Beranda Keislaman Ibadah Apa, Bagaimana, Kapan, dan Dimana Pelaksanaan Haji, Panduan Ringkas Memahami Ibadah Haji

Apa, Bagaimana, Kapan, dan Dimana Pelaksanaan Haji, Panduan Ringkas Memahami Ibadah Haji

Ibnu Manzhur dalam Lisan Al-Arab menyebutkan bahwa “hajj” secara bahasa berarti tujuan. Kemudian, penggunaan kata ini menjadi lebih khusus untuk setiap perjalanan yang bertujuan ke Mekah guna melaksanakan ibadah.

Dalam istilah fikih, Imam Al-Bujairami menjelaskan bahwa haji memiliki makna perjalanan seseorang ke Ka’bah guna menjalankan ritual-ritual ibadah haji dengan cara yang telah ditentukan dan waktu yang telah ditentukan pula.

Menurut Imam Al-Syafi’i, waktu ibadah haji dimulai sejak bulan Syawal, Dzulqa’dah sampai 10 hari pada permulaan Dzulhijjah. Dalam arti, niat haji seseorang harus ada di dalam bulan-bulan tersebut. Jika tidak di dalam bulan itu, maka pekerjaan yang diniatinya menjadi ibadah umrah. Pelaksanaan ibadah haji sendiri adalah pada beberapa hari di bulan Dzulhijjah.

Sedang tempat pelaksanaannya adalah di Mekah, Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

Ritualnya dimulai dari niat di miqat, ihram selama haji berlangsung, tawaf di baitullah, sai di antara bukit Shafa dan Marwah, wuquf di Arafah, mabit (bermalam) di Mina dan Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, dan tahallul di akhir rangkaian ibadah.

Kewajiban haji hanya satu kali seumur hidup. Hal ini bertendensi pada sebuah hadis. Diceritakan, pada suatu saat Nabi ditanya, “Apakah haji wajib tiap tahun? Nabi diam saja. Sampai pertanyaan ini terulang tiga kali, baru Nabi bersabda, “Jika kujawab wajib satu tahun sekali, kamu sekalian akan merasa keberatan.”

Jawaban ini memberi arti bahwa haji hanya dijalankan satu kali dalam seumur hidup. Ijma’ dari kalangan sahabat yang terus dilaksanakan sampai sekarang bahwa haji wajib hanya satu kali seumur hidup. Sedangkan pelaksanaan haji yang kedua dan ketiga, menurut Syekh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Fiqh Al-Islam Wa Adillatuh, hukumnya hanya sunah.

Selanjutnya, tersedia berbagai pilihan dalam praktek haji, yaitu:

1. Haji ifrad, yaitu mendahulukan ibadah haji, kemudian melakukan umrah dengan cara melakukan dua kali ihram, sekali untuk haji dan sekali lagi untuk umrah;

2. Haji qiran, yaitu melakukan secara bersamaan dalam satu kali perjalanan;

3. Haji tamaththu’, yaitu mendahulukan ibadah umrah kemudian menjalankan haji pada tahun yang sama.

Dalam praktek kedua dan ketiga, bagi seorang yang berhaji diharuskan membayar dam atau denda.

Demikian penjelasan ringkas tentang rangkaian ibadah haji dalam Islam. Penjelasan ini dikutip dari buku Kearifan Syariat: Menguak Rasionalitas Syariat dalam Perspektif Filosofis, Medis dan Sosio-Historis. Buah pena santri Lirboyo tahun 2009.



[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...