Anjuran dan Keutamaan Berpuasa di Hari Arafah

0
235

Hari Arafah termasuk hari mulia yang telah ditegaskan oleh syari’at. Selain itu juga terdapat pada salah satu bulan haram, yakni Dzul Hijjah. Setidaknya, dari segi waktu saja hari Arafah sudah memiliki keutamaan luar biasa.

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan momen tersebut, syari’at menganjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan berpuasa. Dan tentunya ada keutamaan di situ sebagaimana sabda Nabi:

 

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: … صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ …. (رواه مسلم

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab, dari Nabi Saw bersabda: … (saat tiba) puasa hari Arafah aku berharap kepada Allah agar menggugurkan (dosa) setahun sebelumnya dan setelahnya. … “ (HR. Muslim).

 

Sebagai catatan bahwa dosa yang dijamin kegugurannya adalah dosa kecil. Hal ini sebagaimana kata Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim. Karena dosa besar hanya bisa gugur dengan cara tobat dan meminta ampun kepada Allah.

Selain keutamaan di atas, keutamaan puasa Arafah dapat dilihat pada hadis-hadis Nabi yang membicarakan tentang keutamaan amal yang dilakukan pada bulan Dzul Hijjah, seperti Hadis:

 

عَنْ أَبِي بكرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَهْرَانِ لَا يَنْقُصَانِ شَهْرَا عِيدٍ رَمَضَانُ وَذُو الْحَجَّةِ (رواه البخاري

Diriwayatkan dari Abi Bakrah, dari Nabi Muhammad Saw bersabda: ada dua bulan yang tidak akan dikurangi (pahalanya ketika dikerjakan pada bulan tersebut). Kedua bulan itu adalah bulan hari raya, yakni Ramadan dan Dzul Hijjah.” (HR. Bukhari).

 

Dengan begitu, selain keutamaan khusus pada hari puasa Arafah, juga ada keutamaan bulannya. Sehingga jika keduanya digabungkan maka keutamaan dan pahalanya berlipat ganda. Artinya, mengerjakan ibadah pada hari tersebut, maka pahalanya akan berlipat-lipat seiring jaminan kemuliaan hari dan bulan tersebut.