Beranda Keislaman Akidah Arti Asmaul Husna Al-Bashir Menurut Penjelasan Imam al-Ghazali

Arti Asmaul Husna Al-Bashir Menurut Penjelasan Imam al-Ghazali

Harakah.idBerikut ini adalah penjelasan Imam al-Ghazali tentang nama Al-Bashir sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Maqsad al-Asna Syarah Asmul Husna

Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, kita yakin Tuhan adalah dzat yang maha mengetahui serta melihat apa yang diperbuat hamba-hambanya di muka bumi. Tuhan melihat dan menyaksikan kebaikan dan keburukan, ketaatan dan kedurhakaan umat manusia. Hal ini karena Allah memiliki sifat maha melihat. Maha Melihat adalah salah satu nama Allah yang indah, yang dalam bahasa Arab disebut al-Bashir.

Jika manusia melihat menggunakan mata dengan bantuan cahaya, serta memiliki keterbatasan jarak pandang, apakah Allah juga memiliki mata dan jarak pandang tertentu seperti manusia?

Tentu saja hal ini tidak mungkin. Allah Maha Melihat. “Maha” artinya sempurna. Artinya penglihatan Allah sempurna. Tidak seperti penghihatan manusia yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan.  Lalu, seperti maksud nama al-Bashir ini? Berikut ini adalah penjelasan Imam al-Ghazali tentang nama Al-Bashir sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Maqsad al-Asna Syarah Asmul Husna.  

Al-Bashir (Yang Maha Melihat) adalah Dia yang menyaksikan dan melihat sedemikian rupa sehingga tidak ada yang tersembunyi atau jauh dari-Nya, sekalipun yang ada di bawah bumi. Penglihatan Allah sama sekali tidak bergantung pada bola mata dan kelopak mata, dan sama sekali tidak bergantung pada kesan citra dan warna pada zat-Nya, sebab semua itu hanya berkesan pada bola mata manusia, karena hal itu adalah bentuk perubahan dan pengaruh yang memerlukan eksistensi. Dan Allah berada di atas hal itu, mengenai hal Allah melihat sama dengan suatu sifat, yang melalui sifat ini kesempurnaan sifat-sifat segala yang terlihat tersingkapkan. Dan itu lebih jelas dibanding apa yang dapat ditangkap persepsi penglihatan yang terbatas pada terlihatnya hal-hal yang terlihat.

Sejauh menyangkut pancaindera, manusia sudah jelas memiliki sifat melihat ini, namun itu lemah dan tidak sempurna, karena tidak dapat menjangkau apa yang jauh dan juga tidak dapat menembus bagian dalam apa yang dekat, namun berurusan dengan tampakan-tampakan dan tidak dapat menjangkau bagian dalamnya dan rahasianya.  

Dari hal ini manusia mendapatkan dua keuntungan keagamaan. Pertama, menyadari bahwa Allah menciptakan penglihatan agar kita memperhatikan ayat-ayat dan keajaiban-keajaiban kerajaan-kerajaan langit dan bumi, sehingga perhatian kita itu akan menjadi peringatan.

Dikatakan kepada ‘Isa as.: ‘Apakah ada makhluk yang sepertimu?’ ‘Isa as. menjawab: ‘Dia yang perhatiannya bertindak sebagai peringatan, yang diamnya untuk berpikir, dan yang ucapannya untuk mengingat Allah maka dia itulah seperti aku.

Kedua, menyadari bahwa kita dilihat oleh Allah Swt., kita juga didengar oleh-Nya, atau Allah tahu sepenuhnya tentang kita. Karena siapa pun yang menyembunyikan dari yang selain Allah apa yang tidak dapat disembunyikan dari Allah, berarti dia meremehkan pengawasan Allah Swt., maka takut kepada Allah merupakan salah satu buah mengimani sifat ini. Betapa biadab dan celaka orang yang melakukan kedurhakaan, sementara dia tahu bahwa Allah Swt. melihat dirinya, dan betapa tidak senonoh orang yang menganggap bahwa Allah Ta’ala tidak melihat dirinya!

Demikian arti asmaul Husna Al-Bashir menurut penjelasan Imam al-Ghazali. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari ulasan singkat ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...