Beranda Keislaman Hikmah Alasan Mengapa Nabi Muhammad Menshalati Jenazah Orang Munafik

Alasan Mengapa Nabi Muhammad Menshalati Jenazah Orang Munafik

Harakah.idMuncul larangan menshalati jenazah orang munafik. Tetapi dalam sejarahnya, Nabi Muhammad justru pernah menshalati jenazah orang munafik. Bahkan orang paling munafik di zamannya. Mengapa?

Kita sebagai orang muslim memang selalu diajarkan untuk saling menghormati dan bersifat toleran dengan kerabat-kerabat kita yang berbeda keyakinan. Bukan karena berbeda agama atau berbeda keyakinan, akhirnya kita memutuskan hubungan sosial kita dengan mereka. Ingat, di dalam islam kita tidak hanya diajarkan ukhuwah islamiyah saja, namun juga masih ada ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah.

Namun, sifat ketoleransian kita terhadap mereka yang berbeda keyakinan, tetap masih ada batasannya. Seperti salah satu contohnya adalah tidak bolehnya kita menshalati jenazah orang munafik atau orang kafir. Hal ini sebagaimana sudah termaktubkan dalam surat Taubah ayat 84, yang berbunyi;

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَٰسِقُونَ

dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati diantara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Imam Jalaludin Assuyuthi dan Imam Jalaludin Almahaly menjelaskan di dalam tafsir mereka. Di dalam tafsir Jalalain, orang-orang fasik ini diartikan juga dengan orang-orang kafir. Yaitu mereka yang tidak mengesakan Allah dan tidak mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Namun apakah kalian tahu? Ternyata Nabi pernah menshalati jenazah orang munafik dan kafir. Siapa dia? Dia adalah Abdullah bin Ubay bin Salul, yaitu tokoh yang masyhur akan kemunafikan dan penghianatannya terhadap kaum muslimin di Madinah. Dia adalah provokator ulung dan pelaku penyebar fitnah yang ditujukan kepada sayyidah Aisyah ra.

Di dalam Ibnu Katsir tertulis, Ibnu Umar telah menjelaskan bahwa anaknya Abdullah bin Ubay bin Salul, yang bernama Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul datang kepada Nabi dan meminta kain qomis kepada Nabi untuk mengafani ayahnya yang meninggal, tidak cuma itu dia juga meminta Nabi agar mau mensholati ayahnya ini. Di sela-sela perbincangan tadi, Umar menyela dan berniat untuk melarang serta mengingatkan Nabi agar tidak menerima permintaannya karena Abdullah bin Ubay ini adalah seorang yang munafik.  Namun di sana Nabi tetap menerima permintaan tadi dan akhirnya mensholati Abdullah bin Ubay bin Salul ini.

Pada saat kejadian ini, memang ayat Quran yang berisi larangan mensholati orang munafik belum diwahyukan kepada Nabi, sesaat setelah kejadian ini barulah surat Taubah ayat 84 turun kepada Nabi, yang isinya melarang untuk mensholati orang kafir.

Jika dilihat dengan seksama dan kita perhatikan dari kisah ini, terdapat sebuah hikmah yang teramat luar biasa. Kalian tahu anak Abdullah bin Ubay bin Salul ini? Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul adalah salah satu sahabat nabi yang setia kepada Nabi dan beliau juga salah satu pejuang Badar pada saat ini. Coba bayangin, jika nabi menolak permintaannya tadi untuk mensholati ayahnya, betapa terpukulnya Abdullah bin Abdullah bin Salul ini. Semunafik-munafiknya Abdullah bin Ubay bin Salul, tetap saja dia adalah ayah kandungnya, dan seorang anak pastilah ingin yang terbaik untuk ayahnya.

Betapa mulia dan indahnya akhlak Nabi dalam menjaga perasaan sahabat-sahabatnya, baik itu Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul atau Umar bin Khattab. Abdullah bin Abdullah bin Ubay lega dan bahagia karena nabi telah bersedia mensholati ayahnya, begitu pula dengan sahabat Umar yang juga lega dan bahagia karena setelah kejadian ini langsung turun ayat yang berisikan tentang larangan mensholati orang munafik sebagaimana perkataan Umar di awal yang dia sangat tidak setuju jika nabi menshalati jenazah orang munafik. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...