Beranda Khazanah Asal-Usul Tradisi Unik Muludan di Citayam Tiap Rabu Akhir Rabiul Awal

Asal-Usul Tradisi Unik Muludan di Citayam Tiap Rabu Akhir Rabiul Awal

Harakah.idTradisi Muludan ini unik karena sejumlah hal di antaranya banyaknya muballigh yang dihadirkan untuk memberikan Tausiyah (ceramah agama) hingga belasan orang dengan durasi maksimal 10 menit. Hal ini sebagai bentuk tabarruk kepada para pendakwah yang datang ke Citayam.

Kaum muslimin yang tinggal sekitar Citayam menyebut perayaan kelahiran Nabi Muhammad dengan Muludan. Hal ini merupakan lahjah (dialek orang Betawi pinggiran) yang asal katanya tetap berasal dari bahasa arab yakni Mauludun (مولود) yang berarti Isim Maf’ul. Dengan demikian yang diperingati, dimuliakan adalah bayi yang dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad Saw.

Tercatat bahwa para habaib hampir setiap tahun menghadiri perayaan Muludan di Citayam. Pada masa hidupnya,  Habib Salim Jindan datang ke Citayam di masa Guru Tb. Mahmud bin Guru Naimin. Habib Novel bin Salim bin Jindan, Habib Alwi bin Abdullah bin Salim Alathas (Habib Alwi King) Kebon Nanas sempat menikah dengan putri Muallim Nasri, tokoh ulama Citayam.

Tradisi Muludan ini unik karena sejumlah hal di antaranya banyaknya muballigh yang dihadirkan untuk memberikan Tausiyah (ceramah agama) hingga belasan orang dengan durasi maksimal 10 menit. Hal ini sebagai bentuk tabarruk kepada para pendakwah yang datang ke Citayam.

Hal yang unik lainnya adalah warga masyarakat Citayam muhibbin (cinta terhadap Zuriyah Nabi Muhammad Saw) akan menjadikan rumah mereka terbuka untuk para tetamu dari berbagai daerah yang datang ke acara Muludan pada hari Rabu akhir di bulan Rabiul Awal. Tradisi semacam ini hingga kini masih tetap dilestarikan.

Perayaan Muludan Citayam 2022 ini bertempat di Masjid Jami An-Naja, Jl. Tugu Macan No. 59, Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Masjid ini lebih dikenal oleh banyak orang dengan sebutan Masjid Sendok. Dikarenakan adanya ornamen mirip dengan bentuk sendok. Masjid ini ingin mengikuti model masjid yang ada di Jakarta Pusat yakni Masjid Kwitang (Habib Ali bin Abdurahman Al-Habsyi).

Perayaan Muludan ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Citayam. Dan para tamu yang menghadiri pun selalu bertambah, tumpah ruah, dari Zuriyah (Habaib, Syarifah) kaum Bapak, Kaum Ibu, Pemuda-pemudi hingga Anak-anak hadir membanjiri jalan-jalan juga rumah-rumah menuju Masjid An-Naja Citayam.

Muludan pada 26 Oktober 2022 ini dihadiri ribuan orang pecinta Rasulullah Saw. Dari berbagai daerah sekitar Jabodetabek untuk bertabarruk kepada para pendakwah yang menyampaikan ceramahnya di Masjid An-Najah Citayam.

Dipilihnya masjid ini tidak lepas dari peran Al-Marhum Muallim Nasri yang istiqomah senantiasa menjalin silaturahmi dan mengaji dengan para Habaib, Mualim, Kiai, Ajengan sehingga beliau dikenal luas oleh kalangan ulama se-Jabodetabek. Beliau mulai sejak muda dengan berjalan kaki dari Kampung Citayam ke Stasiun Citayam menuju ke Majelis Kwitang, juga ke Kramat Empang Bogor, dan pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-Masturiyah Sukabumi. Beliau meninggal pada tanggal 16 November 2019.

Artikel kiriman dari Abdul Mun’im Hasan, pegiat literasi keislaman yang aktif di Bogor.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...