Alasan Kenapa Dilarang Puasa Sunnah Khusus di Hari Jumat

0
1676
Kenapa Dilarang Puasa Hari Jumat Haram

Harakah.id – Nabi Muhammad Saw. melarang puasa sunnah khusus di hari Jumat karena ia merupakan hari besar umat Islam.

Sebagaimana kita ketahui, ada hari-hari tertentu yang tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk melaksanakan puasa sunnah, salah satunya ialah hari Jumat. Larangan ini sebagaimana ditegaskan Nabi Saw.,

لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dibarengi dengan puasa pada hari sebelum atau sesudahnya” [HR. Al-Bukhari]

Dalam hadis lain dikatakan,

عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهْىَ صَائِمَةٌ فَقَالَ « أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى

Dari Juwairiyah binti Harits Ra, bahwa Nabi Saw. mendatanginya pada hari Jumat, sedangkan ia (Juwairiyah) dalam keadaan berpuasa. Nabi Saw. bertanya, “apakah engkau berpuasa di hari kemarin?” Juwairiyah menjawab, “tidak.” Nabi Saw. bertanya lagi, “apakah engkau akan berpuasa esok hari?” Juwariyah menjawab, “tidak.” Lalu Nabi Saw. berkata, “maka berbukalah.” [HR. Al-Bukhari]

Baca Juga: Hukum Mengerjakan Puasa Syawal Pada Hari Jumat, Begini Cara Biar Tak Makruh

Kedua hadis di atas menegaskan tentang larangan berpuasa sunnah pada hari Jumat, kecuali didahului dengan puasa pada hari sebelumnya atau diiringi dengan puasa pada hari setelahnya. Sayid Sabiq mengatakan bahwa larangan tersebut karena hari Jumat merupakan hari besar umat Islam. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Saw.

إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ يَوْمُ عِيدٍ فَلَا تَجْعَلُوا يَوْمَ عِيدِكُمْ يَوْمَ صِيَامِكُمْ إِلَّا أَنْ تَصُومُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Sesungguhnya hari Jumat adalah hari besar. Maka janganlah kalian menjadikan hari besar kalian untuk berpuasa kecuali dibarengi dengan berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.” [HR. Ahmad]

Namun demikian, menurut mayoritas ulama, larangan tersebut hanya berupa kemakruhan, tidak menunjukkan pada keharaman.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai larangan mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa sunnah.

Baca Juga: 4 Keutamaan Surah Al-Mulk, No. 2 Membela Pembacanya di Akhirat hingga Masuk Surga
Baca Juga: Melihat Gambaran 7 Nama Neraka dan Siksaannya dalam Al-Qur’an dan Hadis