Beranda Keislaman Ibadah Bagaimana Hukum Berwudu Menggunakan Air Banjir?

Bagaimana Hukum Berwudu Menggunakan Air Banjir?

Harakah.id Dalam Islam, berwudu disyaratkan harus menggunakan air yang suci menyucikan. Lalu bagaimana dengan status air banjir? bisakah dibuat berwudu?

Secara asali, seluruh air yang ada di muka bumi ini hukumnya suci dan bisa digunakan untuk bersesuci. Namun, ketika air tersebut tercampur benda najis, maka status air tersebut berubah menjadi najis. Air najis tidak dapat digunakan untuk bersesuci. Lalu apa indikator air dikatakan najis dan suci?

Untuk kasus air yang kemasukan najis, secara umum para ulama membagi ke dalam dua jenis: air yang banyak dan air yang sedikit.

  1. Air sedikit adalah air yang kurang dari 2 qullah. Jika air ini kemasukan najis dan berubah salah satu dari aroma, warna atau rasanya, maka airnya dihukumi najis dan tidak bisa digunakan untuk bersesuci.
  2. Air banyak adalah air yang lebih dari 2 qullah. Secara umum, hukum air banyak adalah suci dan mensucikan. Kecuali bila air itu secara umum memang air najis, seperti air di penampungan limbah kotoran hewan, air limbah rumah sakit dan lainnya. Air-air ini, meskipun banyak, tentu tidak bisa digunakan untuk bersesuci.

Lalu bagaimana dengan air banjir?

Secara umum, air banjir bisa kita golongkan ke dalam air banyak dan bisa digunakan untuk bersesuci meskipun tidak menutup kemungkinan air tersebut telah bercampur dengan benda-benda najis lainnya. Berdasarkan hal ini, kita boleh berwudhu menggunakan air banjir tersebut.

Namun jika kita dengan yakin mengetahui bahwa air banjir tersebut meluap dari septik tank dengan volume najis yang lebih banyak dalam air, maka air tersebut selayaknya tidak digunakan untuk berwudhu. Hal ini bisa kita ketahui dari warna dan aroma air misalnya.

Akan tetapi, jika air banjir hanya bercampur dengan tanah dan beraroma tanah, meskipun keruh, air tersebut bisa kita pakai untuk berwudhu sebagaimana hukum awal air banyak yang lebih dari dua qullah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...