Beranda Keislaman Ibadah Bagaimana cara Menyucikan Alat Elektronik Yang Terkena Najis? Apakah Tetap Harus Menggunakan...

Bagaimana cara Menyucikan Alat Elektronik Yang Terkena Najis? Apakah Tetap Harus Menggunakan Air?

Harakah.idMenyucikan alat elektronik yang terkena najis tentu tidak bisa dilakukan dengan menggunakan air. Air dapat menyebabkan kerusakan pada alat elektronik yang kita miliki. Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Najis dalam fikih merupakan sesuatu yang menjijikkan. Tapi tidak semua hal yang menjijikkan menurut kita itu najis menurut fikih. Ketika terdapat najis, kita harus menyucikannya dengan aturan yang telah dirumuskan para ulama dalam karya-karya mereka. Semisal, darah maka harus dibasuh sehingga tidak tersisa warna, bau dan rasanya. Termasuk di antaranya menyucikan alat elektronik yang terkena najis.

Lalu, bagaimana dengan benda-benda yang sangat rentan sekali dengan air. Laptop misalnya. Bila terkena najis, apakah perlu dibasuh dan disiram pula? Sedangkan laptop sangat anti sekali dengan air, karena hal itu dapat menyebabkan kerusakan. Lalu, bagaimana fikih memandang cara menyucikannya?

Kasus di atas sama seperti ketika kasur kita terkena kencing bayi yang sedang bermain di atasnya dan kemudian kencing di kasur. Adapun cara mensucikannya adalah dengan menjemurnya di bawah terik matahari sampai kering. Pendapat itu mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah bahwa api dan sinar matahari sah digunakan untuk mensucikan najis.

Pendapat imam Abi Hanifah itu dikuatkan oleh Syekh Abdul wahhab bin Ahmad As Sya’rani dalam kitabnya Al Mizan Al kubro. Adapun pendapatnya seperti

لَيْسَ لِلنَّارِ وَالشَّمْسِ فِيْ اِزَلَةِ اللنَّجَاسَةِ تَأْثِيْرٌ اِلَّا عِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ حَتَى إِنَّ جِلْدَ الْميِّتَةِ اِذَا جِفَّ فِي الشَّمْسِ طِهُرَ عِنْدَهُ بِلَا دَبْغٍ وَكَذَلِكَ اِذَا كَانَ عَلَى الْأَرْضِ نَجَاسَةٌ فَجَفَّتْ فِي الشَّمس طَهُرَ مَوْضِعُهَا

api dan matahari tidaklah memberikan dampak untuk menghilangkan najis. Kecuali menurut Imam Hanafi. Sehingga jika ada kulit bangkai kemudian kering karena terik matahari itu hukumnya suci menurut Imam Hanafi sekalipun tidak di samak. Begitu pula dengan najis yang ada di tanah kemudian kering disebabkan oleh terik matahari maka (tanah) tersebut menjadi suci.

Dari pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwasanya menyucikan alat elektronik yang terkena najis bisa dilakukan dengan dijemur di bawah terik matahari.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...