fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Apa Yang Dimaksud Dengan Zakat Maal? Begini Penjelasan Mudahnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Zakat Maal? Begini Penjelasan Mudahnya

Harakah.id Tidak semua harta yang kita miliki wajib dizakati. Tidak semua jenis harta wajib zakat, memenuhi syarat wajib zakat. Perlu diperhatikan jenis harta dan syarat kewajiban zakatnya.

- Advertisement -

Zakat merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat muslim. Ibadah ini termasuk ibadah primer yang masuk dalam salah satu rukun islam. Seperti halnya puasa yang terbagi menjadi berbagai macam puasa baik dari segi hukumnya ataupun waktu pelaksanaanya, zakat merupakan ibadah yang terbagi menjadi dua macam. Yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah telah lumrah diketahui oleh masyarakat awam karena kewajibannya yang bersamaan dilaksanakan menjelang hari raya, tentu zakat fitrah lebih mudah dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Lalu bagaimana dengan zakat maal?

Pengertian Al-Maal

Al-Maal dalam Al-Fiqhu Al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Zuhaili didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat mendatangkan ketenangan, dan bisa dikuasai oleh manusia dengan suatu usaha, baik sesuatu itu berupa dzat (materi) maupun berupa manfaat, seperti emas, perak, hewan, tumbuhan atau manfaaat suatu aset, seperti kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal.

Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, maal adalah harta benda yang diperoleh seseorang. Sehingga zakat maal dapat didefinisikan sebagai jenis zakat yang dikeluarkan seseorang atas harta atau penghasilan yang diperolehnya dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan.

Dalil diwajibkannya zakat mal terdapat dalam Al-Qur’an, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka” (QS Al-Taubah: 103)

Syarat dan ketentuan dalam masing-masing jenis zakat maal berbeda mengingat betapa luasnya pengertian harta benda itu sendiri. Harta yang termasuk wajib untuk dizakati adalah sebagai berikut :

1. Binatang ternak (masiyah) meliputi unta, sapi, dan kambing
2. Harta perniagaan (‘ard al-tijarah) atau disebut hasil usaha dagang
3. Harta serikat/perseroan (syirkah), ulama mengkategorikan perusahaan dalam klasifikasi zakat ini
4. Hasil pertanian (zuru’)
5. Barang tambang dan hasil laut
6. Emas, perak, uang simpanan, dan harta investasi
7. Properti produktif, seperti kos-kosan, rental mobil, dan barang hasil sewaan lainnya
8. Uang dalam tabungan/simpanan
9. Madu dan produk hewani

Syarat Harta Wajib Dizakati

Tidak semua harta yang kita miliki wajib dikeluarkan zakatnya. Hanya harta yang telah memenuhi syarat saja yang wajib dizakati. Berikut adalah syara-syarat harta yang memenuhi kriteria wajib zakat.

1. Telah mencapai nishab, yaitu kadar harta yang telah ditentukan dalam syara’
2. Merupakan hak milik seseorang secara sempurna, dalam artian harta tersebut tidaklah menjadi jaminan atau tidak sepeuhnya milik muzakki.
3. Telah mencapai haul, maksud haul disini adalah terhitung dalam 1 tahun qamariyah.
Beberapa pengecualian syarat haul dalam harta adalah :
– Hasil perkebunan atau pertanian
– Rikaz (harta karun)
– Harta yang diperoleh dari profesi
– Harta produktif
4. Terdiri atas harta produktif. Dalam hal ini termasuk saham perusahaan, harta simpanan di deposito, reksadana, giro, dan sejenisnya.
5. Melebihi kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan primer sehari-hari seperti makanan dan pakaian
6. Terbebas dari hutang, seorang muzakki haruslah seseorang yang terbebas dari hutang karena kewajiban untuk membayar hutang lebih utama sebelum memberikan kewajiban zakat kepada yang membutuhkan

Dengan demikian jelas ya apa yang disebut zakat maal itu. Intinya adalah zakat yang dikeluarkan karena kita memiliki jenis harta tertentu. Harta tertentu tersebut hanya yang memenuhi kriteria saja yang wajib dikeluarkan zakatnya. Jadi, tidak semua harta yang kita miliki wajib dizakati. Tidak semua jenis harta wajib zakat, memenuhi syarat wajib zakat. Perlu diperhatikan jenis harta dan syarat kewajiban zakatnya.

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...