Apakah Ada Kosakata al-Quran yang Bukan Bahasa Arab? Ini Jawabannya…

0
589

Harakah.idKosakata al-Quran yang bukan Bahasa Arab, apakah ada? Ini pertanyaan yang jarang sekali ditanyakan tapi penting untuk diulas.

Beberapa nama besar dari kalangan ulama menentang keras anggapan adanya penggunaan kosakata al-Quran yang bukan Bahasa Arab. Dengan kata lain, kosakata dalam al-Quran semuanya adalah Bahasa Arab. Di antaranya adalah Imam Syafi’i, Ibn Jarir al-Thabari, al-Qadhi Abu Bakar, Ibnu Faris dan lain-lain. Mereka berdalil dengan beberapa ayat Al-Qur’an yang secara tegas menyifatkan Al-Qur’an sebagai sebuah kitab yang turun dalam bahasa Arab.

إِنَّآ أَنزَلۡنَهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا لَّعَلَّكُمۡ تَعقِلُونَ 

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

Selain itu, al-Quran sendiri pada ayat lain memaparkan bahwa ia bukanlah kitab yang turun dengan bahasa ‘ajam, (non Arab)

وَلَوۡ جَعَلۡنَهُ قُرۡءَانًا أَعجَمِيّٗا لَّقَالُواْ لَوۡلَا فُصِّلَتۡ ءَايَتُهُ ءَا۬عجَمِي وَعَرَبِي قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٞ وَهُوَ عَلَيهِمۡ عَمًى أُوْلَٰٓئِكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِ بَعِيدٖ 

Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

Ibnu Faris menambahkan bahwa adanya statemen kosakata al-Quran yang bukan Bahasa Arab menyiratkan seolah-olah bahasa Arab tidak mampu sepenuhnya mendatangkan kosakata yang memadai untuk menampung gagasan yang dimaksud oleh Al-Quran.

Ibn Jarir berpendapat bahwa fakta adanya penafsiran dari sebagian sahabat seperti Ibn Abbas yang menyebutkan beberapa kosakata berasal dari bahasa Persia, Habasyah, Nabthiyah dan lain-lain, sebenarnya hanyalah kata yang sama-sama digunakan oleh orang Arab dan pengguna bahasa-bahasa ‘ajam yang disebutkan di atas, sehingga tetap tidak mengeluarkan kata tersebut sebagai kosakata bahasa Arab.

Imam Syafi’i menambahkan argumentasi lainnya bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sangat luas, artinya kebanyakan orang Arab sendiri dapat saja tidak familiar dengan kosakata bahasa mereka sendiri. Jadi saat pihak tertentu berpendapat bahwa sebagian kosakata Al-Quran bukan bahasa Arab, maka itu lebih mungkin dipahami bahwa ia sendiri yang tidak mengetahui kata tersebut, padahal sejatinya ia tetap bagian dari bahasa Arab.

Sebagian ulama berpandangan sebaliknya, menurut mereka ada kosakata al-Quran yang bukan Bahasa Arab. Keberadaan kosakata semacam itu tetap tidak mengubah status Al-Quran sebagai kitab yang berbahasa Arab mengingat kata semacam itu jumlahnya hanya sedikit dibandingkan keseluruhan isi Al-Quran.

Selain itu argumen penguat lainnya untuk pendapat ini adalah dalam tata bahasa Arab sendiri diakui adanya beberapa nama yang berstatus ‘ajam dan ia disebutkan di dalam Al-Qur’an seperti nama Nabi Ibrahim As. Jika Al-Quran mengadopsi nama dari bahasa ‘ajam tentu juga tidak mengherankan jika ia juga mengadopsi jenis-jenis kata yang lain.

Al-Suyuti sendiri lebih menguatkan pendapat kedua. Beliau salah satunya mengajukan dalil sebuah riwayat yang dikutip oleh Ibn Jarir sendiri dalam Tafsir beliau dan dihukumi kualitas sanadnya Shahih. Riwayat tersebut berasal dari Abi Maysarah seorang tabi’in senior yang berkata القرآن من كل لسان. Para pendukung adanya serapan kosakata asing dalam Al-Quran juga beranggapan bahwa itu justru mengandung hikmah yaitu memperluas cakupan ilmu dari Al-Quran.

Al-Imam al-Suyuti menggarap secara serius tema ini sampai beliau menghasilkan sebuah karya tulis khusus yang berjudul المهذب فيما وقع فى القرآن من المعرّب. Dalam kitab tersebut beliau menyusun kosakata Al-Qur’an yang disinyalir merupakan serapan dari bahasa lain, beliau mengurutkannya dengan sistematika alfabetik, menjelaskan posisinya dalam Al-Qur’an, asal bahasa kata tersebut diserap dan penafsiran singkat tentangnya.