Beranda Keislaman Ibadah Bagaimana Hukum Membersihkan Telinga Saat Puasa? Ini Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i

Bagaimana Hukum Membersihkan Telinga Saat Puasa? Ini Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i

Harakah.id – Agar dapat menjaga puasa secara maksimal serta mengedepankan prinsip kehati-hatian, sebaiknya membersihkan telinga dilakukan pada malam hari.

Umumnya masyarakat Muslim memahami perkara pokok yang membatalkan puasa adalah makan dan minum. Akan tetapi para ulama memperluas masalah ini tidak sebatas pada kegiatan memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh melalui mulut dan tenggorokan. Perkara makan dan minum sebagai pembatal puasa dapat diperluas menjadi gambaran umum masuknya sebuah benda ke dalam tubuh melalui rongga terbuka.

Menurut mazhab Syafi’i, lubang telinga dihukumi sebagai rongga terbuka. Artinya selayaknya mulut, telinga juga perlu dijaga agar tidak kemasukan sesuatu di saat puasa. Syekh Wahbah Zuhaili dalam penjelasan tentang perkara pembatal puasa berdasarkan mazhab Syafi’i menjelaskan sebagai berikut:

وصول شيء مادي الى الجوف وإن قلّ كسمسمة أو لم يؤكل عادة كحصاة أو تراب من منفذ مفتوح كالفمّ والأنف والأذن والقبول والدبور

(Di antara yang membatalkan puasa) adalah masuknya sesuatu materi ke dalam rongga (meskipun hanya sedikit seperti seekor semut), atau masuknya benda-benda yang tidak lazim sebagai makanan seperti kayu atau tanah) ke dalam lubang terbuka seperti mulut, hidung, telinga, qubul dan dubur. (Al-Fiqhul Islam Wa Adillatuhu, 2/664).

Berdasarkan penjelasan di atas, lubang telinga dalam timbagan mazhab Syafi’i termasuk ke dalam lubang terbuka yang perlu dipelihara saat berpuasa, agar tidak ada benda-benda yang masuk ke dalamnya.

Imam Nawawi dalam Minhajut Thalibin menerangkan:

وعن وصول العين إلى ما يسمى جوفا

(Rukun puasa adalah menahan diri) dari masuknya sebuah benda ke dalam bagian tubuh yang masuk kategori rongga terbuka.

Namun Imam Nawawi dalam kitab Minhaj Thalibin menyebutkan:

والتقطير في باطن الأذن وإلاحليل مفطر في الأصح

Meneteskan cairan ke bagian dalam telinga hukumnya dapat membatalkan puasa, menurut pendapat yang lebih kuat.

Membersihkan telinga dilakukan dengan memasukkan alat pembersih seperti kapas (cutten bud), lalu ditarik lagi keluar. Dalam masalah ini, tidak ada keterangan eksplisit yang menyatakan batal. Jika dibuat perbandingan dengan kasus kasus berkumur-kumur atau mencicipi makanan, maka seharusnya hukumnya tidak batal. Dengan demikian, jika mengorek telinga dengan benda seperti kapas dan tidak terlalu dalam masuk ke bagian dalam telinga, seharusnya juga dihukumi seperti mencicipi makanan.

Agar dapat menjaga puasa secara maksimal serta mengedepankan prinsip kehati-hatian, sebaiknya membersihkan telinga dilakukan pada malam hari.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...