Apa Sih Pentingnya Menghindari Akhlak Tercela dalam Kehidupan Sehari-Hari

0
180

Harakah.idApabila manusia telah dikuasai oleh hawa nafsu dan melakukan perbuatan tercela maka Allah akan menjatuhkannya kepada derajat yang paling rendah. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam Qs. At-Tin: 5.

Manusia merupakan makhluk yang mulia karena statusnya khalifah Allah di muka bumi. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia mempunyai kewajiban-kewajiban. Di antara kewajibannya adalah menahan hawa nafsu, sabar, dan menaati perintah Allah, serta menjauhkan larangan-larangan Allah SWT. 

Apabila manusia telah dikuasai oleh hawa nafsu dan melakukan perbuatan tercela maka Allah akan menjatuhkannya kepada derajat yang paling rendah. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam Qs. At-Tin: 5 yang artinya: “Kemudian kami jatuhkan dia di lapisan yang serendah-rendahnya.

Pada buku Akidah Akhlak Kelas X dijelaskan bahwasannya akhlak tercela yang paling buruk adalah Hubbud-Dunya yang berarti cinta dunia. Cinta dunia adalah menganggap harta dunia itu sebagai segala-galanya. Hubbud-dunya atau penyakit hubbud-dunya ini bisa ada pada diri seseorang manusia dikarenakan lemahnya iman seseorang itu. Mereka berpikir bahwa tujuan hidup yang utama adalah dunia dan seakan-akan mereka kekal di dunia. Mereka lupa akhirat sehingga tidak bisa menghindari akhlak tercela.

Selain Hubbud-dunya masih banyak lagi akhlak tercela yang biasa kita temukan di dalam keseharian kita. Di antaranya, bersifat egois, ghibah, berkata kasar, riya’, mencuri, serta  Dengki/ hasad. Hal tersebut biasa kita temukan di dalam masyarakat saat kita bersosialisasi. 

Bahaya dari memiliki akhlak tercela di antaranya lupa bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa dan Allah-lah pemilik semua apa yang di bumi ini, menumbuhkan penyakit hati, merusak tatanan-tatanan yang sudah ada pada masyarakat, lupa akan siapa dirinya, menimbulkan kekecewaan pada dirinya, suka mengungkit-ungkit, dijauhi banyak orang-orang yang dekat kita, menimbulkan permusuhan, tidak tenang dalam menjalani hidup, jauh dari petunjuk Allah, amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah, serta mampu membuat kita menjadi lupa adanya yaumul hisab. 

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menghindari akhlak-akhlak tercela tersebut dalam diri kita dengan cara sebagai berikut :

  1. Senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar
  2. Meningkatkan ketaatan dalam beribadah dan beramal saleh
  3. Meningkatkan pengetahuan, wawasan keilmuan agama dan lingkungan
  4. Bergaul dengan orang saleh/salehah 
  5. Mensyukuri nikmat yang Allah berikan
  6. Meningkatkan etos kerja
  7. Menghormati orang lain
  8. Menghormati hak milik orang lain
  9. Melakukan hal-hal positif untuk orang tua atau orang sekeliling kita
  10. Memfokuskan niat ibadah hanya untuk Allah
  11. Saling menasehati dan mengingatkan
  12.  Sadar bahwasannya semua milik Allah dan hanya Allah tempat kembali.
  13. Ingat tujuan hidup di dunia yakni, kita hidup untuk kembali ke akhirat.

Kita tanamkan akhlak terpuji dalam diri kita agar kita senantiasa berada dekat dengan Allah, dan memiliki teman-teman yang saleh/salehah yang mampu sama-sama saling merangkul dan menegur. Dan jauhi akhlak tercela dalam diri kita karena akhlak tercela dalam diri kita itu adalah penyakit yang diakibatkan oleh banyak faktor di antaranya, adalah lemahnya iman. 

Jika Iman yang kita miliki hilang atau lemah maka setan dan iblis mudah menggoyahkan kita untuk berbuat maksiat atau hal-hal yang tidak terpuji lainnya. Seperti contohnya pada anak remaja di zaman ini yang dimana zina adalah hal biasa dan menyedihkannya lagi mereka tidak malu untuk menceritakan apa yang telah mereka lakukan pada orang lain. Padahal hal tersebut adalah aib untuk dirinya dan aib juga untuk keluarga. Di Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim yang artinya “Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan  termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari, kemudian paginya ia berkata : wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu, padahal Allah telah menutupnya, dan paginya dia membuka tutup Allah atas dirinya” ( HR. Bukhari Muslim). 

KESIMPULAN

Dari pembahasan yang telah kita bahas di atas maka dapat disimpulkan bahwa akhlak tercela ini merupakan hal-hal yang tidak terpuji dan Allah tidak menyukai sifat-sifat itu. Jadi, jangan sekali-kali kamu mencoba melakukan akhlak tercela karena akhlak tercela banyak sekali dampak negatif yang diberikan kepada kita entah itu di lingkungan sekitar atau lingkup keluarga dan akhlak tercela ini bisa menjauhkan hubungan kita dengan Allah.

Semoga kita senantiasa untuk mengamalkan ilmu yang kita ketahui dan menjadikan kesalahan sebagai pelajaran. Sekian kurang dan lebihnya dari Allah SWT dan jika ada kekurangan atau kesalahan datangnya dari saya.