tekstual, Al-Wala’ berarti cinta, kesetiaan atau dukungan. Kata ini seakar dengan kata al-wali dan al-auliya’.

Dalam pengertian yang biasa digunakan oleh penggunanya, Al-Wala’ berarti komitmen untuk mencintai dan setia kepada Allah. Cinta dan setia kepada Allah diartikan secara lebih luas dengan cinta serta setia pada ajaran agama, hukum-hukum, dan orang-orang Mukmin. Dalam sebuah tafsirnya, Al-Wala’ atau kesetiaan itu hanya boleh diberikan kepada Allah, rasul-Nya dan kaum beriman.

Al-Bara’ secara tekstual berarti terbebasnya diri. Dalam pengertian yang digunakan oleh penggunanya, Al-Bara’ berarti terbebasnya diri dari ajaran selain ajaran Islam serta terbebas dari bersekutu dengan musuh-musuh Islam. Terbebas dari cinta dan kesetiaan pada selain agama Islam dan komunitas non-Islam.

Al-Wala’ Wal Bara’ adalah doktrin yang berangkat dari pandangan teologis, tetapi berdampak nyata dalam praktik interaksi sosial sesama manusia. Ia digadang-gadang dapat melahirkan solidaritas internal ‘umat Islam’. Tetapi, jika dilihat dalam praktiknya, maka akan ditemukan kontradiksi bahwa doktrin ini digunakan menciptakan kelompok Islam yang ekseklusif, tertutup, dan jauh dari masyarakat Islam pada umumnya.

Hal ini karena tafsir yang dikembangkan adalah, ketika kesetiaan itu hanya untuk Allah, musuh Allah harus dijauhi, orang harus mendefinisikan siapa musuh Allah itu. Tidak sedikit kasus dimana musuh Allah adalah orang-orang Muslim yang tidak setuju dengan pandangan politik pengusung Al-Wala’ Wal-Bara’.

Sekalipun diklaim sebagai ajaran Islam, konsep Al-Wala’ Wal Bara’, nyatanya mayoritas umat Islam tidak mengenalnya. Bahkan di kalangan ulama sendiri. Konsep ini hanya ditemukan berkembang dan menyebar dalam dua kelompok Muslim.

Pertama, kelompok tarbiyah. Kelompok tarbiyah merupakan gerakan yang berkembang di kampus-kampus di Indonesia. Mereka mempelajari Islam melalui seorang mentor yang disebut murabbi. Pada umumnya, mereka mengadopsi ajaran Islam yang dikembangkan oleh para tokoh Ikhwanul Muslimin  dalam masalah sosial dan politik, serta doktrin keagamaan Wahabi dalam persoalan akidah dan ibadah. Percampuran ajaran Ikhwanul Muslimin dan Wahabi ini memiliki sejarah panjang, terkait dengan dinamika gerakan Islam di Timur Tengah.

Kedua, kelompok Salafi. Kelompok ini pada mulanya sering disebut Firqah Wahhabiyyah. Dikaitkan dengan tokoh bernama Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi. Ia adalah pencetus ideologi Wahabi yang menjadi paham resmi kerajaan Arab Saudi. Pada tahun 80-an, penggunaan istilah Wahabi dikritik karena dianggap cenderung pada kultus individu yang terlarang dalam pandangan pengikutnya. Sebagai gantinya, digunakan istilah Salafi (al-Salafiyyah).

Di Indonesia, istilah Salafi terkadang mengalami modifikasi menjadi “Manhaj Salaf”, “Golongan Sunnah”, dan lain sebagainya. Kelompok ini, tentu saja memiliki perbedaan dengan umat Islam pada umumnya di Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah, mengikuti salah satu mazhab fiqh, dan dalam teologi mengikuti model Asy’ariyah.

Al-Wala’ Wal-Bara’ menjadi doktrin keagamaan yang penting dalam Islam versi kaum Wahabi atau yang terpengaruh olehnya. Konsep ini sering digunakan menyudutkan anggota kelompok yang membuka pintu komunikasi, sikap dan pergaulan dengan komunitas di luar kelompoknya. Baik komunitas luar itu  Muslim maupun non-Muslim.

Demikian ulasan singkat tentang Al-Wala’ Wal-Bara’, Memahami Doktrin Keagamaan Kaum Wahabi. Semoga dapat menampat wawasan.