Beranda Khazanah Apa Kontribusi Keilmuan Imam Al-Ghazali? Mari Kenali Gagasannya Melalui Tiga Karya Ini!

Apa Kontribusi Keilmuan Imam Al-Ghazali? Mari Kenali Gagasannya Melalui Tiga Karya Ini!

Harakah.idKontribusi keilmuan Imam al-Ghazali adalah sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Namanya sampai hari ini sangat akrab di telinga umat Muslim, khususnya umat Muslim di Indonesia.

Imam Al-Ghazali meninggalkan karya-karya tulis yang meliputi berbagai bidang ilmu keislaman. Sebenarnya banyak sekali karya tulis beliau, ada sekitar 80 judul baik dalam bentuk kitab besar maupun kecil. Namun ada tiga judul karangan terpenting dalam ranah keilmuan teologi, filsafat dan tasawwuf yang wajib menjadi bacaan kamu, yang secara tidak langsung juga menggambarkan kontribusi keilmuan Imam al-Ghazali;

  • Al-Munqidz min al-Dhalal

Al-Munqidz min al-dhalal artinya “penyelamat dari kesesatan”. Buku ini melukiskan perkembangan kehidupan intelektual Al-Ghazali. Dalam buku ini, mengisahkan perkembangan kehidupan intelektualnya yang berawal dari fase kajian yang kompherensif, lalu  fase keraguan dan terakhir fase keyakinan terhadap kebenaran yang berhasil dicapainya.

Dalam buku ini, beliau menjelaskan sikapnya terhadap ilmu kalam, aliran Ta’limiyah (syi’ah imamiyah), ilmu filsafat dan para filsuf serta terakhir sikapnya terhadap ilmu tasawuf. Disitu juga menjelaskan cara yang benar untuk menghidupkan kembali kesadaran beragama pada saat sebagian manusia mengalami kelemahan dalam perasaan beragama.

  • Tahafut al-Falasifah

Tahafut al-falasufah artinya “runtuhnya para filosof”. Tujuan penulisan buku ini ialah belliau hendak memberi perumpamaan kepada kita bahwa akal manusia sedang mencari hakikat kebenaran dan hendak mencapainya, sebagaimana nyamuk yang mencari cahaya siang hari. Ketika ia melihat sorotan sinar yang menyerupai hakikat kebenaran, ia tertipu dengannya, sehingga melemparkan dirinya kepadanya dan runtuhlah ia di dalamnya. Tetapi ia telah keliru, karena tertipu dengan analogi rasional yang keliru sehingga ia celaka sebagaimana nyamuk mengalami kecelakaan.

Dalam buku ini, beliau seolah-olah hendak berkata bahwa para filsuf telah tertipu dengan sekian banyak hal yang segera mereka terima tanpa berpikir terlebih dahulu, sehingga mereka berjatuhan dan celaka.

Beliau tidaklah bemaksud untuk menyerang pandangan-pandangan mereka. Karena beliau juga mengakui bahwa sebagian dari pandangan-pandangan itu ada yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Beliau hanya bermaksud menjelaskan rapuhnya mtodologi rasional yang menjadi landasan pandangan-pandangan mereka.

  • Ihya’ ‘Ulumiddin

Ihya’ ‘ulum al-din artinya “menghidupkan ilmu-ilmu agama”. Kitab ini merupakan karya beliau yang terpenting. Beliau menulis buku ini pada masa permulaan uzlah yang di jalaninya. Dan hal yang menjadi motivasi beliau, juga target yang menjadi tujuan penulisannya serta menjadi ruh pembahasan dalam kitab ini terangkum dalam satu kata, yakni ‘ikhlas’. Beliau mengulang-ngulang kalimatnya ini sampai ajal menjemputnya.

Imam Al-ghazali mendapati setan elah menguasai mayoritas manusia. Sementara agama dalam pandangan para ulamanya hanyalah fatwa resmi pemerintahan, perdebatan untuk mencari muka dan mengalahkan lawan, atau retorika memukau yang dijadikan sarana oleh penceramah untuk menarik perhatian kalangan awam. Dari sini, ditulisnya kiab ihya’ ‘ulum al-din. Kitab yabf sagat berpengaruh terhadap dunia Islam, sehingga sedikit ulama yang memberi syarh (komentar) terhadap intisari kitab ini.

Itulah tiga karya Imam al-Ghazali yang mungkin wajib kamu baca untuk lebih mengenal sosok berikut kontribusi keilmuan Imam al-Ghazali. Bagaimana dengan karya beliau yang lain? Tentu saja, seluruh karyanya juga penting dan wajib dibaca. Seluruh karya yang beliau lahirkan secara tidak langsung menegaskan bahwa kontribusi keilmuan Imam al-Ghazali tidaklah kecil dalam peradaban Islam sampai hari ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...