Beranda Keislaman Muamalah Alasan Kenapa Antrian Haji Sangat Lama dan Bagaimana Dana Haji Dikelola

Alasan Kenapa Antrian Haji Sangat Lama dan Bagaimana Dana Haji Dikelola

Harakah.idJamaah haji seringkali merasa putus asa melihat antrian haji yang sangat lama. Di sisi lain, biaya yang disetorkan kepada penyelenggara haji tidak sedikit. Mengapa bisa demikian? Inilah alasan kenapa antrian haji sangat lama dan bagaimana dana haji dikelola.

BPKH merupakan singkatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji. BPKH memiliki tugas meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran dan pertanggungjawaban keuangan haji.

Dalam melaksanakan tugasnya BPKH memiliki fungsi sebagaimana yang tercantum dalam pasal 22 yaitu : (1) perencanaan penerimaan, pengembangan, dan pengeluaran keuangan haji. (2) pelaksanaan penerimaan, pengembangan, dan pengeluaran keuangan haji. (3) pengendalian dan pengawasan penerimaan, pengembangan, dan pengeluaran keuangan haji. (4) pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan penerimaan, pengembangan, dan pengeluaran keuangan haji.

Adapun tujuan dibentuknya BPKH yaitu untuk mengelola dana haji di Indonesia dan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan memberikan kemaslahatan bagi umat Indonesia. Namun disisi lain terdapat problematika dimana tidak sedikit dari jamaah atau customer yang belum mengetahui tugas dan tujuan dari BPKH terkait alokasi dana ibadah haji.

Seringkali terjadi problem antara BPKH dengan jamaah yang kurang update tentang BPKH, terkait setoran awal dan waiting list yang lama, jamaah yang kurang menggali informasi dari BPKH kerap kali bertanya ke mana dana haji tersebut? Kenapa waiting list begitu lama sampai berpuluh-puluh tahun?

nucare-qurban

Sebenarnya biaya ibadah haji yang dilimpahkan oleh pemerintah Arab Saudi kurang lebih 72 juta. Namun yang dibebankan oleh pemerintah Indonesia terhadap jamaah sebesar 35,2 juta per-orang.

Jamaah harus menyimpan setoran awal ke bank syariah sebesar 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Sisanya bisa dilunasi sebelum keberangkatan.

Mungkin tidak sedikit orang yang bertanya, lantas untuk dana selebihnya darimana? Jadi dana yang 35,2 juta tersebut dikelola oleh BPKH supaya bisa memenuhi dana ibadah haji sebesar 70 juta. Pengelolaan tersebut bersifat hati-hati, nirlaba, transparan, dan wajib secara syari’ah.

Lalu dana haji umat diinvestasikan pada bidang apa saja? Pastinya dalam koridor syariah, berikut merupakan jenis investasi yang dilakukan oleh BPKH yaitu: (1) investasi dalam bentuk emas/logam mulia, (2) investasi langsung seperti akomodasi, (3) investasi lainnya seperti pembiayaan Garuda-Saudia, service-service lain terkait haji dan umrah, (4) investasi surat berharga. Nilai manfaat dari hasil investasi tersebut walaupun 1 rupiah tidak mungkin nyasar ke kantong orang, nilai manfaatnya dipantau sampai dana tersebut kembali.

Lalu kemudian hasil dari investasi tersebut yang akan menjadi Dana Abadi Umat. Apa itu Dana Abadi Umat? Dana Abadi Umat merupakan dana yang dikumpulkan oleh pemerintah Indonesia yang diperoleh dari efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji dan dari sumber lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dana Abadi Umat tersebut yang nantinya digunakan sebagai subsidi untuk memenuhi biaya ibadah haji yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi kepada setiap jamaah haji sebesar 72 juta.

Selain  untuk mensubsidi dana ibadah haji, Dana Abadi Umat juga digunakan untuk membantu umat dalam bidang pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial, pembangunan sarana prasarana ibadah, dan penyelenggaraan ibadah haji.

Bagaimana dengan waiting list yang cukup lama? Padahal setoran haji sudah lunas? Pada tahun 2019, kuota haji yang diberikan pemerintah Arab saudi kepada Indonesia sebesar 231.000. Rinciannya, 204.000 untuk jamaah haji reguler dan 17.000 untuk jamaah haji khusus. Sedangkan yang mendaftar haji tahun 2019, melonjak tinggi  yaitu 710.000 jamaah. Ini yang menyebabkan waiting list cukup lama. Jamaah yang daftar setiap tahunnya melebihi kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

BPKH mengelola keuangan haji berdasarkan hukum syariat Islam secara transparan, nirlaba, dan akuntabilitas. Adapun bentuk transparansi dari BPKH yaitu dalam pengelolaan keuangan haji BPKH mengelola secara terbuka terhadap jamaah juga media. Selain itu juga bisa mendapatkan informasi ter-update, akurat serta terpercaya di www.BPKH.go.id, di sana juga terdapat tulisan khusus tentang “Apa dan bagaimana investasi keuangan haji BPKH.”

Tidak ada yang dirahasiakan oleh BPKH dalam mengelola dana haji. BPKH yang dikepalai oleh bapak Anggito Abimanyu terus bergerak untuk memberikan yang terbaik bagi umat sehingga tercapainya visi dari BPKH yaitu menjadi lembaga pengelola keuangan yang terpercaya

Demikian ulasan singkat tentang kenapa antrian haji sangat lama dan bagaimana dana haji dikelola. Semoga bermanfaat.

Artikel kiriman dari Wina Wiana, Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

REKOMENDASI

Mengenal Gagasan Ibn Haitsam: Ilmuwan dan Filosof Muslim yang Terlupakan

Harakah.id - Ibn Haitsam mungkin adalah salah seorang ilmuan dan filosof Muslim yang jarang sekali dibicarakan. Popularitasnya kalah dengan ilmuan dan...

Kisah Perempuan dalam Jaringan Pendukung ISIS di Indonesia

Harakah.id - Perempuan memiliki peran jauh lebih penting dalam proses pembentukan klaster kelompok radikal. Kisah para perempuan berikut akan menunjukkan hal...

Dalam Pertempuran Melawan Virus, Dunia dan Kemanusiaan Tak Lagi [Hanya] Membutuhkan Kepemimpinan

Harakah.id - Virus, yang kemudian dikenal dengan nama Corona, sudah menyebar setahun dan menjangkiti jutaan manusia. Sebuah artikel dari Yuval Noah...

Peran Habib Rizieq dalam Lahirnya Sentimen Anti-Arab di Indonesia

Harakah.id - Habib Rizieq berikut Front Pembela Islam harus dilihat bukan hanya sebagai organisasi yang soliter, tapi juga percikan dari...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...