Beranda Keislaman Akidah Apakah Rasulullah SAW Membagi Tauhid Menjadi Tiga?

Apakah Rasulullah SAW Membagi Tauhid Menjadi Tiga? [1]

Harakah.id Salah satu yang ramai diperbicangkan belakangan ini adalah masalah pembagian tauhid menjadi tiga (taqsim tsulatsi). Apakah ia eksplisit diajarkan oleh Rasulullah SAW atau ijtihad ulama?

Islam merupakan agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Islam melanjutkan ajaran para nabi terdahulu tentang pengakuan akan keesaan Tuhan pencipta alam semesta serta keharusan tunduk kepada aturannya.

Sebagai sebuah ajaran, agama Islam memiliki tiga bagian utama. Yaitu iman, Islam dan Ihsan. Iman merupakan fondasi ajaran Islam. Iman merupakan sejumlah keyakinan mendasar yang harus diyakini seorang Muslim.

Keyakinan dasar itu meliputi keyakinan akan Allah, para malaikat, kitab-kitab yang diturunkan kepada para utusan Allah, para utusan Allah, hari kiamat dan takdir.

Islam berisikan sejumlah amaliah perbuatan dan ibadah yang harus dilaksanakan seseorang sebagai Muslim. Setidaknya terdapat lima amaliah yang harus dilaksanakan seorang Muslim meliputi mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah di Mekah.

Ihsan merupakan ajaran terkait dengan kesempurnaan keyakinan dan amalan seseorang. Ketika dia menjalankan ibadah shalat, seseorang menghayati dan mengamalkannya sebaik mungkin. Tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Tetapi seseorang harus memahami maknanya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.

Dengan memahami tiga bagian besar ini, seorang Muslim diharapkan mengerti Islam secara lengkap. Tetapi memahami detail ketiganya juga penting agar tindakan seorang Muslim dapat mencerminkan keyakinannya. Perilakunya mencerminkan kepercayaannya.

Keseriusan umat Islam dalam memahami ajaran agamanya telah melahirkan kajian yang luar biasa kaya. Tetapi tidak jarang hasil kajian itu dipolitisasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan benturan sesama umat Islam.

Salah satunya adalah kajian terhadap keimanan terhadap Allah. Apakah maksud beriman kepada Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama terdahulu telah melakukan kajian.

Kajian terhadap maksud beriman kepada Allah ini telah melahirkan berbagai mazhab pemikiran. Tidak jarang pengikut mazhab-mazhab dalam kajian akidah ini mengalami benturan dan bahkan permusuhan sengit. Keterlibatan para penguasa mendukung salah satu mazhab hanya memeruncing perselisihan.

Di sinilah diperlukan kearifan dalam menempatkan kajian tentang akidah Islam. Hal ini penting agar ketika melakukan kajian, kita dapat bersikap objektif serta tidak mudah mengeluarkan vonis yang berlebihan terhadap sesama umat Islam.

Salah satu yang ramai diperbicangkan belakangan ini adalah masalah pembagian tauhid menjadi tiga (taqsim tsulatsi). Tauhid merupakan ajaran pokok dalam Islam yang meyakini bahwa hanya ada satu tuhan yang berhak disembah. Tauhid berarti meyakini keesaan Allah.

Keyakinan tauhid ini merupakan lawan dari keyakinan adanya banyak tuhan yang disembah sebagaimana pernah berkembang di jazirah Arab sebelum kedatangan Islam maupun di kawasan lain di dunia ini.

Menurut sebagian kelompok dalam Islam, tauhid dibagi menjadi tiga. Pertama, tauhid rububiyah. Keyakinan hanya Allah yang menciptakan dan mengatur alam semesta serta kehidupan.

Menurut kelompok ini, kaum musyrikin Mekah sebelum datangnya Islam juga punya keyakinan semacam ini. Untuk menjadi seorang mukmin, tidak cukup hanya meyakini Allah sebagai pencipta.

Kedua, tauhid uluhiyah. Yaitu keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah melalui berbagai macam peribadatan. Berdasarkan keyakinan ini, seorang Mukmin tidak boleh memaksudkan ibadahnya kepada selain Allah.

Beberapa praktik ritual yang umum dilakukan umat dianggap tidak mencerminkan keyakinan ini seperti tawasul dan istighatsah. Para pelakunya dianggap mempraktikkan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah.

Ketiga, tauhid asma’ wa shifat. Yaitu keyakinan bahwa Allah memiliki nama dan sifat yang disebutkannya dalam kitab suci Al-Quran dan beberapa teks hadis Nabi SAW.

Keyakinan ini, menurut penganutnya, meniscayakan penerimaan secara total dan bahkan tekstual terhadap teks-teks kitab suci tentang nama dan sifat tuhan. Seorang muslim yang memahami secara metafor ayat-ayat yang menjelaskan sifat Allah berarti keimanannya belum sempurna, jika tidak dikatakan menyimpang.

Baca Juga: Apakah Rasulullah SAW Membagi Tauhid Menjadi Tiga? [2]

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...