Beranda Headline Aliran Malamatiyyah dan Gerakan Perlawanan atas Sikap Congkak dalam Beragama

Aliran Malamatiyyah dan Gerakan Perlawanan atas Sikap Congkak dalam Beragama

Harakah.id Malamatiyyah merupakan salah satu corak tasawuf; sebuah aliran tasawuf yang berpandangan bahwa seorang salik seharusnya menyembunyikan apa yang layak dipuji dan menunjukkan apa yang layak disalahkan.

Mengenai Malamatiyyah ini, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulum ad-Din menjelaskan, Malamatiyyah adalah sebuah gerakan sufi yang mencoba menghilangkan kedudukan di dalam hati makhluk dengan cara melakukan sesuatu yang menjadi bahan makian makhluk sehingga hilanglah kedudukan salik di dalam hati manusia. Mereka memisahkan diri dari kerumunan kehidupan manusia untuk dapat diterima di hadapan Allah Swt., merasa tenang dengan menyembunyikan jati diri dan ditolak oleh manusia umum dan diterima oleh Allah Swt.

Senada dengan Imam Al-Ghazali, Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Fatawa Al-Haditsiyyah pula menyatakan; Malamatiyyah adalah sebuah gerakan dari sekelompok orang yang selalu menjaga kebaikan hatinya untuk Allah semata, mereka tidak menyukai orang lain melihat amalnya-amalnya, sehingga ketika seseorang mengetahui kebaikannya, maka mereka segera merusak amal-amal tersebut dengan cara melakukan perbuatan atau perkataan yang kelihatannya tercela.

Dalam pandangan Malamatiyyah, seorang salik harus menyembunyikan ekspresi batin dan hubungan dirinya dengan Tuhan. Bahkan semestinya menampakkan hal-hal yang tidak sejalan dengan syariat agar dipandang  jelek oleh orang lain.

Sebab, yang menjadi prinsip utama bagi jalan Malamatiyyah adalah sebuah komitmen yang mensyaratkan bahwa orang hendaknya memandang kesalahannya sendiri dan  memerangi penyakit-penyakit hati, seperti riya’ (ingin dilihat baik), ujb (kagum dengan diri sendiri ), dan nifaq (munafik).

Pandangan Malamatiyyah yang sedemikian ekstrim ini, dalam sejarahnya muncul akibat dari fenomena maraknya gerakan-gerakan asketisisme (zuhud). Malamatiyyah adalah sebentuk gerakan  perlawanan atas fenomena asketisisme tersebut. Ia merupakan wujud dari pergerakan anti-zuhud.

Pada masa itu para asketisisme (Zahid) umumnya menggunakan pakaian putih penuh sobekan dan tambalan sebagai wujud ketidak pedulian mereka terhadap urusan materi (harta).

Kesederhanaan pakaian sebagai wujud kezuhudan inilah yang kemudian mendapat reaksi keras dari kalangan sufi Malamatiyyah di Khurasan. Aliran ini mengharamkan pemakaian pakaian robek dan bertambal. Sebab hal tersebut berarti menampakkan kezuhudan dirinya serta mengundang perhatiaan dan pujian orang.

Al-Hujwiri mencatat dalam Al-Kasyf Al-Mahjub perihal pujian Nuh Al-Ayyar kepada penggagas Malamatiyyah, Hamdun Al-Qashar:

Aku (Nuh)…memakai baju tambalan…agar aku bisa menjadi seorang sufi dan menjauh dari dosa akibat malu yang aku rasakan terhadap Tuhan; tetapi engkau melepaskan baju tambalanmu agar engkau tidak tertipu oleh orang-orang dan orang-orang itu tidak tertipu olehmu..

Pemakaian baju yang menunjukkan atas identitas kezuhudan memang sangat rentan menjadikan seseorang kian “sok berlagak” (syuhrah). Al-Muhasibi menyatakan dalam Masa`il fi Amal Al-Qulub wa Al-Jawarih

Aku akan waspada terhadap sikap sok pamer (syuhrah) [dalam memakai pakaian mirip asketikus (zahid)] agar ia tidak menggerogoti hati sehingga mereka menjadi sombong atau congkak atau arogan…

Selain itu, al-Muhasibi juga meriwayatkan bahwa Sa’id Ibn Al-Musayyib, salah seorang tabi’in, ketika ditanya tentang jenis pakaian yang hendaknya dipakai oleh orang muslim saleh, beliau menjawab: “Sucikan hatimu dan pakailah apa yang kamu suka!”

Maraknya fenomena hijrah yang akhir-akhir ini kerap menjadi semacam ajang bagi orang-orang untuk saling bersikap congkak dalam beragama dan tak jarang menganggap diri sebagai orang yang berhak menyandang citra paling Islami. Pose dengan mengenakan baju ‘syar’i’ dan gaya ‘islami’ pun kerapkali dipamerkan, bahkan disertai dengan celaan kepada mereka yang belum mendapat ‘hidayah’.

Atas fenomena itu kiranya, penting untuk menyuguhkan ajaran Malamatiyyah ini, sebuah corak Tasawuf yang berkembang di Nisapur pada abad 3/9 sebagai aliran tasawuf yang mencoba melawan kecongkakaan atas orang-orang yang sok dalam mengekspresikan agamanya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...