Beranda Keislaman Ibadah Antara Air Mani dan Haid, Berikut Perbedaan-Perbedaan Serta Konsekuensi Hukumnya

Antara Air Mani dan Haid, Berikut Perbedaan-Perbedaan Serta Konsekuensi Hukumnya

Harakah.idMani dan Haid sama-sama hadas besar. Mani dan Haid juga sama-sama punya konsekuensi hukum yang serupa. Namun keduanya punya perbedaan. Berikut penjelasannya…

Mani dan Haid memang beda, tapi keduanya juga punya keserupaan, utamanya dalam hal konsekuensi hukumnya.

Haid adalah darah tabiat (alami) yang keluar dari dinding rahim perempuan yang pecah saat kondisi sehat pada waktu tertentu. Permulaan keluarnya darah haid yang dialami perempuan sekitar umur sembilan tahun. Sementara untuk geografis seperti di timur tengah normalnya darah haid keluar sekitar umur dua puluh tahun. Minimal jangka waktu darah haid yaitu satu hari satu malam, kalau ghalibnya (biasanya/keseringan) sekitar enam atau tujuh hari. Dan paling lama selama lima belas hari.

Dalam persoalan haid Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 222;

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِين [البقرة: 222]

Artinya, “Dan mereka menanyakan kepadamu (muhammad) tentang haid. Katakanlah, “itu sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid, dan janganlah kamu dekati mereka sebelum suci. Apabila mereka sudah suci, gaulilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang bertaubat dan yang menyucikan diri. [Q.S Al-Baqarah ayat 222]

Syekh Muhammad bin Ahmad bin Umar Al-Syathiri dalam kitabnya, Syarah Yaqutu An-Nafis, saat mengomentari ayat di atas mengatakan, haid adalah kotoran yang menyakiti, baik bagi perempuan sendiri maupun bagi suami (kalau wanita itu sudah bersuami). mengutip ahli psikolog, Beliau mengatakan, Secara psikis wanita yang haid akan banyak mengalami perubahan karena pembawaan atau komposisi tubuh perempuan yang keluar darah haid menjadi tidak stabil. 

Oleh karena itu, banyak wanita yang mengalami haid cenderung kondisi tubuh maupun psikisnya tidak teratur, ada sebagian wanita yang sakit ringan sebab haid, ada yang muntah-muntah dan sering pula tidak dapat mengontrol emosinya sehingga mudah marah, sensitif dan insecure. Aspek inilah, darah haid yang menyakiti perempuan. Sedangkan aspek menyakitinya haid terhadap lelaki adalah terhalangnya suami untuk melakukan hubungan intim atau sanggema.

Mani adalah cairan putih yang keluar dari manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Biasanya, keluar saat mengalami klimaks (saat berhubungan intim) atau sebab mimpi basah. Mani tersebut bisa dibedakan dari cairan lainnya karena memiliki karakteristik atau ciri-ciri khusus yang dimiliki mani dan tidak dimiliki cairan lainnya seperti wadi dan madzi. Adapun ciri-ciri mani Zainuddin al-Malibari menyebutkan dalam kitabnya, Fathu Al-Muin [hal: 54] sebagai berikut;

ويعرف بأحد خواصه الثلاث: من تلذذ بخروجه أو تدفق أو ريح عجين رطبا وبياض بيض جافا

“Mani dapat diketahui dengan ciri-ciri khususnya yang tiga, yaitu (1) merasa nikmat saat keluar atau (2) keluar secara muncrat dan (3) beraroma adonan saat kondisi basah atau dan beraroma putihnya telur saat kering.”

Adapun perbedaan keduanya yaitu ada lima. perbedaan ini dipandang dari segi hukum dan konsekuensinya, Imam Al-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Asybah wa Nazdair [hal: 518] menyebutkan perbedaan tersebut sebagai berikut; 

Pertama, menurut pendapat yang shahih, mani tidak membatalkan wudu’ sementara haid dapat membatalkan wudu’. Kedua, mani tidak menyebabkan diharamkannya mondar-mandir di masjid, berbeda dengan haid yang bisa menyebabkan diharamkannya mondar-mandir di masjid sekiranya mengotorinya dengan darah yang keluar. 

Ketiga, mani tidak membatalkan puasa kalau sekiranya keluarnya mani tersebut tanpa disengaja, seperti keluar sebab mimpi basah. Sedangkan haid dapat menyebabkan puasa menjadi batal. Keempat, mani tidak menyebabkan keharaman berpuasa berbeda dengan haid yang dapat mengharamkan puasa. Kelima, mani hukumnya suci sementara haid hukumnya najis.

Baik haid maupun mani, keduanya sebenarnya memiliki kesamaan dalam segi konsekuensi hukum yang lain, diantaranya sama-sama menjadi salah satu sebab diwajibkannya mandi, haram mendirikan shalat, thawaf, membawa mushaf Al-Qur’an dan banyak lainnya, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fikih pada bab “hal-hal yang diharamkan bagi orang junub”. Wallahu A’lam

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...