Apapun Argumentasinya, Rasisme Memang Warisan Jahiliyah!

0
364

Entah kenapa dari dulu yang namanya orang berkulit hitam itu selalu dipandang sebelah mata? Mau bukti?

Pada zaman jahiliyah, orang-orang kulit hitam menjadi budak. Pelayan untuk mereka yang bangsawan ‘kulit putih.’ Contohnya Sahabat Nabi, Bilal Ibn Rabbah (580-640 M) yang berasal dari Ethiopia. Budak dari Umayyah Ibn Khalaf yang kemudian karena ketahuan masuk Islam, ia disiksa luar buasa oleh majikannya. Kemudian, ia dibebaskan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq.

Satu bukti bahwa, Islam datang adalah untuk memanusiakan manusia dan menghapus rasialisme. Konsepnya, ukuran keutamaan manusia, tidak ditentukan oleh suku atau pun warna kulit, tapi iman dan taqwanya. Bilal yang merupakan orang berkulit hitam itu kemudian menjadi muazinnya Nabi saw.

Di Amerika, sekira tahun 1777 juga terjadi perbudakan terhadap kulit hitam dari keturunan Afrika dari kelompok kulit putih. Ras memainkan peran yang sangat tinggi waktu itu. Perbudakan terhadap kulit hitam diberhentikan ketika Amerika memutuskan Amandemen Konstitusinya yang ke-13 tahun 1865.

Kemudian, pada awal abad ke-20, ketika sedang ramai tentang teori evolusi manusia, ada pandangan rasial yang benar-benar tidak manusiawi terhadap orang kulit hitam. Namanya Ota Benga, seorang budak berkulit hitam dari Kongo yang dibebaskan oleh Samuel Phullips Verner dan dibawanya ke Missouri.

Benga, benar-benar dilakukan tidak manusiawi, Ia dipamerkan kesana-kemari sebagai contoh pembenaran atas teori evolusi. Katanya, Benga digambarkan sebagai orang non-Barat yang masih dalam proses evolusi dari primata ke manusia.

Ota Benga bersama etnis Afrika lain dipamerkan dalam pameran antropologi Louisiana Purchase Exposition di St. Louis, Missouri tahun 1904, dan kemudian di kebun manusia kontroversial di Bronx Zoo tahun 1906. Di Bronx Zoo, Ota Benga bebas masuk kawasan ini sebelum dan sesudah “dipamerkan” di Monkey House kebun binatang ini.

Akhirnya, Wali Kota New York City membebaskannya atas permintaan Mc. Arthur, juru bicara delegasi gereja kulit hitam.

Kemudian, di Afrika Selatan masalah rasialisme itu juga terjadi hingga awal 1990-an. Namanya Apartheid, yaitu sistem pemisahan ras yang dilakukan oleh kelompok kulit putih terhadap kulit hitam.

Gerakan perlawanan kalangan rakyat kulit hitam kemudian dipelopori oleh Nelson Mandela yang kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan, melalui African National Congress (ANC). Ia memimpin aksi rakyat Afrika Selatan untuk tinggal di dalam rumah.

Aksi tersebut ditanggapi oleh pemerintah Apartheid dengan menangkap dan kemudian menjebloskan Mandela ke penjara Pretoria dan baru dibebaskan pada tanggal 11 Februari 1990 pada masa pemerintahan Frederik Willem de Klerk.

Nah, untuk kalian yang masih rasis dengan saudara-saudara kami di Papua, coba dipikir lagi. Masyarakat jahiliyah bukan, masyakarat kulit putih juga bukan, pengusung apartheid juga bukan, terus kenapa masih rasis sih? Papua, kita ini sama.